Ancol Dimulai! RUPS 2026 Tetapkan Dividen, Rombak Direksi, dan Arah Baru Berbasis Experience

0
4

Jakarta, Redaksi.Co – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk resmi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dengan sejumlah keputusan strategis yang menandai babak baru perjalanan bisnis perseroan. Tidak hanya menyetujui pembagian dividen, RUPS juga merombak jajaran pengurus serta menegaskan arah transformasi besar menuju destinasi wisata berbasis pengalaman (experience).

Dalam RUPS tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 26,05 per lembar saham dengan total nilai mencapai Rp 41,6 miliar atau setara 23,13% dari laba bersih tahun buku 2025.

Sepanjang tahun 2025, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 1,121 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 180,19 miliar—sebuah capaian yang mencerminkan ketahanan bisnis di tengah tekanan ekonomi global.

Selain itu, RUPS juga menyepakati perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi guna memperkuat strategi bisnis ke depan. Susunan baru ini efektif berlaku sejak ditutupnya RUPS.

Dewan Komisaris :

1. Komisaris Utama & Komisaris Independen: Irfan Setiaputra
2. Komisaris: Suharini Eliawati
3. Komisaris: Lies Hartono
4. Komisaris: Sutiyoso
5. Komisaris Independen: Trisni Puspitaningtyas

Dewan Direksi :

1. Direktur Utama: Syahmudrian Lubis
2. Direktur: Cahyo Satriyo Prakoso
3. Direktur: Daniel Nainggolan
4. Direktur: Eddy Prastiyo
5. Direktur: Rahmaniar

Manajemen Ancol menegaskan bahwa meski kondisi ekonomi global masih penuh tantangan, perseroan tetap konsisten melakukan inovasi dan efisiensi operasional, Langkah tersebut diwujudkan melalui digitalisasi layanan ticketing, peningkatan fasilitas pengunjung, serta pengembangan konten dan event tematik sebagai sumber pertumbuhan pendapatan.

Lebih jauh, Ancol kini berada pada titik krusial—bukan sekadar bertahan, melainkan melangkah ke fase transformasi berikutnya.

Perubahan perilaku wisatawan menjadi pendorong utama, di mana pengunjung tidak lagi hanya mencari destinasi, tetapi juga pengalaman yang berkesan, koneksi emosional, serta nilai dari setiap pengeluaran mereka.

Menjawab tantangan tersebut, Ancol menegaskan pergeseran strategi dari sekadar destinasi kunjungan menjadi destinasi berbasis pengalaman yang terintegrasi dalam sebuah ekosistem.

Adapun fokus utama transformasi ke depan meliputi :

1. Meningkatkan nilai (value) per pelanggan, bukan sekadar jumlah pengunjung
2. Mengoptimalkan aset dan ekosistem, bukan hanya operasional
3. Memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan, bukan asumsi
4. Membangun kolaborasi strategis untuk memperkuat daya saing jangka panjang

Transformasi ini tidak hanya menjadi strategi bisnis, tetapi juga ditanamkan sebagai budaya kerja perusahaan, dengan penekanan pada kualitas sumber daya manusia dan disiplin eksekusi.

Dengan semangat baru, Ancol berkomitmen membangun destinasi wisata yang lebih relevan, berdampak, dan berkelanjutan—tidak hanya bagi pengunjung, tetapi juga bagi pemegang saham serta masa depan Kota Jakarta.