Fakfak, Redaksi.co – Komitmen Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam menyelesaikan persoalan air bersih kembali ditegaskan Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik yang digelar di Tomage, Selasa (24/02/2026).
Dalam forum tersebut, Bupati menekankan bahwa persoalan air bersih bukan hanya terjadi di wilayah Bomberai dan Tomage, tetapi menjadi masalah hampir di seluruh wilayah Kabupaten Fakfak. Karena itu, ia memastikan sektor air bersih akan menjadi prioritas utama pembangunan daerah.
“Air ini bukan hanya persoalan di Bomberai atau Tomage saja, tetapi hampir di seluruh Kabupaten Fakfak. Oleh sebab itu, ini harus menjadi prioritas,” tegasnya di hadapan peserta Musrenbang.
Menurutnya, sejumlah kampung sebelumnya telah mendapatkan program sumur bor. Namun pelaksanaannya belum merata sehingga masih banyak kampung yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih. Ia pun meminta agar program sumur bor dilanjutkan dan diperluas ke wilayah-wilayah yang belum terlayani.
Sebagai langkah konkret, pada 11 Februari 2026 Bupati telah menandatangani kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mendukung pelaksanaan program sumur bor di tiga distrik yaitu Distrik Fakfak, Distrik Pariwari, dan Distrik Fakfak Tengah sebagai tahap awal tahun ini. Kerja sama tersebut diharapkan menghadirkan kajian teknis dan pemetaan sumber air tanah secara lebih akurat, sehingga pembangunan sumur bor dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Bupati juga menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat kecil akibat keterbatasan air bersih. Ia menggambarkan kondisi mama-mama pedagang pasar yang berpenghasilan terbatas, namun masih harus membeli air untuk kebutuhan rumah tangga.
“Kasihan mama-mama yang jualan di pasar, sehari mungkin dapat Rp150 ribu sampai Rp200 ribu. Tapi pulang ke rumah masih harus beli air. Ini beban yang harus kita selesaikan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa persoalan air bersih tidak boleh lagi menjadi masalah berulang dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya. Untuk itu, ia meminta agar program air bersih terus dikedepankan hingga 2027 dengan dukungan anggaran dan kebijakan yang konsisten.
Dengan komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Fakfak menargetkan penanganan air bersih dilakukan secara bertahap, merata, dan berkelanjutan di seluruh distrik, demi menjawab kebutuhan dasar masyarakat.







