Ketua DPRD Kab.Sukabumi Apresiasi Lelang Kebaikan Bantu Warga Terdampak Bencana 

0
52

Redaksi.Co, Sukabumi || Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, turut berpartisipasi dalam Lelang Kebaikan dengan menyumbangkan satu unit rumah untuk pembangunan 166 hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana pergerakan tanah di Kampung Gempol Desa Cikadu Kecamatan Palabuhanratu dan Kampung Suradita Desa Ciengang Kecamatan Gegerbitung.

Budi mengapresiasi konsep Lelang Kebaikan yang digagas Pemerintah Kabupaten Sukabumi sebagai langkah inovatif dalam penanganan pascabencana dengan melibatkan perusahaan dan komunitas melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

“Konsep lelang kebaikan ini lebih terarah dan transparan. Ini langkah baik yang perlu diperkuat ke depan,” ujar Budi kepada sukabumiupdate.com usai menghadiri Rapat Koordinasi Peningkatan Sinergitas Perencanaan Pembangunan dalam Penanggulangan Bencana Daerah yang digelar Pemerintah Kabupaten Sukabumi di Gedung Sulanjana, Kamis (22/1/2026)

Menurutnya, Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Kemitraan Bina Lingkungan (TJSPKBL) sebenarnya sudah lama terbentuk. Namun, gerakan kolaboratif seperti Lelang Kebaikan dalam merespons pascabencana merupakan terobosan baru yang perlu dikembangkan.

Ia menilai, ke depan Forum TJSPKBL harus mampu mengarahkan penggunaan dana CSR secara lebih strategis untuk mendukung visi dan misi kepala daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Ke depan, menu programnya harus disiapkan dalam SIPD. Perusahaan tinggal memilih ingin berkontribusi di bidang apa, misalnya rutilahu atau program lainnya. Karena pemerintah daerah tidak menerima uang, tapi dalam bentuk program atau bangunan,” jelasnya.

Budi menegaskan, esensi Lelang Kebaikan adalah komitmen perusahaan untuk menyisihkan dana CSR guna mendukung penanganan pascabencana secara konkret dan akuntabel.

Namun demikian, ia juga menyoroti minimnya kehadiran perusahaan dalam forum tersebut. Dari 176 perusahaan yang diundang, hanya 86 yang hadir. Bahkan, berdasarkan data yang diterimanya, perusahaan yang tercatat aktif di Forum TJSPKBL hanya sekitar 30.

“Ini perlu menjadi perhatian. Saya berharap Ketua Forum TJSPKBL lebih aktif membangun komunikasi dengan perusahaan-perusahaan,” tegasnya.***

Editor : Yosep M