Top 5 This Week

Related Posts

Veve Safitri Resmikan DPD Daerah hingga Pelantikan Perdana PERPINA Muda

HUT KE-7 PERPINA: WOMEN LEADERS SUMMIT 2026

 

Perempuan Bicara Ekonomi, Kekuatan Mental, dan Ketahanan Pangan Masa Depan

 

“In This Economy!”

 

Jakarta, 10 September 2026 — Memasuki usia tujuh tahun, Perempuan Pemimpin Indonesia (PERPINA) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran perempuan sebagai pemimpin, penggerak ekonomi, sekaligus pencipta solusi bagi berbagai tantangan masa depan.

 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Women Leaders Summit 2026, yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus PERPINA Periode 2026–2031 serta pelantikan perdana PERPINA Muda.

 

Mengusung tema “Perempuan Menciptakan Ekonomi, Kekuatan Mental, dan Ketahanan Pangan Masa Depan — In This Economy!”, kegiatan digelar di Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 10 September 2026.

 

Momentum HUT ke-7 ini sekaligus menjadi penanda babak baru perjalanan PERPINA dalam membangun ekosistem kepemimpinan perempuan yang semakin kuat, inklusif, lintas sektor, lintas profesi, dan berorientasi pada dampak nyata.

 

PEREMPUAN DAN TANTANGAN EKONOMI MASA DEPAN

 

Women Leaders Summit 2026 menjadi ruang dialog strategis bagi perempuan pemimpin untuk membahas tantangan dan peluang yang dihadapi perempuan di tengah perubahan ekonomi, dinamika sosial, perkembangan teknologi, serta kebutuhan membangun ketahanan mental dan pangan.

 

Tema “In This Economy!” menjadi pesan bahwa perempuan bukan sekadar pihak yang terdampak oleh perubahan ekonomi, tetapi memiliki kapasitas untuk menjadi pelaku, pengambil keputusan, pencipta nilai, dan penggerak pertumbuhan ekonomi.

 

Forum ini menghadirkan berbagai tokoh perempuan dan pemimpin dari sektor pemerintahan, energi, bisnis, pendidikan, transformasi organisasi, serta komunitas.

 

Di antara tokoh yang hadir adalah Dr. Dewi Motik Pramono, Ketua Umum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto, serta Veronica Tan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang hadir sebagai keynote speaker.

 

Turut menjadi pembicara, Dr. Ir. Sripeni Inten Cahyani, M.M., IPM., ASEAN.Eng., Anggota Dewan Energi Nasional RI; Lyra Puspa, Strategic Transformation Coach & Business and Organizational Neuroscientist; serta Prof. Fransisca Sestri.

 

Diskusi dipandu oleh Risty Rustarto, News Presenter, sebagai moderator.

 

Berbagai perspektif yang disampaikan menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan tidak cukup diukur dari jabatan yang disandang. Kepemimpinan juga tercermin dari kemampuan menciptakan nilai, mengelola perubahan, menjaga ketahanan mental, mengambil keputusan strategis, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat.

 

PELANTIKAN PENGURUS PERPINA 2026–2031

 

Rangkaian HUT ke-7 juga menjadi momentum penting dengan dilantiknya Pengurus DPP PERPINA periode 2026–2031.

 

Kepengurusan baru dipimpin oleh Veve Safitri sebagai Ketua Umum, didampingi R. Sriristanti sebagai Sekretaris Jenderal dan Erma Zein sebagai Bendahara Umum.

 

Pelantikan tersebut menandai dimulainya periode kepemimpinan baru PERPINA untuk memperluas jejaring dan memperkuat kolaborasi lintas sektor, lintas industri, serta lintas profesi.

 

Di bawah kepengurusan periode 2026–2031, PERPINA menempatkan penguatan kapasitas perempuan, kolaborasi strategis, pemberdayaan ekonomi, sustainability, serta kontribusi perempuan terhadap pembangunan nasional sebagai bagian penting dari arah organisasi.

 

DUA DPD BARU DAN PENGUATAN STRUKTUR DAERAH

 

Dalam rangkaian yang sama, DPP PERPINA juga melantik kepengurusan DPD PERPINA DKI Jakarta yang dipimpin Juliana Sofia Damu serta DPD PERPINA Jawa Barat yang dipimpin Heni Smith, beserta jajaran DPC di masing-masing wilayah.

 

Penguatan struktur daerah ini menjadi bagian dari strategi PERPINA untuk memastikan gerakan kepemimpinan perempuan tidak hanya berkembang di tingkat nasional, tetapi juga tumbuh secara nyata di daerah.

 

Dengan semakin luasnya jejaring organisasi, PERPINA membuka ruang lebih besar bagi perempuan dari berbagai latar belakang untuk berkolaborasi, berbagi pengetahuan, mengembangkan potensi, dan menciptakan dampak di lingkungan masing-masing.

 

PERPINA MUDA: MENYIAPKAN GENERASI PEMIMPIN PEREMPUAN

 

Salah satu terobosan penting dalam HUT ke-7 PERPINA adalah pelantikan PERPINA Muda untuk pertama kalinya.

 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi regenerasi kepemimpinan perempuan sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar, membangun jejaring, mengembangkan kapasitas, dan mulai mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan.

 

Dalam pelantikan perdana tersebut, Angelina Aqila, S.Li. dipercaya sebagai Ketua PERPINA Muda.

 

Kehadiran PERPINA Muda menjadi simbol bahwa kepemimpinan perempuan harus dibangun secara berkelanjutan dan lintas generasi.

 

PERPINA tidak hanya ingin berbicara mengenai perempuan yang memimpin hari ini, tetapi juga tentang siapa yang akan memimpin Indonesia di masa depan.

 

Melalui PERPINA Muda, generasi muda perempuan diharapkan mendapatkan ruang untuk memperoleh pengalaman organisasi, memperluas perspektif, membangun keberanian, serta menciptakan karya dan kontribusi nyata sejak dini.

 

TUJUH TAHUN PERPINA: DARI JEJARING MENUJU DAMPAK

 

Memasuki tahun ketujuh, PERPINA memandang perjalanan organisasi bukan sekadar sebuah pencapaian, melainkan amanah untuk terus memberikan manfaat.

 

Semangat “Mercu Suar Dunia” menjadi landasan PERPINA dalam membawa perempuan Indonesia untuk tidak hanya menjadi penerima perubahan, tetapi menjadi penerang, pencipta solusi, dan penggerak perubahan di tingkat nasional maupun global.

 

Tujuh tahun perjalanan PERPINA menjadi refleksi atas pentingnya membangun organisasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman sekaligus tetap memiliki akar yang kuat pada nilai, kolaborasi, dan kontribusi.

 

Ketua Umum PERPINA Veve Safitri menegaskan bahwa masa depan kepemimpinan perempuan membutuhkan keberanian untuk keluar dari pola lama dan membangun kolaborasi yang lebih terbuka.

 

“Perempuan tidak cukup hanya hadir. Perempuan harus menciptakan nilai, membangun kekuatan, dan menghadirkan solusi. Kita ingin PERPINA menjadi ruang di mana perempuan dapat bertumbuh, berkolaborasi, dan memberikan dampak nyata,” ujar Veve Safitri.

 

Ia menambahkan, semangat Mercu Suar Dunia merupakan refleksi dari cita-cita agar perempuan Indonesia mampu menjadi sumber inspirasi dan membawa karya Indonesia ke panggung yang lebih luas.

 

MENUJU PEREMPUAN INDONESIA SEBAGAI MERCU SUAR DUNIA

 

HUT ke-7 PERPINA bukan menjadi titik akhir, melainkan awal dari perjalanan baru.

 

Dengan kepengurusan 2026–2031, penguatan jaringan daerah, hadirnya PERPINA Muda, serta agenda Women Leaders Summit yang mempertemukan berbagai perspektif, PERPINA menegaskan arah gerak organisasi menuju ekosistem perempuan yang semakin kuat, berdaya, adaptif, dan berdampak.

 

Karena bagi PERPINA, kepemimpinan perempuan bukan hanya tentang being at the table, tetapi tentang kemampuan untuk create the table, create opportunities, and create impact.

 

PERPINA — WOMEN LEADERS FOR A SUSTAINABLE FUTURE.

 

PEREMPUAN INDONESIA, MERCU SUAR DUNIA.

 

 

HUMAS DPP PERPINA

 

Ama

Vanina

 

Popular Articles