http://redaksi.co 14 September 2026
JAKARTA – Perjalanan karier Brigjen Pol Semmy Ronny Thabaa memasuki babak baru. Perwira asal Serui, Papua, itu kini dipercaya mengemban tugas sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri, setelah sebelumnya menjabat Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Daya.
Mutasi tersebut tertuang dalam Telegram Kapolri Nomor ST/335/VI/KEP/2026 tertanggal 25 Juni 2026. Penempatan ini menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan karier Semmy karena membawanya dari lingkup operasional kewilayahan ke lingkungan pendidikan dan pembinaan calon pemimpin Polri.
Semmy membenarkan perpindahan tugas tersebut. Ia mengatakan mulai menjalankan tugas barunya di Sespim Lemdiklat Polri sejak 1 Juli 2026.
“Saya mutasi dari Papua Barat Daya ke Sespim Lemdiklat Polri per 1 Juli, mohon doanya,” ujar Semmy saat dikonfirmasi, Minggu (13/9/2026).
*Putra Serui dengan Pengalaman Panjang di Lapangan*
Semmy merupakan lulusan Akademi Kepolisian dan dikenal memiliki perjalanan panjang dalam penugasan di berbagai wilayah.
Sebelum dipercaya menjadi Wakapolda Papua Barat Daya, Semmy pernah menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain Kapolres Jayawijaya, Kapolres Paniai, Kapolres Nabire, Kapolres Tegal, Dansat Brimob Polda Papua Barat, Karo Ops Polda Maluku Utara, Analis Kebijakan Madya Bidang Ops Sops Polri dalam rangka Dikreg Sesko TNI, hingga Karo Ops Polda Banten.
Ia mulai menjabat Wakapolda Papua Barat Daya pada akhir Desember 2024. Penunjukannya ketika itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2776/XII/KEP/2024 dan ST/2777/XII/KEP/2024 tertanggal 30 Desember 2024.
Setelah sekitar satu tahun enam bulan mengawal keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua Barat Daya, Semmy kembali mendapat amanah baru di tingkat nasional.
*Tegas di Lapangan, Bangun Komunikasi dengan Masyarakat*
Selama bertugas di Papua Barat Daya, Semmy dikenal sebagai perwira berlatar belakang Brimob yang mengedepankan ketegasan sekaligus pendekatan humanis.
Pengalaman panjang di lapangan membuatnya tidak hanya berhadapan dengan persoalan keamanan, tetapi juga dituntut membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Hubungan antara kepolisian dengan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat menjadi bagian yang diperhatikan dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Sorong Raya.
Pendekatan yang komunikatif dan sederhana membuat Semmy aktif membangun jejaring lintas sektor. Baginya, menjaga keamanan tidak semata mengandalkan kekuatan aparat, tetapi juga membutuhkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat.
Perhatian terhadap generasi muda juga menjadi salah satu sisi lain dari kiprahnya. Semmy turut mendorong olahraga seperti tinju, biliar, dan sepak bola sebagai sarana pembinaan karakter sekaligus ruang positif bagi anak-anak muda di Papua Barat Daya.
*Tak Toleran terhadap Penyalahgunaan BBM Subsidi*
Di balik pendekatan humanisnya, Semmy juga menunjukkan sikap tegas ketika berhadapan dengan persoalan yang menyangkut kepentingan publik.
Salah satunya terlihat dalam penanganan dugaan keterlibatan oknum Polri dalam kasus mafia BBM bersubsidi di wilayah Papua Barat Daya yang turut menyeret dua tersangka dari kalangan sipil.
Saat itu, Semmy menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap penyalahgunaan BBM subsidi pemerintah.
“Saya sebagai Wakapolda tidak ada toleransi atas penyalahgunaan BBM subsidi pemerintah untuk masyarakat, karena ini merupakan kebijakan strategis negara untuk mengatasi dampak dinamika situasi global yang sedang melanda dunia,” tegasnya.
Semmy juga meminta proses hukum yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berjalan tanpa tekanan maupun intervensi.
“Artinya tidak boleh ada intervensi-intervensi atau ada sesuatu yang mengganggu proses penyelidikan bahkan ke tingkat penyidikannya,” ujarnya.
Menurut Semmy, keterbukaan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.
“Jadi mau tidak mau kita harus terus transparan dengan pengungkapan yang sedang dikerjakan oleh Ditreskrimsus,” katanya.
Ia bahkan mengingatkan bahwa pemberantasan kejahatan akan sulit dilakukan apabila aparat yang diberi amanah justru ikut terlibat dalam praktik ilegal.
“Kejahatan akan semakin menjadi-jadi apabila orang-orang yang diberikan amanah dan tanggung jawab untuk meniadakan perbuatan jahat itu justru ikut-ikutan menjadi jahat,” pungkasnya.
*Dari Operasional ke Ruang Pembentukan Pemimpin*
Kini, pengalaman Semmy di lapangan akan dibawa ke lingkungan Sespim Lemdiklat Polri.
Perpindahan tersebut bukan sekadar perubahan jabatan. Semmy memasuki ruang yang memiliki peran penting dalam membentuk dan menyiapkan calon pemimpin Polri.
Rekam jejaknya sebagai perwira yang lama bertugas di Papua, pengalaman menangani persoalan keamanan, kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat, serta sikap tegas terhadap praktik ilegal menjadi modal yang akan dibawa ke tugas barunya.
Dari wilayah timur Indonesia, Brigjen Semmy Ronny Thabaa kini berada di lingkungan pendidikan kepemimpinan Polri di tingkat nasional. Babak baru itu sekaligus menempatkannya pada posisi untuk mentransformasikan pengalaman panjang di lapangan menjadi pengetahuan bagi generasi calon pemimpin kepolisian berikutnya. (Red)
http://Agus kustiadi 14 September 2026

