Jember, redaksi.co – Ulang tahun biasanya dirayakan dengan kue dan lilin, tapi Polsek Jombang punya resep sendiri: tumpeng menggunung, canda berseliweran, dan suasana yang lebih mirip hajatan warga ketimbang upacara kenegaraan. Bedanya? Nggak ada MC joget atau saweran, tapi tetap heboh!
Tepat pukul 11.00 WIB, langit cerah, perut keroncongan, dan tamu berdatangan seperti mau kondangan massal. Mulai dari Camat Jombang Nuryadi, Danramil Kapten Inf Pranoto, para kades se-Kecamatan Jombang, hingga staf Polsek yang biasanya cuma muncul di absen -hari ini semua tumplek blek!
Pak Camat buka sambutan dengan gaya stand-up comedy level Jombang: “Biasanya yang ulang tahun dikado, ini malah yang ulang tahun yang kasih inspirasi. Polsek Jombang, mantap pol!”
Danramil langsung menimpali sambil nyendok opor: “Potong tumpeng ini bukan simbolis doang, tapi juga karena udah laper dari tadi.

Puncak kehebohan terjadi saat potongan tumpeng pertama mendarat ke tangan Bripda Ridho Bagus Tetuko, si bungsu di Polsek. Wajahnya langsung campur aduk: seneng, bingung, nyaris nangis, tapi tetap tahan gaya.
“Rasanya kayak ulang tahun kedua, Pak. Tapi kali ini nggak ada kado, cuma banyak kamera,” katanya polos sambil senyum-senyum bingung.
Doa penutup dipimpin oleh Bripka Museni, yang mendadak jadi ustaz dadakan. Doanya khusyuk, tapi tetap dengan gaya adem nan bersahaja. Bahkan yang biasa skip salat pun ikut angguk-angguk.
Dalam pidatonya, Kapolsek AKP Miftakhul Huda tampil santai, seperti kepala desa lagi ngobrol di warung kopi,

“Polsek ini bukan cuma tempat laporan kehilangan, tapi juga tempat curhat. Pokoknya, yang penting aman, nyaman, dan kalau bisa – nggak lupa ngopi!”
Beliau juga menyisipkan pesan mendalam yang langsung ngena ke hati: “Polri harus jadi sahabat masyarakat. Bukan hanya jaga malam, tapi juga jaga hati. Karena kadang yang hilang bukan motor, tapi perasaan.
Sementara Kades Jombang, Drs. Sugeng Sutrisno menyampaikan, “Saya mewakili seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Jombang, mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolsek. Beliau ini bukan cuma polisi, tapi juga seperti saudara sendiri. Urusan kamtibmas? Gampang. Tinggal ngopi bareng, ngobrol sebentar, masalah selesai-nggak perlu pakai kop surat!
“Hubungan kami dengan Polsek Jombang itu ibarat keluarga besar. Kadang kayak kakak-adik, kadang kayak tetangga yang tiap sore saling nyapa. Pokoknya, Polsek Jombang ini kalau diajak rembukan, adem. Nggak ada yang tegang-tegangan, yang ada malah sering ketawa bareng. Semoga guyub rukun ini terus terjaga, dan makin kompak demi keamanan dan kenyamanan warga.
Acara ditutup dengan foto bersama, tawa bersambung, dan satu insiden kecil: rebutan lauk opor ayam. Untung nggak ada yang baper, paling cuma sendok yang ketinggalan di piring orang lain.
Dan begitulah HUT Bhayangkara ke-79 di Polsek Jombang. Hangat, lucu, guyub, dan yang pasti: penuh harapan bahwa polisi makin humanis, dan kalau bisa, makin lucu juga.(Sofyan)






