RUMAH IBU SINAH DAN 3 WARGA PESENG TERLANTAR, REDAKSI.CO SERUKAN AKSI KEMANUSIAAN
Lombok Barat – Redaksi.co
Di tengah geliat pembangunan yang terus digencarkan di berbagai wilayah, masih ada sudut-sudut desa yang luput dari perhatian pemerintah. Salah satunya adalah rumah milik Ibu Sinah, warga Dusun Peseng, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, yang kondisinya jauh dari kata layak huni.

Ibu Sinah adalah seorang janda tua yang hidup sebatang kara. Sehari-harinya, ia bekerja sebagai buruh tani dengan upah hanya Rp30.000 per hari—dan itu pun jika ada pemilik sawah yang membutuhkan tenaganya. Pendapatan yang sangat minim ini nyaris tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi memperbaiki rumahnya yang sudah rapuh dimakan usia.

Rumah yang ia tempati saat ini lebih mirip gubuk tua. Dindingnya reyot, atapnya bocor, dan lantainya berdebu tanpa keramik. Saat hujan turun, air masuk dari berbagai celah, membuat Ibu Sinah harus memindahkan barang-barangnya agar tidak basah. Kondisi ini jelas membahayakan kesehatan dan keselamatan beliau, terutama di usianya yang sudah lanjut.
Tidak hanya Ibu Sinah, terdapat tiga warga lain di Dusun Peseng yang juga hidup dalam kondisi rumah tidak layak huni. Ironisnya, mereka semua luput dari bantuan pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten.

Sebagai media yang berkomitmen menjadi suara rakyat kecil, wartawan Redaksi.co menyerukan kepada Pemerintah Desa Taman Ayu, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, serta seluruh pihak terkait untuk turun tangan. Kami juga mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar Desa Taman Ayu, seperti PLTU Jeranjang, PLTG Jeranjang, PLTD Jeranjang, dan GI Jeranjang, untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan aksi kemanusiaan membedah rumah-rumah warga ini.

Partisipasi dari pemerintah, perusahaan, maupun masyarakat luas diharapkan dapat mewujudkan hunian yang layak bagi Ibu Sinah dan warga lainnya. Karena rumah bukan sekadar tempat berteduh, melainkan hak dasar setiap warga negara untuk hidup dengan aman, sehat, dan bermartabat.
Sudah saatnya pembangunan di Lombok Barat tidak hanya terlihat dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari senyum warga kecil yang merasakan langsung kehadiran pemerintah dan perusahaan di lingkungannya.
Sumber : Media Nasional investigasi-Redaksi.co
Read: Abach Uhel






