Jakarta,Redaksi.Co– Keterlibatan RSUD Tarakan dalam sistem dukungan medis ajang AFC Futsal 2026 menegaskan kesiapan rumah sakit publik Jakarta dalam memenuhi standar layanan kesehatan bertaraf internasional, Sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama DKI Jakarta, RSUD Tarakan ditetapkan dalam skema kesiapsiagaan medis turnamen, khususnya untuk penanganan kasus kegawatdaruratan akibat cedera serius selama pertandingan.
Ketua Umum Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, Agung Nugroho, menyebut kepercayaan yang diberikan kepada RSUD Tarakan bukan sekadar penugasan teknis, melainkan refleksi dari kesiapan sistem layanan publik yang terintegrasi.
“Ajang olahraga internasional seperti AFC Futsal memiliki standar medis yang sangat ketat,Ketika RSUD Tarakan masuk dalam sistem rujukan resmi, itu berarti fasilitas, sumber daya manusia, dan tata kelola kegawat daruratannya telah dinilai layak secara profesional,” ujar Agung kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, pertandingan futsal tetap memiliki potensi risiko cedera, mulai dari trauma kepala, patah tulang, hingga gangguan pernapasan, Karena itu sistem medis yang diterapkan dalam event internasional umumnya berlapis, mulai dari tim medis arena, ambulans siaga, hingga rumah sakit rujukan yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Rumah sakit rujukan tidak bisa bekerja spontan. Semua harus siap dari sisi IGD, dokter spesialis, peralatan diagnostik sampai sistem rujukan, Biasanya diawali dengan simulasi dan koordinasi lintas pihak sebelum turnamen berlangsung,” katanya.
Menurut Agung, keterlibatan RSUD Tarakan dalam AFC Futsal 2026 berpotensi memperkuat posisi rumah sakit tersebut sebagai rujukan strategis layanan kesehatan ibu kota, Pengalaman terlibat dalam event internasional dinilai akan berdampak langsung pada peningkatan kapasitas institusi secara berkelanjutan.
“Standar internasional mendorong sistem menjadi lebih disiplin dan terstruktur,Protokol diperketat, koordinasi diperjelas. Ini bukan hanya untuk event, tapi penting bagi penguatan layanan kesehatan jangka panjang,” ujarnya.
Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dan komunikasi publik, Menurutnya masyarakat perlu memahami peran rumah sakit daerah dalam mendukung agenda internasional agar kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan semakin kuat.
“Rumah sakit publik tidak hanya bekerja, tapi juga perlu menjelaskan perannya. Ini bagian dari akuntabilitas, Keterlibatan RSUD Tarakan di AFC Futsal harus dipahami publik sebagai bukti kesiapan layanan kesehatan Jakarta,” tegasnya.
AFC Futsal 2026 menjadi salah satu agenda olahraga internasional yang digelar di Jakarta, dengan tuntutan kesiapan sistem pendukung yang komprehensif, termasuk layanan medis yang responsif dan terintegrasi, Keterlibatan RSUD Tarakan diharapkan memastikan dukungan medis berjalan sesuai standar keselamatan yang ditetapkan federasi olahraga Asia, sekaligus memperkuat citra layanan kesehatan publik Indonesia di level internasional.






