Redaksi.co, Jakarta | Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar Perayaan Puncak Hari Lahir (Harlah) ke-66 di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI Jakarta, Sabtu (25/2) dengan penuh semangat kebersamaan. Mengusung tema “Aksi Nyata PMII untuk Indonesia”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran organisasi dalam menjawab tantangan zaman.

Ketua Umum Pengurus Besar PMII, Shofiyullah Cokro, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh kader PMII di berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa kekuatan utama organisasi terletak pada soliditas kader di tingkat bawah.

“Kami mengucapkan selamat Harlah ke-66 PMII. Pengurus Besar telah melakukan rapat koordinasi dan memberikan berbagai instruksi organisasi. Namun, ujung tombak gerakan tetap berada di tangan sahabat-sahabat di tingkat rayon dan cabang. Tanpa mereka, kami di PB tidaklah berarti apa-apa,” ujar Shofiyullah di hadapan peserta.

Ia menjelaskan, PMII sebagai organisasi kader memiliki kesinambungan sejarah perjuangan yang harus terus dijaga. Setiap generasi, kata dia, memikul tanggung jawab untuk melanjutkan estafet kepemimpinan serta nilai-nilai yang telah dirintis para pendahulu.

“Kita adalah penerus amanah perjuangan para pendahulu, termasuk dari masa kepemimpinan Muhammad Abdullah Fikri. Apa yang telah mereka gariskan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk dilanjutkan dan diwujudkan dalam aksi nyata,” katanya.

Perayaan Harlah ke-66 ini tidak sekadar seremoni, melainkan juga menjadi ajang konsolidasi nasional bagi kader PMII. Organisasi ini berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kontribusi konkret di bidang sosial, pendidikan, dan kebangsaan.

Dengan mengusung semangat “Aksi Nyata”, PMII kembali menegaskan jati dirinya sebagai organisasi kader yang progresif, responsif, serta berakar kuat pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan