Proyek Aspirasi di Labulia Disorot, Papan Informasi Tak Kunjung Terpasang
LOMBOK TENGAH, Redaksi.co — Pengerjaan sejumlah proyek yang disebut bersumber dari aspirasi anggota DPRD Provinsi NTB, Tgh. H. Patompo Adnan, Lc., di wilayah Dusun Labulia, Desa Labulia, Kabupaten Lombok Tengah, mendapat sorotan dari masyarakat.
Sejumlah persoalan dipertanyakan warga, mulai dari teknis pengerjaan paving block, pembagian satu aspirasi ke dua lokasi, hingga belum terpasangnya papan informasi proyek meski pekerjaan disebut sudah mendekati rampung.
Salah seorang warga Dusun Labulia berinisial SI mengatakan, pemasangan paving block pada proyek gang menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian.
Menurutnya, sebelum paving dipasang, permukaan dasar seharusnya dipadatkan terlebih dahulu agar konstruksi lebih kuat dan sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan.
“Yang kami lihat di lapangan, pemasangan paving dilakukan tanpa disetamper terlebih dahulu. Seharusnya dasar atau permukaan tanah dipadatkan agar hasil pekerjaan kuat dan sesuai spesifikasi,” kata SI, Kamis (20/8/2026).
Selain persoalan teknis, SI juga mempertanyakan informasi mengenai satu aspirasi yang disebut dibagi menjadi dua lokasi pekerjaan.
“Informasinya satu aspirasi dibagi menjadi dua lokasi. Kalau memang seperti itu, tentu kami mempertanyakan bagaimana dengan volume yang sudah ditentukan untuk masing-masing lokasi,” ujarnya.
Papan Informasi Proyek Belum Terpasang
Sorotan lainnya menyangkut papan informasi proyek yang hingga kini belum terlihat terpasang di lokasi.
SI mengaku telah beberapa kali melakukan konfirmasi terkait papan proyek tersebut, namun menurutnya selalu mendapat jawaban bahwa papan akan dipasang kemudian.
“Kami sudah beberapa kali melakukan konfirmasi terkait papan proyek, tetapi jawabannya selalu besok dan besok. Sampai sekarang papan proyek belum juga dipasang,” ungkapnya.
Menurut SI, papan informasi penting agar masyarakat dapat mengetahui secara terbuka sumber anggaran, nilai pekerjaan, volume pekerjaan, pelaksana, konsultan pengawas serta jangka waktu pelaksanaan
.“Karena papan proyek tidak ada, kami tidak tahu berapa anggarannya, berapa volumenya, kapan mulai dikerjakan dan kapan batas waktu penyelesaiannya,” katanya.
Pengerjaan Mushola di Aik Paek Juga Disorot
Selain proyek gang, SI juga menyoroti pengerjaan mushola di wilayah Aik Paek, Dusun Enjak.
Ia menyebut pekerjaan mushola tersebut kini sudah mendekati selesai dan hanya menyisakan pengecoran rambatan pada bagian pinggir. Namun, papan informasi proyek disebut belum juga terpasang.
“Pengerjaan mushola itu sudah hampir selesai, tinggal pengecoran rambatan pinggir. Tetapi sampai sekarang papan proyek belum juga dipasang,” jelasnya.
SI menegaskan, kritik tersebut bukan bertujuan menghambat pembangunan. Ia hanya meminta adanya keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait pekerjaan yang menggunakan anggaran negara.
“Kami bukan bermaksud menghambat pembangunan. Kami hanya ingin pekerjaan yang menggunakan anggaran negara dilaksanakan sesuai aturan dan masyarakat bisa mengetahui secara terbuka berapa anggarannya, volumenya dan jangka waktu pekerjaannya,” tegas SI.
Ia berharap pihak pelaksana, konsultan pengawas dan instansi terkait dapat memberikan penjelasan mengenai spesifikasi pekerjaan, pembagian lokasi aspirasi, nilai anggaran, volume pekerjaan serta alasan papan informasi belum dipasang hingga pekerjaan hampir rampung.
Redaksi.co memberikan ruang kepada pihak pelaksana maupun konsultan pengawas untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan atas berbagai sorotan tersebut. Seluruh informasi dalam pemberitaan ini merupakan keterangan dari narasumber di lapangan dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai terdapat pemeriksaan maupun keterangan resmi dari pihak berwenang.
Jurnalis: Suhaili
Media Nasional Investigasi – Redaksi.co
