Beranda blog Halaman 534

Satlantas Polres Aceh Barat Pasang Spanduk Himbauan di Sejumlah Titik Rawan Kecelakaan

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Barat melakukan pemasangan spanduk himbauan di sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas (lakalantas), Selasa 27/5/2025.

Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 11.00 WIB, dengan menyasar beberapa desa yang berada di wilayah hukum Polres Aceh Barat, seperti Desa Seuneubok, Desa Ruak Raya, dan Desa Suak Geudeubang.

Adapun spanduk yang dipasang berisi imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati di jalan yang diketahui memiliki potensi bahaya, seperti jalan berlubang, jalan bergelombang, serta daerah yang sering dilalui hewan ternak.

Tampak dalam dokumentasi kegiatan, personel Satlantas dengan sigap memasang spanduk di pinggir jalan raya. Beberapa spanduk yang terpasang bertuliskan pesan keselamatan seperti “Hati-Hati Daerah Rawan Kecelakaan, Kurangi Kecepatan Anda” dan “Gunakan Helm dan Patuhi Rambu-Rambu Lalu Lintas”. Pemasangan dilakukan secara manual dengan dukungan kendaraan operasional Satlantas Polres Aceh Barat.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Lantas Iptu Yusrizal, S.E., mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama di daerah rawan.
“Kami harapkan dengan adanya spanduk ini, masyarakat dapat lebih waspada saat berkendara, terutama di titik-titik yang rawan terjadi kecelakaan. Ini merupakan bagian dari upaya preventif yang kami lakukan,” ujar Iptu Yusrizal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polres Aceh Barat untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang seringkali disebabkan oleh kondisi jalan yang tidak layak, keberadaan hewan ternak yang berkeliaran, serta kurangnya kesadaran pengguna jalan.

Pemasangan spanduk pada tempat-tempat tersebut, ucap Iptu Yusrizal, diharapkan mampu memberikan peringatan agar pengendara selalu hati-hati dan waspada saat melintas di kawasan tersebut.

Selain pemasangan spanduk, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang untuk mengedukasi warga sekitar tentang pentingnya keselamatan di jalan raya.

Dengan adanya kegiatan ini, Polres Aceh Barat berharap masyarakat semakin peduli dan patuh terhadap aturan lalu lintas demi keselamatan bersama ****

Koperasi Merah Putih Gampong Ranto Panyang Timur Terbentuk,Faizin Terpilih Menjadi Ketua,

0

Aceh Barat.Resaksi.co.
Pemerintah Gampong Ranto Panyang Timur menggelar Musyawarah Khusus Desa ( Musdesus) , musyawarah ini di laksanakan di kantor Keuchik pada Kamis 29/5/2025.

Acara musyawarah di hadiri oleh Camat Kecamatan Meureubo diwakili oleh Setcam,Babinsa,PJ Keuchik, Unsur Tuha Peut,Tokoh Pemuda, Tokoh masyarakat,serta masyarakat yang antusias menghadiri musyawarah untuk memilih pengurus Koperasi Merah Putih.

Setcam kecamatan Meureubo mewakili Camat mengajak masyarakat untuk memilih sosok pengurus yang di anggap mampu menjalankan tugasnya dalam mengelolah koperasi nantinya,sebab koperasi ini sangat penting karena keberadaanya dapat mendukung perekonomian masyarakat.

“Mari kita menggunakan kesempatan ini untuk memilih sosok pengurus yang benar benar bisa bekerja memanfaatkan program koperasi untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat kita, ujarnya

Proses musyawarah yang dilaksanakan ini berjalan dengan cukup baik dalam suasana cukup demokrasi,dan proses akhir dari musyawarah menetapkan Saudara Faizin sebagai ketua umum koperasi merah putih dengan komposisi pengurus sebagai berikut.

1. Ketua umum : Faizin

2.Sekretaris. : Januar Saputra

3.Ketua bidang : Aibid Fadhila
Anggota
4.Ketua bidang. : Rahmad
Usaha
5.Bendahara : Sarifah

Ketua terpilih Faizin kepada media ini mengatakan,wadah koperasi Merah Putih adalah salah satu pilar perwujudan kemandirian ekonomi masyarakat.

” Semoga dengan terbentuknya kepengurusan koperasi merah putih di Gampong Ranto Panyang Timur ini, kita harapkan ekonomi masyarakat akan berkembang dan dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat kita dan koperasi adalah salah satu pilar utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi Gampong,dan untuk kedepan bisa meningkatkan kemakmuran bagi masyarakat umumnya,Ujar Faizin ketua terpilih.

Sementara itu Pejabat Keuchik Gampong Ranto Panyang Timur Jefri Kurniawaan menyatakan , pembentukan koperasi merah putih di setiap Gampong dalam kecamatan Meureubo khususnya adalah Instruksi presiden Prabowo Subianto,dimana dengan adanya koperasi, tentu menjadi wadah bagi Gampong untuk dapat mensejahterakan masyarakat.

“Dengan adanya koperasi,angka pengangguran di Gampong dapat sedikit di kurangi,dan kita harus dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,dan siapa saja yang terpilih sebagai pengurus agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik,dan pengurus terpilih harus transparan dengan unit usaha koperasi,Ujar Jefri

Lebih lanjut PJ keuchik yang baru saja di percayakan memimpin pemerintahan Gampong Ranto Panyang Timur ini mewanti wanti pengurus koperasi terpilih agar tidak saja mau,tetapi pengurus harus bisa bekerja untuk kemajuan program,banyak yang mau jadi pengurus,tapi tidak semua mampu bekerja.

“Jadi kepada pengurus koperasi Merah Putih terpilih,selamat bekerja, manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, mari kita laksanakan tugas dan fungsi secara benar,karena masyarakat menaruh kepercayaan kepada saudara,dan jangan kecewakan kepercayaan masyarakat, Pungkasnya.

Musyawarah pemilihan pengurus koperasi Merah Putih di akhiri dengan suasana penuh keakraban dan foto bersama dengan semua yang hadir dengan pengharapan akan terwujud apa yang menjadi cita cita bersama.****

.

Antisipasi Secara Dini Scammer Judi Online dan Pekerja Migran Indonesia Jadi Korban TPPO di Sumsel

0

Redasksi.co | Palembang – Laskar Abah Paten (LAHAN ) bersama Elemen Masyarakat serta Polda Sumsel mengadakan kegiatan Dialog Kebangsaan dengan tema ” Antisipasi Secara Dini Scammer Judi Online dan Pekerja Migran Indonesia Yang Menjadi Korban
Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Wilayah Provinsi Sumsel” kegiatan dialog tersebut berlansung di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Kamis (29/05/25).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Aminah, SH.,M.Si selaku Pengantar Kerja Ahli Muda BP3MI Sumsel, Ruspanda Karibullah, ST Ketua Laskar Abah Paten (Anggota DPRD Kota Palembang), AKBP Dwi Utomo, SH,.MM Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel, Idham Sapana Kasi Intregrasi Data dan Keamanan Informasi Dinas Kominfo Sumsel serta tamu undangan.

Acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta dilanjutkan pemaparan dari para narasumber, diikuti dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk menggali lebih dalam terkait isu-isu tersebut. Dialog ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari tindak pidana yang merugikan negara dan masyarakat.

Ruspanda Karibullah, ST Ketua Laskar Abah Paten (LAHAN) mengatakan ini adalah salah satu bentuk kegiatan dari Laskar Abah Paten Sumatera Selatan, dimana kami mendukung kegiatan yang positif ini khususnya Polda Sumsel, bagaimana kita mengkampanyekan bahaya judi Online.

Dan,”tentu juga kita kut mengkampanyekan pekerja migran, bahwa pekerja migran yang tentunya ilegal akan menjadikan dampak yang negatif,”ujanrya.

Terkait masalah ini kami (Laskar Abah Paten Sumsel) menghimbau khususnya kepada orang tua bahwa judi online itu sangat bahaya bagi kita semua, dan kita sama-sama mengingatkan hari ini sampai dengan ke depan untuk sama-sama orang tua bersama pemerintah baik provinsi maupun pemerimtah kota bahwa ini budaya musuh kita bersama.

Kebanyakan bahaya judi online ini sudah merusak regenerasi, merusak harapan anak bangsa karena sudah masuk di sekolah-sekolah dan kampus-kampus.

Kita minta pemerintah Kota Palembang maupun Provinsi untuk mengkampanyekan ke sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan terhadap bahaya judi online, dan ini yang kita dorong.

“Harapannya dengan kegiatan ini, ini bagian langkah awal yang kita lakukan dan kemungkinan terus kita lakukan,”tutupnya

Sementara Itu, Kepala BP3MI Sumsel, Waydinsyah yang di Wakili oleh Aminah, SH.,M.Si selaku Pengantar Kerja Ahli Muda BP3MI Sumsel mengatakan kegiatan ini kami sangat mengapresiasi karena kegiatan ini bersinergi untuk mencegah dan memberantas TPPO khususnya negara-negara kamboja dan sekitarnya.

Jadi seperti,”komunitas Laskar Abah Paten, Motor Moge dan Vespa sebagai pesertanya, yang nantinya bisa menyebarluaskan kegiatan seperti ini, sehingga mereka lebih tahu bahwa jangan mudah percaya dengan penawaran bekerja ke negara Kamboja, Thailand, Vietnam, Laos dan sekitarnya, dimana teman-teman kita kadang setelah di sana baru merasakan bahwa mereka adalah korban,”ujarnya.

“Untuk teman-teman mencari kerja atau yang sedang mencari loker Jangan mudah terbujuk rayu yang menerima tawaran pekerjaan yang cepat terutama ke luar negeri khususnya negara-negara Kamboja Thailand, Myanmar, Vietnam Laos sekitarnya, Indonesia tidak ada kerjasama penempatan ke negara-negara tersebut untuk saat ini,”pungkasnya.

100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Mendapat Apresiasi Dari Anggota DPRK Aceh Barat

0

Aceh Barat
Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) DPRK Aceh Barat, Tarmizi, SE., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja cepat Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat, Tarmizi-Said (TARSA), khususnya dalam sektor pertanian yang juga menjadi salah satu dari 100 program unggulan TARSA, yaitu fokus utama pembangunan daerah.

Dalam pernyataannya kepada media, Tarmizi, SE., menegaskan bahwa apa yang pernah dijanjikan oleh pasangan Tarmizi-Said pada masa kampanye lalu bukan sekadar isapan jempol.

Komitmen mereka untuk menggenjot sektor pertanian terbukti nyata hanya dalam 100 hari pertama masa kerja.

“Atas nama Rakyat Aceh barat, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pasangan TARSA yang telah menunjukkan keseriusan dalam membangun daerah, terutama sektor pertanian yang sangat vital bagi masyarakat,” ujar Tarmizi, SE. Kamis 29/5/25.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat adalah menghadirkan sejumlah unit traktor baru untuk mendukung para petani di berbagai kecamatan.

Bantuan alat pertanian ini dinilai sangat membantu efektivitas dan efisiensi kerja petani di lapangan.

“Pengadaan unit -unit traktor ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Ini bukan hanya soal janji, tapi soal bukti bahwa mereka bekerja untuk rakyat,” tambahnya.

Sektor pertanian menurut Tarmizi SE merupakan tulang punggung ekonomi sebagian besar dari masyarakat Aceh Barat.

Dan dengan dukungan peralatan dan kebijakan yang tepat, ia optimis hasil pertanian akan meningkat dan kesejahteraan petani dapat terangkat secara signifikan.

Tarmizi Satar juga mengajak semua pihak, termasuk anggota legislatif, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen rakyat Aceh Barat untuk mendukung langkah-langkah pembangunan yang telah dimulai oleh kepemimpinan Tarmizi-Said.

“Kami melihat ada niat yang tulus dan tekad kuat dari mereka berdua. Sudah saatnya semua pihak bergandengan tangan demi kemajuan daerah ini. Mari kita kawal dan dukung bersama,” pungkasnya.

Seperti yang kita ketahui,Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat, Tarmizi dan Said Fadheil, resmi dilantik awal tahun ini dan telah menyusun sejumlah program prioritas, selain bidang kesehatan, pendidikan, sosial, keagamaan, dan Birokrasi, bidang pertanian menjadi salah satu sektor utama yang mendapatkan perhatian khusus di 100 hari kerja perdana TARMIZI – SAID.****

Koperasi Merah Putih Ranto Panyang Barat Terbentuk, Muhammad Rafi Jadi Ketua,Ini Harapannya

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pemerintah Gampong Ranto Panyang Barat melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang bertempat di kantor Keuchik setempat pada Kamis 29/5/2025.

Musyawarah pembentukan Koperasi Merah Putih ini dihadiri oleh Camat Kecamatan Meureubo yang diwakili Setcam, Keuchik, Aparatur Gampong Pendamping desa ,Unsur Babinsa,Unsur Tuha Peut, Tokoh masyarakat,dan masyarakat lainnya

Proses Pembentukan pengurus koperasi ini di awali dengan penjaringan calon yang di ikuti 7 orang kandidat calon yang terdiri dari
1.Muhammad Rafi
2.Musa Alkabir.
3.Risal Fahmi.
4.Uus Eliyadi.
5.Intan Rafni.
6.Umi Salamah.
7.Irhamullah.

Dalam proses pemungutan suara yang berlangsung secara demokrasi ini ,terpilih saudara Muhammad Rafi dengan perolehan suara tertinggi,sehingga secara mutlak menjadi Ketua Koperasi Desa Merah Putih Gampong Ranto Panyang Barat,sementara kandidat yang lain mengisi posisi lainya dalam struktur koperasi.yakni:

1.Ketua :Muhammad Rafi.S.Hum

2.Wakil Ketua :Irhamullah
Bidang Usaha

3.Wakil Ketua :Risal Fahmi
Bidang Anggota

4.Sekretaris. :Musa Alkabir

5.Bendahara. :Uus Elyadi

Pasca terpilih sebagai ketua,kepada media ini ,Muhammad Rafi mengatakan akan bekerja sama dengan semua elemen pengurus dalam menjalankan koperasi agar dapat berjalan seperti yang diharapkan oleh pemerintah.

“Saya berharap dengan adanya koperasi di Gampong kita ,saya harapkan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat, melalui koperasi,kita bisa tingkatkan perekonomian,dan siapa saja yang berkeinginan untuk menerima manfaat dari keberadaan koperasi akan kita penuhi asalkan sesuai dengan mekanisme yang diatur , Ucap Rafi.

Dalam acara pembentukan koperasi merah putih di Gampong Ranto Panyang Barat ini , Camat Kecamatan Meureubo yang diwakili Setcam,dalam sambutannya mengatakan, pembentukan Koperasi harus mengutamakan azas kebersamaan demi tercapainya tujuan bersama,

“Untuk di ketahui bersama bahwa tujuan utama dari Pendirian Koperasi Merah Putih di Gampong adalah untuk mendongkrak
Perekonomian masyarakat seperti yang diharapkan oleh pemerintah,” Ujar Setcam

Proses pemilihan pengurus koperasi di akhiri dengan foto bersama dan dengan terbentuknya kepengurusan koperasi merah putih ini nantinya bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat luas dalam mengerakkan perekonomian masyarakat****

*Kapolda Malut Pimpin Sidang Penentuan Hasil Seleksi Awal Penerimaan Anggota Polri 2025*

0

REDAKSI.CO – Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., memimpin sidang penentuan hasil seleksi tahap awal menuju Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II dalam Penerimaan Terpadu Taruna Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2025, pada Rabu (28/5/2025).

Sidang tersebut digelar secara terbuka dan dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Malut, pengawas internal dari Itwasda dan Bidpropam, serta pengawas eksternal dari Jaringan Pendamping Kebijakan dan Pembangunan Nasional (JP3M).

Para peserta seleksi dari jalur Akpol, Bintara, hingga Tamtama juga hadir dalam forum yang dilaksanakan secara transparan ini.

Kabidhumas Polda Malut, Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menyampaikan hasil sidang tahap awal dari masing-masing kategori. Dari 44 calon taruna Akpol, hanya 7 peserta dinyatakan Memenuhi Syarat (MS), yang terdiri atas 6 pria dan 1 wanita, sementara 37 lainnya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Kategori Bintara Polri mencatat jumlah peserta terbanyak. Dari total 1.242 calon Bintara Polisi Tugas Umum (PTU), hanya 138 peserta dinyatakan lolos ke tahap berikutnya. Sebanyak 1.104 peserta lainnya dinyatakan gugur.

Sementara itu, dari 16 calon Bintara Polair, hanya 3 peserta yang lolos, sedangkan dari 184 calon Bintara Brimob, hanya 25 peserta yang memenuhi syarat.

“Penerimaan dilakukan secara objektif dan transparan, sesuai prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH),” ujar Kabidhumas.

Beberapa jalur khusus seperti Bakomsus Akuntansi, Hukum, dan Tenaga Kesehatan juga turut mengikuti seleksi.

Untuk jalur Bakomsus Hukum, dari 6 peserta hanya 3 yang dinyatakan lolos. Sementara jalur Rekpro dan Bakomsus Akuntansi masing-masing mengirimkan satu peserta, dan keduanya dinyatakan memenuhi syarat.

Adapun dari 56 peserta Tamtama, sebanyak 32 peserta dinyatakan lolos seleksi tahap awal.

Sidang ini menjadi momen penentu bagi para peserta untuk melanjutkan ke tahap Pemeriksaan Kesehatan Tahap II, yang merupakan salah satu tahapan krusial dalam proses seleksi anggota Polri.

*Kunjungi Polresta Tidore, Kapolda Malut Tekankan Etika dan Profesionalisme*

0

REDAKSI.CO – Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Malut, Ny. Sari Waris Agono, melakukan kunjungan kerja dan memberikan Arahan ke Polresta Tidore pada Rabu, (28/5/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Malut, Kapolresta Tidore AKBP Heru Bidiharto, S.I.K., M.I.K., Pelaksana Tugas Wakapolresta Tidore, para pengurus Bhayangkari Daerah Malut, serta personel Polresta Tidore.

Dalam arahannya, Kapolda menekankan bahwa menjadi anggota Polri adalah sebuah kehormatan yang tidak dimiliki semua orang. “Profesi ini adalah pilihan mulia. Jangan sia-siakan dengan perilaku yang mencoreng institusi,” ujarnya.

Ia secara khusus mengingatkan soal praktik pungutan liar, arogansi kekuasaan, kekerasan berlebihan, hingga rekayasa kasus. Ia meminta anggota mengedepankan pendekatan humanis dan menjadikan Perkap Nomor 1 Tahun 2009 sebagai pedoman.

“Propam harus aktif merespons keluhan masyarakat. Jangan tunggu viral dulu baru bertindak,” tegasnya.

Lanjut, Kapolda menyoroti pentingnya membangun kepercayaan publik melalui program-program seperti Jumat Curhat dan Minggu Kasih, sebagai forum mendengar langsung aspirasi warga. Ia juga meminta jajaran merangkul kelompok-kelompok yang kerap berseberangan dengan pendekatan dialogis.

Dalam konteks penegakan hukum, Irjen Pol. Waris menegaskan pentingnya profesionalisme penyidik dan transparansi dalam proses penyidikan, termasuk dalam pengambilan keputusan penghentian perkara.

“Semuanya harus mengacu pada Perkap Nomor 6 Tahun 2019,” ujarnya.

Kapolda turut menyoroti dinamika sosial di Malut seiring masuknya investasi tambang. Ia mengingatkan pentingnya pendekatan pencegahan konflik berbasis tokoh lokal.

“Ada tiga tahap dalam penyelesaian konflik: cegah, hentikan, dan pulihkan,” katanya.

Menutup arahannya, Irjen Pol. Waris menitipkan lima pesan utama: tegakkan hukum dengan adil, jaga kekompakan, hadapi tantangan dengan tanggung jawab, bekerja dengan nurani, dan jangan bermain-main dengan anggaran negara.

Europe on Screen 2025: 25 Tahun Perjalanan Sinema Eropa di Indonesia

0

redaksi.co, Jakarta – Festival film asing paling lama di Indonesia, Europe on Screen (EoS), akan kembali hadir pada 13–22 Juni 2025 dengan perayaan istimewa: edisi ke-25 yang menandai seperempat abad kiprahnya.

Tahun ini, EoS menggelar pemutaran film di tujuh kota besar: Jakarta, Bandung, Denpasar, Medan, Surabaya, Sidoarjo, dan Yogyakarta.

Edisi perak ini menyuguhkan 55 film pilihan dari 27 negara Eropa, termasuk program retrospektif khusus film pendek Indonesia yang telah mendunia.

Festival ini tidak hanya merayakan sinema Eropa, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan budaya Eropa dan Indonesia melalui layar lebar.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, menyatakan, “Europe on Screen edisi ke-25 adalah tonggak budaya penting, bukan hanya bagi Uni Eropa, tetapi juga dalam memperkuat hubungan kami dengan masyarakat Indonesia.”

Festival akan dibuka dengan film dokumenter anak Circusboy – Zirkuskind dari Jerman, yang telah meraih penghargaan di Berlinale 2025 dan diputar di Hot Docs. Sementara itu, film penutup The Boy with Pink Pants dari Italia menyentuh isu perundungan remaja dan menjadi box-office di negaranya.

Tahun ini, lebih dari setengah film yang ditayangkan disutradarai oleh perempuan, mencerminkan semangat EoS dalam mengangkat suara yang kerap terpinggirkan dalam industri film.

“Sekitar 30 dari 55 film adalah karya sutradara perempuan, banyak di antaranya merupakan debut mereka,” ungkap Meninaputri Wismurti, Ko-Direktur Festival.

Salah satu program spesial tahun ini, From Locarno to Venice, memutar lima film pendek karya sineas Indonesia yang telah meraih pengakuan internasional di dua festival bergengsi Eropa: Locarno dan Venice.

Melalui Short Film Pitching Project (SFPP), EoS 2025 kembali memberi ruang bagi para pembuat film pendek pemula. Tahun ini mencatat rekor 373 proposal masuk, dengan 20% di antaranya berasal dari luar Indonesia.

Untuk merayakan usia ke-25, EoS menambah dua lokasi baru untuk pemutaran film: Hotel Grand Sahid Jaya di Jakarta dan Universitas Airlangga di Surabaya.

Malam pembukaan juga kembali digelar di bioskop, yang menjadi simbol kebangkitan paska pandemi.

Semua pemutaran film dalam rangkaian EoS 2025 tidak dipungut biaya dan terbuka untuk siapa saja. Informasi lengkap dapat diakses melalui www.europeonscreen.org dan media sosial resmi EoS.

Ahli Waris Terlantar 8 Tahun, Lahan 20 Ribu Meter Tol Kapal Betung Diduga Dicaplok Mafia Tanah

0

Redaksi.co | OKI, SUMATERA SELATAN – Forum Masyarakat Anti Mafia Tanah (FORMAT) Sumatera Selatan menggelar aksi damai di kantor PT Waskita Sriwijaya Tol (WST) di Desa Pedu Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir, pada Rabu (28/05/2025). Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas dugaan praktik mafia tanah dan ketidakadilan dalam proses pembebasan lahan untuk proyek pembangunan Jembatan Tol Kapal Betung (Musi 5), khususnya di Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Kota Palembang.

FORMAT Sumsel menuntut kejelasan atas lahan seluas 20.000 \, m^2 milik ahli waris almarhum Romdan Bin Sudin yang hingga kini belum mendapatkan ganti rugi. Padahal, lahan tersebut telah digunakan dalam proyek strategis nasional sejak tahun 2017. Mirisnya, ganti rugi justru diduga telah diberikan kepada pihak lain yang bukan pemilik sah.

Ultimatum 3 Hari untuk Waskita

Koordinator Aksi, Ramogers SH, seorang Aktivis ’98, menyampaikan ultimatum tegas kepada pihak Waskita Sriwijaya Tol. Ia memberikan waktu tiga hari kepada perusahaan untuk mengambil keputusan yang adil terkait pembayaran ganti rugi lahan.

“Jika tidak ada keputusan dalam waktu yang telah disepakati, kami minta secara tegas agar pihak Waskita Sriwijaya Tol menghentikan pengerjaan dan segera mengosongkan lahan milik ahli waris,” ujar Ramogers di hadapan manajemen Waskita.

Ramogers menambahkan bahwa FORMAT bersama tim gabungan, termasuk Hj. Sumiati, Nopri Macan Tutul, Mukri AS, Irwan (Bang Ambon), Azuzet Jack, dan Supeno, telah melakukan investigasi dan menemukan banyak kejanggalan serta dugaan praktik mafia tanah.

Nopri Macan tutul juga menegaskan:

“Bahwa FORMAT tidak akan mundur dalam memperjuangkan hak rakyat. “Jika perusahaan tidak bisa menunjukkan itikad baik dalam tiga hari ke depan, kami siap bergerak lebih besar, Jangan Sampai masyarakat Stres kalau stres bisa depresi kalau depresi bisa kehilangan akal,jadi Kalau kehilangan Akal Tau sendiri” tegasnya.

Dugaan Dokumen Bermasalah dan Pengalihan Dana

Mukri AS membeberkan kronologi penguasaan tanah 20.000 \, m^2 milik ahli waris almarhum Romdan Bin Sudin yang diduga dikuasai tanpa ganti rugi sejak tahun 2017. Ia memaparkan bukti kepemilikan sah berupa SKT tahun 1972 dan SKPH tahun 1976.

“Tanah itu adalah hak sah keluarga almarhum. Kami datang bukan untuk meminta, tapi menuntut keadilan,” tegas Mukri AS.

FORMAT menyoroti kemunculan dokumen seperti Akta Jual Beli (AJB) No. 30 dan Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 6 Tahun 1974 atas nama Hidayat Amin, yang patut diduga cacat hukum. Penelusuran melalui BPN Palembang dan aplikasi Sentuh Tanahku juga menunjukkan tidak adanya SHM atas nama pihak lain di atas tanah yang disengketakan.

Tuntutan Tegas FORMAT Sumsel
Dalam aksinya,

FORMAT Sumsel mengajukan sejumlah tuntutan krusial:

* PT Waskita Sriwijaya Tol segera menyelesaikan pembayaran ganti rugi kepada ahli waris yang sah.

* Usut tuntas dugaan praktik mafia tanah dan pemalsuan dokumen kepemilikan.

* Hentikan segala bentuk praktik kotor dalam pembebasan lahan proyek strategis nasional.

* Aparat penegak hukum dan pemerintah segera turun tangan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.

* Tangkap dan adili seluruh oknum mafia tanah yang terlibat dalam kasus ini.

* Apabila tuntutan ini tidak diindahkan, massa akan menghentikan secara paksa pekerjaan pembangunan Jembatan Tol Musi 5.

Komitmen Waskita dan Ancaman Aksi Lebih Besar
Koordinator Lapangan, Azuzet Jack, menjelaskan bahwa meskipun sempat berencana mengerahkan ratusan massa, FORMAT memilih untuk berdialog langsung dengan manajemen Waskita guna memberikan kesempatan mediasi.

“Ini kesempatan mediasi. Tapi kami tidak akan segan kembali turun dengan massa lebih besar, jika jawaban dari pihak WST tidak berpihak kepada kami, artinya hak rakyat tetap diabaikan,” tegas Azuzet Jack.

Pertemuan audiensi dihadiri oleh jajaran manajemen Waskita, termasuk Divisi Lahan (Wanizar dan tim), Divisi Legal (Widya dan tim), serta Tim Kuasa Hukum. Pihak Waskita menyatakan komitmen untuk menyusun agenda penyelesaian dan akan menyampaikan keputusan resmi dalam waktu tiga hari ke depan.

“Komitmen kami dari Waskita Sriwijaya Tol, apa yang Bapak sampaikan akan kami diskusikan ke atasan kami. Apa hasilnya akan kita sampaikan, kami tidak akan potong-potong, akan kami sampaikan dalam waktu tiga hari ke depan,” ujar Darul, perwakilan dari Waskita.

Aksi ini melibatkan keluarga ahli waris, masyarakat, tokoh lokal, serta para aktivis Sumsel, sebagai wujud solidaritas dalam memperjuangkan keadilan agraria dan perlindungan atas hak kepemilikan tanah di Sumatera Selatan. FORMAT Sumsel menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat, media massa, serta aparat penegak hukum untuk mendukung perjuangan ini demi tegaknya keadilan.

Sidang Perdana Vidi Aldiano vs Keenan Nasution dan Budi Pekerti Digelar, Tergugat Tak Hadir

0

redaksi.co, Jakarta – Sidang perdana perkara sengketa hak cipta antara penyanyi Vidi Aldiano dan para pencipta lagu Nuansa Bening, Keenan Nasution dan Budi Pekerti, digelar di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada Selasa (28/5). Namun, Vidi Aldiano maupun kuasa hukumnya tidak hadir dalam sidang tersebut.

Kuasa hukum Keenan dan Budi, Minola Sebayang, menyampaikan bahwa ketidakhadiran tergugat membuat sidang ditunda dan akan dilanjutkan dengan pemanggilan kedua yang dijadwalkan tiga minggu dari hari ini, yakni pada 11 Juni 2025.

“Sidang hari ini sudah dibuka, namun tergugat dan kuasa hukumnya tidak hadir. Karena itu, pengadilan akan memanggil kembali secara resmi untuk sidang kedua,” ujar Minola kepada awak media usai sidang.

Kasus ini bermula dari penggunaan lagu Nuansa Bening oleh Vidi Aldiano sejak tahun 2008 tanpa izin resmi dari para penciptanya. Lagu yang diciptakan oleh Keenan Nasution dan Budi Pekerti itu menurut kuasa hukum telah digunakan secara komersil di berbagai konser dan media distribusi tanpa pemberitahuan dan persetujuan dari pencipta lagu.

“Penggunaan lagu Nuansa Bening sudah dilakukan selama kurang lebih 16 tahun dalam lebih dari 300 pertunjukan tanpa ada izin maupun kompensasi yang layak dari pihak Vidi,” tambah Minola.

Pihak Vidi Aldiano disebut pernah menawarkan kompensasi sebesar Rp50 juta, namun ditolak oleh Keenan Nasution karena dianggap tidak sesuai dengan durasi dan skala penggunaan lagu. Setelah dilakukan somasi dan negosiasi, tawaran kompensasi meningkat menjadi ratusan juta, tetapi belum tercapai kesepakatan hingga akhirnya perkara ini dibawa ke pengadilan.

Minola mengatakan bahwa perkara ini bukan sekadar sengketa royalti, melainkan soal pelanggaran hak cipta yang telah diatur dalam Undang-Undang Hak Cipta.

“Ini bukan lagi soal apakah ada pelanggaran atau tidak, tapi soal berapa besar nilai kompensasi yang wajar dan pantas atas pelanggaran tersebut,” ujar Minola.

Pihak penggugat berharap Vidi Aldiano menggunakan kesempatan berikutnya untuk hadir dan menyelesaikan persoalan ini secara adil di hadapan hukum.

“Kalau tidak hadir sampai tiga kali, akan ada putusan verstek. Tapi kami berharap ini bisa selesai dengan itikad baik dari kedua belah pihak,” tutup Minola. Reporter Dini Kembar