Beranda blog Halaman 430

Kabar Gembira untuk Petani: Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Disambut Hangat oleh Warga Lojejer

0

JEMBER, Redaksi.co – Kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen oleh Pemerintah Pusat melalui Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, disambut hangat oleh para petani dan warga Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember.

Penurunan harga tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025, yang mengatur penyesuaian HET pupuk bersubsidi di seluruh Indonesia. Pemerintah juga mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh kios atau agen penjual agar mematuhi harga baru sesuai ketentuan.

Warga dan petani di Lojejer mengaku khawatir harga di lapangan belum sepenuhnya menyesuaikan kebijakan tersebut. Aspirasi ini kemudian disampaikan melalui Kepala Desa Lojejer, Mohammad Sholeh, S.H., M.Si., N.L.P., yang juga menjabat sebagai Ketua Gapoktan Sumber Hasil.

“Dari aspirasi petani dan warga Lojejer, kami akan melaksanakan amanah mereka. Pengawasan terhadap kios atau agen penjual pupuk bersubsidi akan dilakukan bersama para kepala desa se-Kabupaten Jember, agar harga sesuai dengan ketentuan pemerintah,” ujar Sholeh, Jumat (24/10/2025).

Lebih lanjut, Sholeh menjelaskan bahwa penurunan harga ini merupakan bukti kemampuan pemerintah dalam menjaga ketersediaan anggaran sekaligus membuka harapan besar bagi tercapainya swasembada pangan nasional di masa depan.

“Penurunan harga ini diharapkan dapat meringankan biaya produksi petani dan meningkatkan hasil pertanian. Pemerintah juga berkomitmen menindak tegas kios atau agen yang menjual pupuk di atas harga yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan media, berikut daftar jenis pupuk bersubsidi yang mengalami penurunan harga sebesar 20 persen:

Untuk Urea harga per kilogram: Rp 1.800 (turun dari Rp 2.250)

Harga per sak: Rp 90.000 (turun dari Rp 112.500)

Untuk NPK harga per kilogram: Rp 1.840 (turun dari Rp 2.300)

Harga per sak: Rp 92.000 (turun dari Rp 115.000)

Reporter: Sofyan

Zulhas Dorong Revolusi Hijau: Sampah Diolah Jadi Energi di 7 Kota Besar

0

redaksi.co, Jakarta | Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengumumkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau Waste To Energy (PSEL) akan dimulai di tujuh wilayah pada 2026. Ketujuh wilayah tersebut meliputi Bali, Yogyakarta, Bogor Raya, Tangerang Raya, Bekasi Raya, Semarang, dan Medan.

“Setelah diverifikasi, kami putuskan tujuh wilayah siap untuk pelaksanaan PSEL. Surat penetapan akan segera diterbitkan agar Danantara bisa memulai pembangunan” ujar Zulhas dalam Rapat Koordinasi Terbatas Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat (24/10).

Zulhas menjelaskan, pembangunan ini merupakan tindak lanjut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan. Program ini diharapkan tidak hanya mengatasi persoalan sampah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendukung transisi energi nasional.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menambahkan bahwa proyek PSEL akan dikerjakan selama dua tahun dengan tender terbuka yang diikuti lebih dari 200 perusahaan dalam dan luar negeri. Danantara juga akan menjadi pemegang saham di seluruh proyek untuk memastikan pelaksanaannya berjalan baik.

“Kita ketinggalan 20 tahun dalam pengelolaan sampah. Dengan teknologi ramah lingkungan ini, sampah yang sebelumnya mencemari lingkungan bisa menjadi sumber energi terbarukan,” kata Zulhas.

Lima Fraksi DPRK Aceh Barat Setuju KUA PPAS Tahun Anggaran 2026

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM menghadiri kegiatan penyampaian akhir fraksi terhadap pembahasan dan penetapan rancangan KUA PPAS Aceh Barat tahun anggaran 2026 sekaligus penutupan rapat paripurna ke VIII masa sidang ke III DPRK Aceh Barat tahun 2025.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang sidang utama DPRK Aceh Barat pada Jumat 24/10/2025

Kelima fraksi DPRK yakni PAN, PA, Golkar, Gerindra dan Dinamis menerima dan menyetujui rancangan KUA PPAS Kabupaten Aceh Barat tahun anggaran 2026.

Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM mengatakan, semua masukan dan catatan penting yang disampaikan oleh perwakilan fraksi – fraksi DPRK Aceh Barat merupakan hal positif untuk kemajuan daerah kedepannya.

“Sesuai dengan kewenangan, kita akan menindak lanjuti semuanya, karena itu juga merupakan masukan positif untuk kelancaran jalannya roda pemerintahan di Aceh Barat,” kata Tarmizi.

Tarmizi berharap kerjasama dan sinergitas antara eksekutif dan legislatif dapat terus berjalan demi terciptanya Kabupaten Aceh Barat yang lebih baik lagi kedepannya ****

Perkuat Nilai Agama ,Pemerintah Kecamatan Woyla Timur Gelar Majelis Taklim di Gampong Blang Luah

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pemerintah Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, menyelenggarakan kegiatan keagamaan berupa majelis taklim di desa Blang Luah Kecamatan setempat. Kegiatan yang menjadi agenda rutin pemerintahan kecamatan Woyla Timur merupakan bagian dari upaya masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan majelis taklim di Gampong Blang Luah ini dihadiri langsung Camat Woyla Timur Chairuman, SE dan unsur Forkopincam, sementara dari pihak desa hadir para aparatur desa, tokoh masyarakat dan warga setempat berlangsung di masjid Gampong setempat pada Jum’at 24/10-2025

Camat Woyla Timur, Chairuman, SE, mengatakan bahwa majelis taklim akan dilaksanakan disetiap gampong secara bergilir sesuai instruksi dari Bupati Aceh Barat bapak Tarmizi, SP, MM.

“Melalui kegiatan majelis taklim ini diharapkan menjadi salah satu sarana penting dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap berbagai pengaruh negatif dan menjaga keharmonisan sosial. Hari Jum’at ini kita melaksanakan kegiatan majelis taklim di gampong Blang Luah diharapkan dapat memberikan manfaat positif bagi seluruh warga,” ujarnya

Camat Chairuman menambahkan melalui pengajian dan diskusi keagamaan, masyarakat dapat meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama. Hal ini diyakini dapat membentuk karakter individu yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab, serta mempererat tali persaudaraan antar warga,” ujarnya

Kata Camat, majelis taklim juga berperan sebagai wadah silaturahmi dan komunikasi antar warga. Dalam forum ini, masyarakat dapat bertukar pikiran, berbagi informasi, dan memecahkan permasalahan bersama.

Dengan demikian, kata dia, majelis taklim tidak hanya berfungsi sebagai sarana peningkatan spiritual, tetapi juga sebagai instrumen penguatan sosial kemasyarakatan.

Diharapkan, kegiatan majelis taklim ini dapat terus berlanjut dan berkembang di.seluruh gampong di Kecamatan Woyla Timur. Dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk keberlangsungan dan kebermanfaatan kegiatan ini.

Melalui sinergi antara pemerintah Kecamatan, desa, tokoh agama, dan masyarakat, diharapkan majelis taklim dapat menjadi pilar penting dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera,”. imbuh Camat Chairuman

Kegiatan majelis taklim di Gampong Blang Luah diisi oleh pemateri pimpinan Pesantren Drazatulmuaa’lim dari Gampong Sikaya kecamatan Woyla Induk.

Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pentingnya memperkuat keimanan dan mempererat silaturahmi melalui kegiatan keagamaan seperti****

Bupati Dan Wakil Bupati Aceh Barat Hadiri Launching Adhiyaksa Peduli Stunting Aceh 2025

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM dan Wakil Bupati Said Fadheil SH menghadiri kegiatan Launching Adhyaksa Peduli Stunting Aceh 2025 yang digelar oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh di Rinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Barat pada Jumat 24/10/2025

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Yudi Triadi, S.H.,M.H mengatakan, selain Launching Adhyaksa Peduli Stunting, dalam kegiatan tersebut juga turut dilaksanakan peresmian gampong binaan Adhyaksa peduli stunting 2025.

“Kegiatan ini tentunya sebagai wujud nyata pengabdian kami dari Kejati Aceh dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka stunting. Kegiatan ini juga bukan hanya sekedar aksi sosial, melainkan bagian dari transformasi kejaksaan sebagai lembaga yang tidak hanya menegakkan hukum saja,” kaya Yudi.

Kata Yudi, kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan di Kabupaten Aceh Barat saja, namun juga telah dilaksanakan di beberapa wilayah kabupaten lainnya di Provinsi Aceh.

“Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar – besarnya kepada Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat beserta seluruh jajaran pemerintah daerah atas sambutannya yang hangat. Mudah – mudahan kegiatan kita ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Kejati Aceh dan Kejari Aceh Barat yang telah melaksanakan program Adhyaksa peduli stunting di Kabupaten Aceh Barat.

“Kita ketahui bahwa stunting merupakan persoalan strategis yang menyangkut masa depan daerah dan kualitas generasi penerus kita. Percepatan penurunan angka stunting ini juga merupakan program nasional selain dari pengendalian Inflasi,” kata Tarmizi.

Dengan adanya intervensi dan kehadiran kejaksaan dalam percepatan penurunan angka stunting maka tentunya akan sangat membantu pemerintah daerah mencapai target yang maksimal.

“Kedepan kita akan fokus pada upaya preventif, mulai sosialisasi disekolah, gerakan Posyandu dan hal lainnya untuk bisa mengatasi dan mencegah terjadinya stunting terhadap generasi penerus,” katanya.

Dikatakan Tarmizi, berdasarkan hasil pantauan dilapangan hingga Agustus 2025 ada sebanyak 159 balita stunting dari total 16.500 balita yang ada di Aceh Barat.

“Angka ini menunjukkan bahwa upaya penurunan stunting di Aceh Barat telah berada pada jalur yang menggembirakan. Namun demikian kita akan terus berikhtiar supaya angka ini semakin kecil,” ujar Tarmizi ****

Geger! Mayat Pria Mengapung di Sungai Puger Sempat Viral di Medsos

0

JEMBER, Redaksi.co – Warga Desa Pugerkulon, Kecamatan Puger, digemparkan oleh penemuan mayat seorang pria yang mengapung di aliran Sungai Kalibaan, Kamis sore (23/10/2025) sekitar pukul 16.30 WIB.

Penemuan itu langsung menjadi perbincangan hangat dan viral di media sosial setelah rekaman video warga tersebar luas di berbagai grup WhatsApp dan platform Facebook lokal.

Sosok pria tanpa identitas itu pertama kali ditemukan oleh Agus Widodo (44), warga setempat yang melintas menuju alun-alun Puger. Ia terkejut melihat tubuh manusia mengapung dalam posisi tengkurap dengan kepala mengarah ke barat.

“Saya kaget lihat ada orang mengapung di sungai, langsung panggil warga lain dan lapor ke Polsek,” ujarnya.

Petugas Polsek Puger bersama tenaga medis dari Puskesmas Puger segera menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan evakuasi. Korban semula tidak dikenal (Mr. X), dengan ciri-ciri laki-laki berusia sekitar 60-an tahun, tinggi 165 cm, rambut ikal pendek, kulit sawo matang, mengenakan singlet hitam bergaris biru dan celana kolor hitam.

Tubuh korban tampak membengkak dan mengalami lecet di beberapa bagian, diduga akibat terlalu lama berada di air serta terlilit tanaman enceng gondok. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Unit Inafis Polres Jember, identitas korban akhirnya terungkap sebagai Sahrawi (65), warga Dusun Mandaran, Desa Puger Wetan, yang berprofesi sebagai nelayan.

Menurut keluarga, korban telah tiga hari meninggalkan rumah dalam kondisi stres dan sakit-sakitan akibat penyakit hernia. “Beliau memang sering berjalan sendirian dan sudah beberapa kali menghilang sebelumnya,” ungkap salah satu anggota keluarga.

Pihak keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jenazah kemudian diserahkan untuk dimakamkan secara layak di pemakaman desa setempat.

Kapolsek Puger IPTU Edy Purwanto, S.H., membenarkan penemuan tersebut dan memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. “Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga meninggal karena sakit lalu terbawa arus sungai,” jelasnya.

Kasus ini sempat menghebohkan warga pesisir Puger, terlebih setelah videonya menyebar luas di media sosial. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan kondisi anggota keluarga, terutama yang sedang sakit atau mengalami gangguan mental.

Reporter: Sofyan

Warga Wonorejo Keluhkan Proyek Irigasi PUPR, Dinilai Tidak Sesuai dan Minim Transparansi

0

JEMBER, Redaksi.co – Sejumlah warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, mengeluhkan hasil proyek pekerjaan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Warga menilai hasil pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebelumnya, karena lebar saluran yang dikerjakan justru tampak lebih sempit dibandingkan sebelum proyek dimulai.

Menurut warga, penyempitan saluran tersebut dikhawatirkan akan mengurangi fungsi irigasi dan berpotensi menimbulkan luapan air atau banjir saat musim hujan.

“Kami melihat hasilnya malah lebih sempit dari saluran irigasi sebelumnya. Kalau begini, air bisa meluap ke jalan dan alirannya ke sawah jadi lebih lama. Petani di ujung saluran bisa-bisa tidak kebagian air,” ujar Busar, salah satu warga setempat, Senin (20/10/2025).

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh awak media di lapangan, proyek tersebut berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas melalui Satker Operasi dan Pemeliharaan, dengan kegiatan rehabilitasi jaringan tersier daerah irigasi kewenangan pemerintah daerah di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur.

Selain masalah kualitas pekerjaan, warga juga menyoroti minimnya transparansi dalam pelaksanaan proyek. Hingga berita ini diturunkan, tidak ditemukan papan proyek di lokasi kegiatan, yang seharusnya memuat informasi mengenai anggaran, sumber dana, pelaksana, serta waktu pelaksanaan.

Salah satu pihak pelaksana maupun pengawas proyek yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa pekerjaan tersebut telah dihentikan sementara dan akan dilakukan perbaikan.

“Itu sudah dihentikan, Mas, dan nanti akan diperbaiki. Kalau mau tahu lebih jelas, silakan datang langsung ke kantor di Kediri,” ujarnya singkat.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak instansi terkait belum memberikan penjelasan resmi atas keluhan masyarakat.

Warga berharap pemerintah segera meninjau ulang pelaksanaan proyek agar sesuai dengan rencana teknis, dikerjakan secara transparan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani yang bergantung pada aliran irigasi tersebut.

Reporter: Sofyan

 

Masalah Sepele Berujung Maut, Warga Patempuran Luka Parah Ditebas Golok

0

JEMBER, Redaksi.co – Aksi brutal terjadi di Dusun Junggrang I, Desa Patempuran, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember. Seorang pria berinisial Buro, warga setempat, nekat melakukan penganiayaan berat terhadap Ahmad Muzammil (24) hingga mengalami luka parah di bagian kepala.
Beruntung, berkat respons cepat Unit Reskrim Polsek Kalisat, pelaku berhasil ditangkap hanya dalam hitungan jam setelah kejadian.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Jumat pagi (17/10/2025) sekitar pukul 06.30 WIB, di tepi jalan dekat gudang milik orang tua korban. Awalnya hanya percakapan ringan seputar tutup cangkir, namun berubah menjadi pertengkaran tajam yang berujung kekerasan.

Pelaku Buro tersinggung saat saksi E mengaku tidak mengetahui keberadaan tutup cangkir tersebut. Emosi memuncak. Di tangannya tergenggam golok tajam sepanjang 40 cm, seolah siap meledakkan amarah yang tertahan.

Melihat situasi tak terkendali, korban Ahmad Muzammil berusaha menengahi dan menenangkan pelaku. Namun, niat baik itu justru berbuah tragis. Buro mendorong korban hingga terjatuh, lalu mengayunkan golok secara membabi buta ke arah kepala korban. Tiga kali tebasan, dua di antaranya mengoyak kepala.
Darah mengucur deras, warga sekitar panik, dan segera melarikan korban ke RS dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan pertolongan medis intensif.

Mendapat laporan dari saksi AYF (25), Unit Reskrim Polsek Kalisat langsung turun ke lokasi. Dengan gerak cepat dan penyisiran mendalam, keberadaan pelaku berhasil dilacak.
Buro ditangkap tanpa perlawanan, bersama barang bukti sebilah golok bergagang kayu coklat yang digunakan dalam aksi brutal tersebut.

Kapolsek Kalisat IPTU Ika Mufid Dari, S.E., M.Psi., menegaskan pihaknya tidak memberi ruang bagi pelaku kekerasan.

“Pelaku kami amankan tanpa perlawanan dan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif. Polri berkomitmen, tidak ada tempat bagi tindakan brutal yang meresahkan warga. Hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu,” tegas IPTU Ika Mufid Dari, Kamis (23/10/2025).

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 Ayat (1) dan (2) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Langkah cepat dan tegas jajaran Polsek Kalisat menjadi bukti nyata kehadiran aparat dalam menegakkan hukum dan melindungi masyarakat. Peristiwa ini juga menjadi pengingat keras bahwa emosi sesaat bisa berujung penyesalan panjang, merusak masa depan dan melukai nilai kemanusiaan (Sofyan).

Tugusari, Desa Asri yang Menyimpan Kekayaan Alam dan Harapan Baru

0

JEMBER, Redaksi.co – Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, menjadi saksi kebersamaan antara insan pers, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. Kamis pagi (23/10/2025), Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Jember bersama Dinas Perikanan, Forkopimca Bangsalsari, serta Pemerintah Desa Tugusari menebar ribuan benih ikan di aliran Sungai Bendungan.
Namun di balik kegiatan itu, tersimpan kisah lebih dalam tentang potensi dan keindahan desa yang mulai bangkit.

Dikenal dengan udara yang sejuk dan hamparan alam yang hijau, Tugusari menyuguhkan suasana pedesaan yang menenangkan. Sungai Bendungan yang mengalir jernih di antara pepohonan menjadi sumber kehidupan bagi warga. Lahan pertanian yang subur, aliran air yang bersih, serta keramahan masyarakat menjadikan Tugusari memiliki daya tarik tersendiri bagi siapa pun yang datang berkunjung.

“Desa kami memiliki potensi alam yang luar biasa. Selain pertanian, kami juga sedang berupaya mengembangkan potensi wisata berbasis sungai dan lingkungan,” ujar Kepala Desa Tugusari, Ahmad Khoiri, penuh optimisme.
Ia menambahkan, kegiatan tebar ikan menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali ekosistem sungai sekaligus langkah awal menuju desa wisata yang mandiri.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Perikanan Jember, Poerwahjudi, Camat Bangsalsari Bambang Erwin Setyono, Babinsa Desa Abdul Rohim, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Mereka kompak memberikan dukungan agar Tugusari terus tumbuh menjadi desa yang tidak hanya lestari, tetapi juga berdaya secara ekonomi dan wisata.

Usai penebaran ikan, suasana berlanjut di Alun-Alun Desa Bangsalsari. Forkopimca bersama masyarakat menikmati udara pagi yang segar, bercengkerama di bawah rindangnya pepohonan. Kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan warga dalam semangat gotong royong menjaga lingkungan.

Desa Tugusari kini tidak sekadar dikenal sebagai daerah hulu sungai, tetapi juga sebagai permata hijau di barat Jember — desa yang menyimpan kekayaan alam, kesejukan udara, dan semangat masyarakat untuk terus maju.
Dari sungai yang dijaga hingga alun-alun yang hidup, Tugusari perlahan menapaki jalan menuju desa wisata yang asri dan membanggakan.

Reporter: Uswa

Dari Jurnalis untuk Alam, GWI Jember Tebar Ribuan Ikan di Sungai tengah Sumberketangi

0

JEMBER, Redaksi.co – Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Jember bersama Dinas Perikanan Kabupaten Jember, Forkopimca Bangsalsari, serta Kepala Desa Tugusari melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan dengan menebar ribuan benih ikan di aliran Sungai Bendungan, Kamis (23/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam, khususnya ekosistem perairan, agar tetap asri dan berkelanjutan.

Alam yang menjadi tempat hidup manusia, tumbuhan, dan hewan kini mulai terdegradasi akibat perkembangan yang tidak seimbang. Pertumbuhan penduduk yang pesat membuat kebutuhan ruang semakin meningkat hutan ditebang, lahan baru dibuka, dan keseimbangan lingkungan terganggu. Akibatnya, ekosistem sungai di daerah hilir pun ikut rusak: saat kemarau air menyusut, sementara di musim hujan air meluap, bahkan ikan-ikan yang dahulu hidup melimpah kini mulai menghilang.

Melihat kondisi tersebut, GWI Jember terpanggil untuk berbuat nyata. “Kami ingin menunjukkan bahwa wartawan tidak hanya berperan dalam menyampaikan berita, tetapi juga ikut menjaga alam yang menjadi sumber kehidupan,” ujar Ketua GWI Jember, Ahmadi alias Madek, sebelum melepas ribuan benih ikan tawes ke sungai.

Kepedulian itu mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jember, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Poerwahjudi.
“Teman-teman dari GWI mengajukan permohonan benih ikan untuk ditebar di sungai. Kami sangat mendukung langkah positif ini karena bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat luas,” ucapnya.

Poerwahjudi juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. “Kami sering mendapat keluhan dari warga pesisir yang mengeluhkan banyaknya sampah dari hulu hingga sampai ke laut. Akibatnya, mereka lebih sering mendapatkan sampah daripada ikan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tugusari, Ahmad Khoiri, menyampaikan rasa syukur desanya terpilih menjadi lokasi kegiatan. “Kami beruntung menjadi tuan rumah penebaran benih ini. Daerah kami merupakan bagian hulu sungai yang cocok untuk pelepasan ikan. Semoga beberapa bulan ke depan hasilnya bisa dinikmati masyarakat sekitar,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Bangsalsari Bambang Erwin Setyono, Babinsa Desa Abdul Rohim, tokoh masyarakat setempat, mahasiswa KKN, serta penyuluh perikanan dari Dinas Perikanan Jember.
Aksi sosial ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan — demi mengembalikan kehidupan alami habitat air di Jember.

Reporter: Sofyan