Beranda blog Halaman 279

Marissya Icha Dan Sahabat Lentique Santuni 500 Anak Yatim, Tekankan Kekuatan Sedekah di Bulan Ramadhan

0

Jakarta — Selebgram sekaligus pegiat sosial Marissya Icha menggelar kegiatan santunan bagi ratusan anak yatim dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan. Dalam kegiatan tersebut, sekitar 500 anak yatim menerima bantuan serta mengikuti acara buka puasa bersama.
Di sela kegiatan, Marissya Icha mengungkapkan bahwa dirinya memiliki komitmen untuk tidak melewatkan kesempatan bersedekah selama Ramadan. Ia mengaku ingin memanfaatkan momen bulan suci dengan memperbanyak amal dan berbagi kepada sesama.
“Saya sudah sampaikan sejak awal Ramadhan ingin terus bersedekah dan tidak ingin melewatkan satu hari pun tanpa berbagi,” ujar Marissya Icha saat ditemui di lokasi acara.
Menurutnya, kegiatan santunan tersebut melibatkan panitia yang mengatur seluruh kebutuhan acara. Ia menyebutkan total anggaran kegiatan mencapai sekitar Rp300 juta yang berasal dari dirinya dan dukungan sejumlah pihak.
Marissya mengatakan, berbagi kepada anak yatim menjadi salah satu cara untuk menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain. Ia meyakini sedekah memiliki dampak besar, baik bagi penerima maupun bagi pemberi.
“Yang membuat saya bahagia adalah ketika melihat orang lain tersenyum karena terbantu. Dari situ kita juga ikut tersenyum,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa sedekah merupakan salah satu kunci kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat. Menurutnya, sebagian rezeki yang diperoleh sebaiknya disisihkan untuk membantu sesama.
“Dalam setiap usaha atau penghasilan, saya selalu menyisihkan bagian untuk sedekah. Saya percaya semakin banyak kita memberi, Allah akan menggantinya dengan cara yang tidak terduga,” ujarnya.
Marissya Icha juga mengaku sering membagikan aktivitas berbagi di media sosial. Namun ia menyadari adanya pandangan sebagian orang yang menilai konten tersebut sebagai bentuk pencitraan.
Meski demikian, ia berharap konten yang dibuatnya dapat memberikan pengaruh positif dan menginspirasi masyarakat untuk ikut berbagi.
“Saya hanya berharap niat baik ini bisa mengingatkan orang lain bahwa sedekah itu indah dan membawa kebaikan,” katanya.
Ia juga menyinggung maraknya konten berbagi di media sosial yang belakangan menuai kontroversi karena diduga hanya dibuat untuk kepentingan konten semata. Marissya menegaskan kegiatan sosial yang dilakukannya bukan sekadar konten, melainkan benar-benar dilakukan secara nyata.
“Semoga yang viral di media sosial adalah kebaikan, bukan hal-hal yang menyesatkan atau menipu,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Marissya juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan Ramadan untuk meningkatkan ibadah, termasuk sedekah, salat, dan doa.
Menurutnya, tidak ada yang mengetahui apakah seseorang masih diberi kesempatan bertemu Ramadhan di tahun berikutnya.
“Ramadhan adalah momen yang sangat berharga. Kita tidak tahu apakah tahun depan masih bisa bertemu Ramadan lagi,” katanya.

Mengedepankan Pentingnya Lingkungan Bersih, Sehat dan Asri Yang Di Persembahan Oleh DLHKP Kota Kediri

0

REDAKSI.CO, KEDIRI KOTA – Kegiatan hari ini di taman kota Joyoboyo, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) telah aktif dalam mengelola lingkungan melalui program edukasi kebersihan. Kegiatan tersebut meliputi aksi nyata dengan bersih-bersih plastik, penanaman pohon, pengelolaan sampah terpadu, pilah sampah, edukasi dengan kepedulian terhadap lingkungan harus dilakukan sejak dini dan tidak lupa juga berbagai acara antara lain lomba mewarnai Adiwiyata dan pengelolaan Taman Hutan Joyoboyo dan Ruang Terbuka Hijau.

Dalam keterangannya “Indun Munawaroh,S.STP” ,mengatakan Dengan menerapkan beberapa kegiatan ini, DLHKP Kota Kediri mengEdukasi kebersihan dalam mengelola lingkungan dimulai sejak usia dini, kegiatan ini juga mengadakan lomba mewarnai untuk anak-anak dengan tema lingkungan bagi siswa Paud, TK guna menanamkan rasa kepedulian lingkungan sejak dini

“Pengelolaan sampah dan kebersihan meliputi aksi bersih- bersih, plastik dalam rangka Hari Lingkungan Hidup, World Clean Up Day, serta program kelurahan pilah sampah dan pembersihan tumpukan material sampah” pada hari ini tambahnya.

Konservasi dan Penghijauan Penanaman pohon bersama komunitas seperti komunitas sepeda di area seperti Taman Tempurejo. Juga memberikan Penghargaan kepada Sekolah yang peduli lingkungan Adiwiyata.

Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pemeliharaan taman-taman kota dan Hutan Kota Kediri. Inovasi dan Pendampingan, guna mendorong konsep Eco Pesantren dengan pendampingan pengelolaan sampah dan penggunaan PLTS.

Pengendalian Dampak Lingkungan: Verifikasi lapangan untuk penilaian sekolah Adiwiyata dan sosialisasi pengelolaan limbah B3.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih, sehat, dan asri di Kota Kediri.” tutup Indun Sapaan Akrabnya.

Oknum Karyawan BUMN Diamankan Polisi, Dugaan Praktek Percaloan Tiket Di Pelabuhan ASDP Punggur

0

 

Redaksi.co | Batam – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Seligi 2026 menjelang arus mudik Idul Fitri, Polresta Barelang bersama Tim Satgas Gakkum Seligi Ketupat 2026 berhasil mengungkap kasus tindak pidana penipuan percaloan yang dilakukan oleh oknum calo tiket kapal Roro di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, Kota Batam.

Pengungkapan kasus ini merupakan respons cepat Kepolisian atas laporan masyarakat yang merasa dirugikan oleh praktik percaloan tiket di area pelabuhan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kasatgas Humas Ops Ketupat Seligi 2026, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., di Lobby Utama Polresta Barelang pada
Minggu (15/3/2026), siang.

Kegiatan pengungkapan kasus tersebut dipimpin oleh, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol M. Debby Tri Andrestian, S.I.K., M.H.Li., Kapolsek KKP Polresta Barelang AKP Zharfan Edmond, S.Tr.K., S.I.K., LL.M., serta Kanit Reskrim Tipiter Polresta Barelang.

Dalam kesempatan tersebut, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan bahwa kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang merasa menjadi korban penipuan oleh oknum calo tiket di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur. Kejadian tersebut diketahui terjadi pada Sabtu, 14 Maret 2026 sekitar pukul 15.00 WIB di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, Kota Batam.

Peristiwa tersebut bermula ketika suami korban menghubungi salah satu pelaku untuk menanyakan ketersediaan tiket kapal Roro tujuan Punggur – Kuala Tungkal.

“Pelaku kemudian meminta korban datang langsung ke pelabuhan serta mengirimkan foto KTP sebagai syarat pengurusan tiket. Saat bertemu di lokasi, pelaku menawarkan tiket dengan harga Rp500.000 dan setelah dilakukan negosiasi disepakati sebesar Rp400.000,” ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.

Setelah kapal KMP Sembilang sandar di pelabuhan, pelaku mengajak korban mendekati kapal dan menyuruh korban masuk ke dalam kapal. Setelah korban berada di dalam kapal, pelaku meminta uang tiket sebesar Rp400.000.

Korban kemudian menyerahkan uang tersebut, namun pelaku tidak memberikan tiket resmi dan langsung meninggalkan korban.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Satgas Gakkum Operasi Ketupat Seligi 2026 segera melakukan serangkaian penyelidikan.

“Berdasarkan hasil penyelidikan serta alat bukti yang diperoleh sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana, petugas berhasil mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam tindak pidana penipuan tersebut,” tegas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.

Selanjutnya pada Minggu, 15 Maret 2026 dilakukan gelar perkara dan perkara tersebut ditingkatkan ke tahap penyidikan dengan menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

Adapun identitas tersangka yang berhasil diamankan yaitu MY (47) pekerjaan wiraswasta, AM (43) pekerja karyawan BUMN, RY (33) pekerja karyawan BUMN.

Dalam perkara ini, masing-masing tersangka memiliki peran yang berbeda. Tersangka MY berperan mencari calon korban, melakukan komunikasi dengan korban, serta menerima uang pembayaran tiket.

Sementara itu, tersangka AM yang merupakan karyawan BUMN berperan membantu meloloskan penumpang tanpa tiket pada saat pemeriksaan di dalam kapal, dan tersangka RY berperan meloloskan penumpang yang tidak memiliki tiket saat masuk ke dalam kapal.

Adapun korban dalam kasus ini yaitu E (23) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan S (44) yang berprofesi sebagai wiraswasta. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian berupa uang tunai sebesar Rp900.000.

Modus operandi para tersangka yaitu memanfaatkan momen arus mudik Lebaran yang menyebabkan tingginya permintaan tiket kapal penyeberangan.

Para pelaku menawarkan jasa keberangkatan menggunakan kapal Roro tanpa tiket resmi dengan cara mengoordinasikan masuknya penumpang melalui jalur tertentu agar dapat lolos dari pemeriksaan tiket resmi.

Dari tangan para tersangka, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga unit telepon genggam dari berbagai merek serta uang tunai sebesar Rp900.000 yang diduga merupakan hasil dari tindak pidana tersebut.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa atas perbuatannya, para tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 494 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana penipuan dengan nilai kerugian tidak lebih dari Rp1.000.000, dengan ancaman pidana berupa denda kategori II paling banyak sebesar Rp10.000.000.

Kabidhumas Polda Kepulauan Riau selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Seligi 2026 dalam keterangannya menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama masa arus mudik Lebaran.

Kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi praktik percaloan maupun pungutan liar yang merugikan masyarakat, khususnya di kawasan pelabuhan yang menjadi salah satu titik mobilitas masyarakat selama arus mudik.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan adanya praktik percaloan, pungutan liar, maupun tindakan mencurigakan di area pelabuhan, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum guna menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif selama pelaksanaan Operasi Ketupat Seligi 2026.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., mengimbau masyarakat yang membutuhkan layanan kepolisian agar menghubungi Call Center 110 yang aktif 24 jam atau memanfaatkan aplikasi Polri Super Apps.

Selain itu, guna memastikan pelayanan anggota di lapangan berjalan profesional, masyarakat juga dapat memberikan laporan atau aduan melalui Layanan Barcode Pengaduan Propam yang tersedia di setiap pos pelayanan dan kantor polisi jajaran Polda Kepri.

Kemudian, bagi masyarakat yang merasa khawatir meninggalkan kendaraan atau barang berharga lainnya di rumah saat mudik, dipersilakan untuk menitipkannya di kantor polisi terdekat (Polsek atau Polres).

“Layanan penitipan ini disediakan secara gratis tanpa dipungut biaya apapun, sebagai wujud kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman selama merayakan Idul Fitri,” tutup Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H. (Redaksi)

 

Pemuda Nahdlatul Wathan Praya Timur Santuni Anak Yatim dan Bagikan Takjil di Bulan Ramadan

0

Pemuda Nahdlatul Wathan Praya Timur Santuni Anak Yatim dan Bagikan Takjil di Bulan Ramadan

LOMBOK TENGAH — Redaksi.co Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Pemuda Nahdlatul Wathan (NW) Kecamatan Praya Timur. Bersama seluruh badan otonom organisasi, mereka menggelar kegiatan santunan anak yatim sekaligus pembagian takjil kepada masyarakat pada Sabtu (15/3/2026).

Kegiatan sosial tersebut dipusatkan di Kantor Camat Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, dan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, kepedulian, serta kehangatan Ramadan.

Acara ini menjadi momentum silaturahmi bagi seluruh kader dan badan otonom Nahdlatul Wathan se-Kecamatan Praya Timur yang turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan, khususnya dalam memberikan perhatian kepada anak-anak yatim.

Ketua Pemuda Nahdlatul Wathan Praya Timur, Muhammad Zulkarnai, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian sosial organisasi terhadap masyarakat.

Santunan anak yatim dan berbagi takjil ini adalah wujud kepedulian kami kepada sesama. Semoga dapat memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari tokoh pemuda Nusa Tenggara Barat, Haikal Firmansyah, yang dikenal sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemuda Inspirator NTB. Kehadirannya menjadi simbol dukungan terhadap gerakan sosial yang digagas para pemuda Nahdlatul Wathan di Praya Timur.

Selain penyerahan santunan, para pemuda juga turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada masyarakat dan para pengendara yang melintas di sekitar wilayah Praya Timur. Aksi tersebut disambut antusias warga yang merasakan langsung manfaat kegiatan.

Acara berlangsung dengan khidmat sekaligus hangat, menggambarkan kuatnya nilai solidaritas dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda.

Melalui kegiatan ini, Pemuda Nahdlatul Wathan Praya Timur berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pemuda, sehingga mampu memberikan dampak positif yang lebih luas.

Sumber: Media Nasional Investigasi — Redaksi.co

Jurnalis: Abach Uhel

WOOW,,Rehabilitasi Kolam BBI Kab, Rejang Lebong, Diduga Menjadi Ladang Korupsi Berjamaah

0

Rehabilitasi Kolam BBI Kab, Rejang Lebong, Diduga Menjadi Ladang Korupsi Berjamaah

‎Redaksi.co 15-Maret-2026- Rejang Lebong,- Beredar informasi Tentang Paket Proyek jatah Oknum Aparat Penegak Hukum, sehingga meski di kerjakan dengan asal jadi tak sesuai spesifikasi dan belum selesai 100 persen, namun Proses Pembayaran berjalan mulus tanpa hambatan hingga 100 persen



‎”Seperti keluhan warga Padang Ulak Tanding berinisial BS, kepada awak media dirinya mengatakan, “Proses Pekerjaan di lakukan tak sesuai Spesifikasi, dimana pihak Perusahaan Pelaksana Kegiatan,  sa’at melakukan proses pekerjaan tidak menggunakan Redimix Mikser, yang diproduksi di batching plant,  melainkan Redimix Buatan yang mana tanpa suatu pengawasan secara ketat saat proses adukan pada truk mixser”.ujarnya



‎”Perlu di pahami Beton ready mix adalah beton siap pakai yang dibuat di pabrik atau diproduksi di batching plant,  campuran dan juga mutu yang sudah terukur, lalu dikirim ke lokasi proyek menggunakan truk mixer’tuturnya

‎”Beredar informasi di tengah Masyarakat bahwa Kegiatan Rehabilitasi Kolam BBI  Blumai merupakan Jatah Paket Proyek untuk Oknum Aparat Penegak Hukum, maka sangatlah wajar apa bila pekerjaan di lakukan asal jadi dan belum 100 persen, sementara sistem pembayaran lancar 100 persen”tutupnya

‎Sementara Amrul Ebi, sebagai Pengguna Anggaran telah di pindah tugaskan dikantor Camat Curup Utara, terkesan kesengajaan agar terhindar dari mata publik

Kita dari pihak media telah mengkonfirmasi lewat WA  kepada pak Amrul Ebi tidak pernah di respon dan ada tanggapan, Dan kita telah mendatangi ke kediamannya beliau menghindar dan tidak keluar dari rumah tanpa alasan,,di jawab sama anak dari pak ebi bapak ada tapi tidak bisa di temui dengan nada sinis,
‎Rilis (CIKAK)

Tangis Haru Iringi Pemakaman Brigpol Rajamang, Bhayangkara Polres Mateng Dilepas dengan Penghormatan Terakhir

0

Redaksi.co MATENG : Suasana duka dan haru menyelimuti prosesi pemakaman Brigpol Rajamang (NRP 81060740), personel BA Sat Samapta Polres Mamuju Tengah Polda Sulawesi Barat. Anggota Polri tersebut dimakamkan secara kedinasan pada Minggu, 15 Maret 2026 pukul 09.00 WITA, sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

Upacara pemakaman berlangsung khidmat di pemakaman keluarga Dusun Lembang Tumbu, Desa Gunturu, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba. Prosesi tersebut menjadi momen penuh haru bagi keluarga, rekan sejawat, serta masyarakat yang hadir untuk mengantar almarhum ke peristirahatan terakhir.

Upacara dipimpin oleh Kompol Syamsul Bahri, S.Sos., M.M selaku Inspektur Upacara, dengan AKP Muh Ali, S.Pd.I bertindak sebagai Perwira Upacara. Prosesi penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada dinas Kepolisian dilakukan oleh Ipda Muhammad Jusri, sementara komando upacara pemakaman dipimpin oleh Ipda Ashar, S.Sos.

Sejumlah personel dari Polres Bulukumba, Polsek Herlang, dan Polsek Kajang turut hadir bersama Bhayangkari, keluarga besar almarhum, serta para pelayat yang datang memberikan doa dan penghormatan terakhir.

Sepanjang prosesi, suasana haru begitu terasa. Isak tangis keluarga dan rekan sejawat pecah saat jenazah almarhum dilepas menuju liang lahat. Penghormatan terakhir diberikan sebagai simbol penghargaan atas dedikasi dan pengabdian Brigpol Rajamang selama menjalankan tugas sebagai Bhayangkara.

Upacara pemakaman kedinasan ini menjadi bukti nyata solidaritas serta penghargaan institusi Polri kepada setiap anggotanya yang telah setia mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga prosesi pemakaman selesai dilaksanakan, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Polri dan seluruh pihak yang mengenal almarhum. (ZUL)

Gubernur Ansar Ahmad Tinjau Arus Pemudik Di Beberapa Titik Pelabuhan Di Batam

0

 

Redaksi.co | Batam – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meninjau langsung keberangkatan para pemudik yang menggunakan kapal KM Kelud tujuan Belawan, Sumatera Utara, di Pelabuhan Bintang Persada 99 Batu Ampar, Kota Batam, Sabtu (14/3/2026) siang

Gubernur Ansar bersama rombongan menaiki kapal dan melihat secara langsung kesiapan layanan bagi para penumpang yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun 2026.

Gubernur Ansar bahkan sempat berdialog dengan sejumlah pemudik. Ia menanyakan tujuan perjalanan, harga tiket, hingga proses pembelian tiket yang mereka lakukan. Ansar juga berpesan agar para penumpang selalu menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan hingga tiba di kampung halaman.

“Semoga bapak dan ibu semua dapat menikmati perjalanan mudiknya, mendapatkan pelayanan yang baik selama berada di kapal, serta sampai dengan selamat di kampung halaman untuk berkumpul dan merayakan Lebaran bersama keluarga tercinta,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Ansar juga meninjau berbagai fasilitas yang tersedia di kapal dengan berkeliling ke sejumlah dek untuk memastikan kenyamanan dan kesiapan pelayanan bagi para penumpang.

Pada pelayaran kali ini, KM Kelud yang melayani rute Batam–Belawan mengangkut sekitar 3.500 penumpang. Para penumpang terbagi dalam beberapa kelas layanan, mulai dari kelas 1A dan 1B, kelas 2A dan 2B, kelas ekonomi, hingga penumpang non-seat yang menempati area koridor kapal.

Secara umum, Gubernur Ansar menilai proses pelayanan bagi para pemudik berjalan dengan baik, mulai dari kedatangan penumpang di pelabuhan, proses pemeriksaan dokumen perjalanan, hingga proses naik ke atas kapal.

“Secara keseluruhan proses pelayanan bagi para pemudik berjalan lancar, mulai dari kedatangan di pelabuhan, ruang tunggu keberangkatan, pemeriksaan dokumen perjalanan, hingga proses naik ke dalam kapal,” ungkap Ansar.

Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Asep Syafrudin, Panglima Komando Daerah Maritim IV Batam Berkat Widjanarko, Komandan Korem 031/Wira Pratama Bambang Herqutanto, perwakilan Jasa Raharja Provinsi Kepri, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. (Nanang AS)

 

Ratusan Kelompok Rentan 3B Di Desa Aik Darek Lombok Tengah Terabaikan MBG, Resiko Stunting Meningkat !

0
potret salah satu sudut aktifitas posyandu di Desa Aik Darek

Lombok Tengah, REDAKSI.CO [Minggu,15 Maret 2026] – Kebijakan Badan Gizi Nasional melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita, ibu hamil, dan menyusui (3B) adalah prioritas nasional yang bertujuan agar mempercepat penurunan stunting melalui intervensi gizi langsung. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diberikan kouta untuk melayanan kelompok rentan 3B (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui) maksimal 500 orang. Namun kenyataannya dilaporkan bahwa hingga saat ini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Desa Aik Darek Kabupaten Lombok Tengah, gagal melayani kelompok prioritas 3B (balita, ibu hamil, ibu menyusui.

Dan akibatnya, nutrisi spesifik yang dibutuhkan langsung oleh ratusan penerima manfaat, di desa tersebut kurang terpenuhi dan keadaan ini tentunya dapat mengancam serta memicu angka risiko stunting tetap tinggi.

Saat ditemui Redaksi.Co di rumah kediamannya Kepala Desa Aik Darek, Suhardi,S.Pd mengatakan berdasarkan data yang ada saat ini bahwa jumlah penerima manfaat 3B (balita, ibu hamil, ibu menyusui) sebanyak 861 orang terdiri dari balita 716 orang, ibu hamil 67 orang dan ibu menyusui 78 orang,

”Adanya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini tentunya sangat membantu terutama dalam memenuhi kebutuhan asupan gizi bagi warga kami khususnya bagi balita, ibu hamil, dan menyusui (3B) dan kami atas nama masyarakat Desa Aik Darek akan mendukung sepenuhnya agar program mulia ini berjalan dengan sukses” terangnya

Menanggapi informasi tidak terlayani Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok prioritas 3B (balita, ibu hamil, ibu menyusui) yang tersebar di 13 (tiga belas) titik posyandu yang ada “Memang benar warga kami penerima manfaat 3B (balita, ibu hamil, ibu menyusui) tersebut belum pernah menerima MBG” ujar Suhardi .

“Hal ini dikarenakan bahwa sejak dimulai beroperasinya SPPG di Aik Darek hingga saat ini Pihak SPPG belum berkoordinasi secara resmi dengan Pemerintah Desa, Kepala Dusun bersama Posyandu yang ada, bahkan kami sangat berharap kelompok 3B (balita, ibu hamil, ibu menyusui) bisa segera terlayaninya MBG”.imbuhnya.

“Oleh karenanya sebulan yang lalu kami telah berupaya mengambil langkah inisiasi untuk melakukan pertemuan dengan pihak SPPG agar dapat duduk satu meja guna membahas berbagai kendala yang dihadapi dilapangan diantaranya adalah meminta kejelasan mengenai dasar hukum penetapan insentif bagi para kader posyandu termasuk nominal insentif yang diberikan sebesar RP.1.000,- per penerima manfaat termasuk pula membahas mengenai rencana alokasi dan pola pendistribusian penerima manfaat 3B (balita, ibu hamil, ibu menyusui) yang merata dan adil bagi setiap SPPG yang ada, namun agenda tersebut hingga saat ini belum dapat terlaksana akibat belum mendapatkan tanggapan dari pihak SPPG” tegasnya.

Kades Aik Darek Suhardi,S.Pd saat ditemui dikediamannya

Munculnya polemik ini akibat belum terlayaninya sasaran 3B (balita, ibu hamil, ibu menyusui) di Desa Aik Darek, salah seorang Kepala SPPG Aik Darek III tepatnya berlokasi di Dusun Dasan Cermen, Lalu Panca Wangsa Kalisahak mengaku terhambatnya pelayanan khusus bagi penerima manfaat 3B (balita, ibu hamil, ibu menyusui) disebabkan karena adanya tuntutan dari para kepala dusun yang meminta kepada kami agar mereka juga diberikan insentif seperti halnya insentif bagi kader posyandu.

“Menurut Keputusan Kepala BGN RI Nomor 401.1 Tahun 2025 Tentang Petunjuk Tehnis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026, berdasarkan Lampiran I BAB.IV Point 4.7.2 huruf (h) dalam keputusan ini menyebutkan bahwa Insentif kader Posyandu dan kader lainnya untuk distribusi MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita (LihatLampiran 26). Yang dimaksud dengan biaya Insentif kader adalah biaya yang dikeluarkan khusus untuk kelompok sasaran ibu hamil, ibu menyusui dan balita, yang besarannya dengan rata-rata Rp1.000/penerima manfaat per hari operasional. Dengan demikian jelas bahwa yang boleh menerima insentif hanya kader posyandu selain itu tidak mendapatkan insentif” ujarnya

“Namun demikian mengenai kejadian ini telah kami laporkan keatasan baik Koordinator Kecamatan Batukliang dan Koordinator Wilayah Lombok Tengah, untuk mendapatkan arahan serta solusi tindaklanjutnya agar supaya penerima manfaat 3B (balita, ibu hamil, ibu menyusui) dapat segera kami layani segera dalam waktu dekat ini” terangnya ketika dikonfirmasi melalui pesan whatsApp.(023).

AJV Dorong Solusi Penangkapan Uap Beracun di SPBU Lewat Diskusi Publik

0

Jakarta, 14 Maret 2026 – Aliansi Jurnalis Video (AJV) bidang Lingkungan Hidup menggelar diskusi publik bertema “Uap Beracun Berbahaya (VOCs) di POM Bensin (SPBU), Bagaimana Solusinya?” di Hotel Amaris Pancoran, Jakarta, Sabtu (14/3/2026). Diskusi ini mengangkat persoalan emisi uap bahan bakar di SPBU yang berpotensi berdampak pada kesehatan manusia serta lingkungan.
Ketua AJV, Chandra, mengatakan kegiatan ini merupakan diskusi ketiga yang diadakan AJV terkait isu uap bahan bakar di SPBU. Ia berharap forum tersebut dapat menghasilkan solusi konkret sehingga masyarakat tidak lagi khawatir saat berada di SPBU.
“Ini sudah dua kali kami lakukan sebelumnya, dan semoga diskusi ketiga ini berjalan lancar. Kami berharap isu yang diangkat dapat membawa hasil yang baik dan menghasilkan solusi agar masyarakat tidak ragu lagi datang ke SPBU,” ujarnya.
Menurut Chandra, hasil diskusi juga diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah agar dapat menghadirkan kebijakan yang melindungi masyarakat dari paparan uap berbahaya di SPBU.
Sementara itu, Brigitta Manohara menjelaskan bahwa sebenarnya terdapat teknologi untuk menangkap uap bensin yang selama ini terlepas ke udara. Uap tersebut dapat dikondensasikan kembali menjadi bahan bakar.
“Uap bensin yang terlepas ini jika dihitung bisa mencapai kerugian sekitar Rp3,8 triliun per tahun. Jika uap itu bisa ditangkap dan diolah kembali, maka selain mengurangi pencemaran juga bisa mengembalikan nilai ekonominya,” katanya.
Ahli pemasangan alat Vapor Recovery System (VRS), Baidi, menjelaskan teknologi tersebut mampu menangkap uap Volatile Organic Compounds (VOCs) dari proses pengisian dan penyimpanan bahan bakar di SPBU.
Menurutnya, mesin VRS bekerja dengan memanfaatkan tekanan uap bahan bakar yang masuk ke dalam sistem untuk kemudian diproses melalui penyulingan dan pendinginan hingga kembali menjadi BBM.
“Prosesnya sekitar 30 menit hingga satu jam sampai menjadi bahan bakar kembali. Dari mesin awal, alat ini mampu menangkap sekitar 75–80 persen uap VOC,” jelas Baidi.
Ia menambahkan, kehilangan bahan bakar akibat penguapan biasanya berkisar 0,12–0,2 persen atau sekitar 12 liter. Dengan teknologi ini, sebagian besar uap tersebut dapat ditangkap kembali.
Saat ini, alat tersebut telah dipasang di sekitar 20 SPBU di wilayah Jabodetabek. Mesin berukuran sekitar dua meter tinggi dan 180 sentimeter panjang itu memiliki masa pakai antara lima hingga sepuluh tahun tergantung pada perawatan.
Namun, Baidi mengakui teknologi tersebut masih diimpor dari Korea Selatan dengan harga sekitar Rp600 juta per unit.
“Untuk bisa bekerja efektif, kondisi tangki pendam di SPBU harus baik, terutama pada bagian main hole. Jika ada kebocoran di bagian tersebut, mesin tidak bisa bekerja optimal menangkap uap,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa secara kasat indera, masyarakat sebenarnya dapat merasakan paparan uap tersebut melalui bau bahan bakar yang kuat di area SPBU, yang dalam beberapa kasus bisa menyebabkan pusing dan mual.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Angga Wira, Satuan Pengawas SKK Migas yang juga Staf Khusus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menilai isu ini sangat relevan karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat dan standar infrastruktur SPBU.
“Beberapa komponen VOC berdampak pada kesehatan, seperti benzena yang bersifat karsinogen, etilbenzena yang juga berpotensi karsinogen, toluena yang dapat menyebabkan gangguan saraf, xilena yang bersifat iritan, serta n-hexana yang merupakan neurotoksin,” jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah membuka peluang untuk membahas lebih lanjut teknologi pengendalian uap bahan bakar tersebut melalui forum diskusi lanjutan bersama berbagai pihak.

“Kementerian ESDM akan memfasilitasi diskusi lebih lanjut dengan Direktur Teknik Lingkungan untuk membahas hal ini, apakah nantinya bisa menjadi bagian dari standar atau persyaratan dalam penerbitan perizinan SPBU,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi usaha pengelola SPBU juga perlu diperhatikan karena margin usaha yang semakin tipis, sementara investasi untuk satu unit mesin mencapai sekitar Rp600 juta atau sekitar 10 persen dari total investasi SPBU.
Ke depan, pemerintah juga mendorong kemungkinan produksi alat serupa di dalam negeri agar biaya investasi bisa lebih terjangkau.
Diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan SPBU yang lebih ramah lingkungan atau Go Green, sekaligus melindungi pekerja dan masyarakat dari paparan uap bahan bakar berbahaya.  (*)

 

“Satu Darah, Satu Rasa”: Seruan Persatuan Anak Rantau Mamuju Menggema Jelang Silaturahmi Alumni Hipermaju

0

Redaksi.co MAMUJU : Semangat persaudaraan dan solidaritas anak rantau asal Mamuju kembali digaungkan menjelang agenda Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Alumni Hipermaju yang akan digelar pada Senin, 16 Maret 2026 di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Barat. Momentum ini diharapkan menjadi penguat ikatan kekeluargaan di antara generasi muda Mamuju yang menempuh pendidikan dan berkarier di berbagai daerah.

Seruan tersebut disampaikan Muhammad Yusuf, S.H., M.H., Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju yang juga merupakan bagian dari keluarga besar alumni Hipermaju. Ia mengajak para pemuda, pelajar, dan mahasiswa asal Mamuju di perantauan untuk terus menjaga solidaritas dan memperkuat persaudaraan.

Menurut Yusuf, sejauh apa pun jarak memisahkan para perantau, mereka tetap terikat oleh identitas yang sama sebagai putra-putri Mamuju.

Di tanah rantau kita mungkin dipisahkan oleh jarak dan kesibukan, bahkan oleh wilayah administrasi yang kini terbagi antara Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu. Namun satu hal yang tidak pernah berubah, di dalam nadi kita tetap mengalir darah yang sama, darah To Mamuju,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Hipermaju tidak sekadar organisasi mahasiswa daerah yang memiliki kepengurusan berganti setiap periode. Lebih dari itu, Hipermaju adalah ikrar persaudaraan yang menyatukan mimpi para anak rantau Mamuju di berbagai penjuru negeri.

Yusuf juga menekankan pentingnya solidaritas antar perantau. Ia berharap tidak ada lagi mahasiswa atau pemuda asal Mamuju yang merasa sendirian ketika berada di tanah orang.

Jangan biarkan ada saudara kita yang terjatuh tanpa tangan yang menopang. Jangan biarkan ada adik kelas yang menahan lapar tanpa sepiring nasi hangat, atau sesama perantau yang patah semangat tanpa kata-kata penguat,” katanya.

Menurutnya, nilai-nilai saling menghidupi, saling melindungi, dan saling memajukan merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga oleh generasi muda Mamuju.

Dalam pesannya, Yusuf juga menyoroti kiprah sejumlah alumni Hipermaju yang kini telah hadir di berbagai posisi strategis, termasuk di lingkungan pemerintahan provinsi. Ia menilai keberhasilan tersebut bukan hanya capaian individu, tetapi bukti bahwa Hipermaju mampu melahirkan generasi pemimpin.

Keberhasilan kader Hipermaju adalah aset bersama yang harus kita dukung, bukan kita jatuhkan. Ketika saudara kita naik, kita harus menjadi penyangga yang kokoh, bukan tangan yang menariknya turun,” tegasnya.

Ia berharap Hipermaju terus menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda Mamuju untuk berkembang, saling menguatkan, dan membangun jaringan yang dapat membuka jalan bagi generasi berikutnya.

Menjelang pertemuan silaturahmi alumni dalam suasana Ramadan, Yusuf juga mengajak seluruh keluarga besar Hipermaju untuk kembali menghidupkan semangat persatuan.

Kesuksesan sejati bukan ketika kita berdiri sendirian di puncak tertinggi, tetapi ketika kita sampai di sana bersama saudara-saudara kita,” ungkapnya.

Ia menutup pesannya dengan seruan kuat bagi seluruh anak Mamuju di perantauan agar tetap menjaga ikatan persaudaraan dan bersama-sama membawa nama daerah ke arah yang lebih maju.

Satu darah, satu rasa, satu tujuan: kejayaan Mamuju. Hipermaju jaya, To Mamuju berjaya. Mamuju di hati, selamanya.” (ZUL)