Beranda blog Halaman 274

Semarak Takbir Keliling di Desa Bunde, Ribuan Warga Turun ke Jalan

0

Redaksi.co MAMUJU : Suasana malam takbiran di Desa Bunde, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, berlangsung meriah dan penuh khidmat. Remaja Masjid Hidayatul Mukhtar menggelar takbir keliling dengan konsep berjalan kaki yang diikuti hampir 1.000 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Kegiatan ini semakin istimewa karena mendapat pengawalan langsung dari Kapolsek Sampaga, sehingga pelaksanaannya berjalan aman dan tertib. Lantunan takbir yang menggema sepanjang rute perjalanan menambah semarak suasana, sekaligus mempererat kebersamaan antar warga.

Ketua Remaja Masjid Hidayatul Mukhtar, Lalu Apriyanul Qodri, menyampaikan bahwa takbir keliling ini bertujuan untuk menghidupkan syiar Islam sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama memeriahkan malam kemenangan dengan cara yang positif dan penuh makna,” ujarnya.

Takbir keliling dengan berjalan kaki ini juga menjadi simbol kebersamaan dan kesederhanaan, di mana seluruh peserta dapat merasakan kebahagiaan IdulFitri tanpa sekat.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai tradisi tahunan yang tidak hanya meriah, tetapi juga membawa nilai-nilai kebersamaan, religiusitas, dan keamanan di tengah masyarakat. (ZUL)

*Di Akhir Ramadhan, Polisi Ungkap Sabu 26,7 Kg Jaringan Medan–Jakarta*

0

Jakarta Pusat ,Redaksi.Co– Menjelang akhir bulan suci Ramadhan 1447 H, Polres Metro Jakarta Pusat berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu seberat 26,7 kilogram dari jaringan lintas daerah Medan–Jakarta. Pengungkapan ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam memberantas peredaran gelap narkotika demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Minggu, 15 Maret 2026, di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, sebagai hasil pengembangan penyelidikan Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat terhadap jaringan peredaran narkotika antarprovinsi. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial K yang diduga merupakan bagian dari jaringan Medan–Jakarta.

“Pelaku memanfaatkan momentum saat aparat tengah fokus pada pengamanan arus mudik dalam rangka Operasi Ketupat Jaya 2026. Hal ini menunjukkan bahwa kejahatan narkotika terus beradaptasi dengan berbagai situasi,” ujar Kapolres, Jumat (20/3/2026).

Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti berupa sabu seberat kurang lebih 26,7 kilogram serta 900 cartridge rokok elektrik yang diduga mengandung zat berbahaya jenis etomidate. Selain itu, polisi juga mengamankan satu unit kendaraan, telepon genggam, serta sejumlah barang bukti pendukung lainnya.

Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Wisnu S. Kuncoro menambahkan, pelaku menggunakan modus menyembunyikan narkotika di dalam ban kendaraan yang diangkut menggunakan mobil towing. Kendaraan yang digunakan diketahui merupakan Mitsubishi Pajero dengan pelat nomor tidak resmi atau pelat tempel.

“Barang bukti disembunyikan di dalam dua ban, satu ditempatkan di atas kendaraan dan satu lagi sebagai ban serep di bagian bawah. Modus ini digunakan untuk mengelabui petugas,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pendalaman, tersangka diketahui merupakan residivis kasus narkotika dan diduga telah beberapa kali melakukan pengiriman barang haram tersebut. Total nilai barang bukti yang berhasil diamankan diperkirakan mencapai Rp25,9 miliar, dengan estimasi jumlah jiwa yang berhasil diselamatkan sebanyak 25.900 orang.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 119 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda paling banyak Rp10 miliar.

Tidak hanya mengungkap kasus narkotika jaringan lintas daerah, dalam periode yang sama Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat juga berhasil mengungkap 14 kasus peredaran obat keras daftar G di sejumlah wilayah rawan. Dari pengungkapan tersebut, diamankan 14 orang tersangka dengan barang bukti sebanyak 35.143 butir obat berbahaya yang diedarkan secara ilegal di wilayah Tanah Abang, Sawah Besar, Kemayoran, Cempaka Putih, dan Johar Baru.

Kapolres menegaskan bahwa Polri akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan secara komprehensif, baik melalui langkah preventif maupun represif, guna menekan peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Kami tidak akan lengah. Setiap celah peredaran akan kami tutup demi melindungi masyarakat dari bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang,” tegasnya.

Polres Metro Jakarta Pusat juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pemberantasan narkotika dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Peran serta masyarakat sangat penting. Kami mengimbau untuk tidak ragu melaporkan melalui layanan Kepolisian 110 atau mendatangi kantor polisi terdekat apabila menemukan indikasi peredaran narkotika,” pungkas Kapolres.

Polda Metro Jaya Tinjau Posyan Ancol, Warga Diminta Jangan Ragu Manfaatkan Layanan 110

0

Jakarta,Redaksi.Co-Pejabat Utama Polda Metro Jaya melaksanakan pengecekan Pos Pelayanan Ancol, Jakarta Utara, Kamis (19/3/2026) pukul 15.00 WIB, dalam rangka memastikan kesiapan personel serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat pada pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin Karoops Polda Metro Jaya selaku Karendalopsda Ketupat Jaya 2026 Kombes Pol. I Ketut Gede Wijatmika. Pengecekan dilakukan sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam memastikan Pos Pelayanan Ancol siap memberikan rasa aman, nyaman, dan kemudahan bagi warga yang beraktivitas maupun melintas di kawasan tersebut.

Dalam peninjauan itu, Karoops menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel di lapangan, baik dalam aspek pengamanan maupun pelayanan. Pos pelayanan dinilai memiliki peran strategis sebagai titik pengawasan, tempat istirahat, pusat informasi, serta sarana pelayanan cepat bagi masyarakat selama momentum libur dan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Selain memeriksa kesiapan personel, Karoops juga mengecek sarana dan prasarana pendukung yang tersedia di Pos Pelayanan Ancol. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi dengan baik dan mampu menunjang pelaksanaan tugas kepolisian secara optimal, humanis, dan profesional.

“Kami ingin memastikan seluruh personel yang bertugas di Pos Pelayanan Ancol benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kehadiran pos pelayanan ini harus dirasakan manfaatnya secara langsung, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun kemudahan memperoleh bantuan kepolisian,” tegasnya.

Selanjutnya, Karoops juga menambahkan, keberadaan pos pelayanan merupakan bagian penting dari upaya Polda Metro Jaya dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tertib, mematuhi arahan petugas di lapangan, dan tidak ragu memanfaatkan pos pelayanan apabila membutuhkan bantuan. Apabila terjadi kondisi darurat atau membutuhkan kehadiran petugas kepolisian, masyarakat dapat segera menghubungi layanan kepolisian 110 atau mendatangi pos pelayanan terdekat. Polda Metro Jaya bersama instansi terkait akan terus melakukan langkah-langkah preventif maupun pengamanan secara terukur demi terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif,” lanjutnya.

Melalui pengecekan ini, Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sinergi dengan instansi terkait juga akan terus diperkuat guna mendukung kelancaran Operasi Ketupat Jaya 2026, sehingga masyarakat dapat menjalankan perjalanan dan aktivitas dengan aman, nyaman, dan lancar

Safari Donor Darah Ramadan PMI Jember Resmi Ditutup, 36 Kantong Darah Terkumpul di Malam Terakhir

0

JEMBER , redaksi.co – Rangkaian kegiatan donor darah dalam rangka bulan suci Ramadan 1447 H resmi ditutup pada Rabu malam (18/03). Penutupan safari kemanusiaan tersebut ditandai dengan layanan jemput bola melalui Bus Donor milik Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember yang beroperasi di area Masjid Al Baitul Amin.

Pada aksi penutup itu, sebanyak 36 kantong darah berhasil dihimpun dari jemaah dan warga sekitar yang dengan penuh antusias mendonorkan darahnya usai menunaikan salat tarawih. Sementara itu, 12 calon pendonor lainnya belum dapat berpartisipasi karena tidak memenuhi syarat kesehatan berdasarkan hasil skrining, di antaranya terkait tekanan darah dan kadar hemoglobin.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Jember yang tetap antusias berbagi antarsesama meski di tengah menjalankan ibadah puasa.

“Alhamdulillah, rangkaian donor darah Ramadan tahun ini resmi kami tutup di Masjid Al Baitul Amin dengan hasil yang cukup signifikan. Sebanyak 36 kantong darah berhasil terkumpul di malam penutup ini,” ujar Zainollah.

Lebih lanjut, Zainollah menjelaskan bahwa dengan berakhirnya program khusus Ramadan ini, maka skema pelayanan donor darah di Kabupaten Jember akan kembali ke jadwal reguler.

“Selanjutnya, pelayanan donor darah akan kembali ke mode semula. Bagi masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya, silakan datang langsung ke Kantor UDD PMI Kabupaten Jember di Jalan Srikoyo, atau bisa juga mengunjungi Gerai Donor Darah Jubung,” tambahnya.

PMI Kabupaten Jember berharap konsistensi masyarakat dalam mendonorkan darah tetap terjaga pasca-Ramadan demi memastikan ketersediaan stok darah untuk keperluan medis di berbagai rumah sakit di wilayah Jember dan sekitarnya (Sofyan).

Mengetuk Pintu Langit di Penghujung Ramadan: PPJNA 98 Menyerukan Munajat untuk Keselamatan Negeri

0

Oleh : Anto Kusumahuda dan Aam Abdul Salam (Ketum dan Sekjen PPJNA 98/Dewan Pembina Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih)

REDAKSI.CO || Ramadan hari ke-29 bukan sekadar hitungan kalender yang akan berakhir. Secara filosofis, ia adalah titik puncak pendakian spiritual di mana jiwa manusia berada pada kondisi paling bening setelah sebulan penuh menempa diri. Di ambang pintu perpisahan dengan bulan suci ini, Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis (PPJNA) 98 mengambil momentum sakral untuk bersimpuh, merundukkan ego, dan melangitkan doa bagi keselamatan bangsa.

Menyerukan gerakan “Munajat Mengetuk Pintu Langit”. Sebuah seruan spiritual yang lahir dari kesadaran bahwa di atas segala strategi politik dan kekuatan duniawi, ada Kekuatan Transendental yang memegang kendali atas nasib sebuah bangsa.

Spiritualitas di Tengah Guncangan Fitnah

Dalam kacamata spiritual, ujian yang menimpa seorang pemimpin adalah keniscayaan. Saat ini, Presiden Prabowo Subianto tengah menghadapi gelombang “goncangan fitnah” yang datang silih berganti, baik dari dalam maupun luar negeri. Fitnah, dalam tradisi filsafat Timur, seringkali merupakan refleksi dari ketakutan pihak-pihak yang enggan melihat kemapanan keadilan.

PPJNA 98 memandang bahwa upaya-upaya yang merongrong kewibawaan pemerintah bukan sekadar dinamika politik, melainkan ujian kesabaran bagi kepemimpinan nasional. Melalui doa di hari ke-29 Ramadan ini, kita memohon agar Presiden Prabowo diberikan perisai spiritual (bashirah) agar tetap kokoh, tidak goyah oleh intrik, dan selalu dalam lindungan-Nya dari segala makar yang ingin menjatuhkan pemerintahan yang sah.

Kabinet Merah Putih: Amanah sebagai Ibadah

Secara filosofis, kekuasaan adalah amanah yang sangat berat. PPJNA 98 secara khusus memanjatkan doa agar jajaran Kabinet Merah Putih tetap solid dan tegak lurus pada kepentingan rakyat. Soliditas kabinet adalah kunci; tanpa kesatuan visi, sebuah pemerintahan akan mudah retak dari dalam.

Kita mengetuk pintu langit agar para menteri dan pembantu presiden dijauhkan dari sifat khianat dan didekatkan pada sifat shiddiq (jujur) serta amanah (terpercaya). Kekuatan fisik dan kesehatan bagi Presiden serta kabinetnya adalah prasyarat utama untuk menjalankan tugas kenegaraan yang sangat kompleks menuju Indonesia yang adil dan makmur.

Menjemput Keberkahan untuk Negeri

Keberkahan (Barakah) berarti “tumbuhnya kebaikan”. Munajat ini adalah ikhtiar batin agar transisi dan perjalanan kepemimpinan nasional membawa pertumbuhan kebaikan bagi seluruh rakyat.

PPJNA 98 meyakini bahwa kekuatan doa rakyat yang tulus, terutama di saat-saat mustajab menjelang Idul Fitri, akan menjadi energi positif yang mampu meredam energi negatif dari fitnah dan perpecahan. Mari kita jadikan hari ke-29 Ramadan ini sebagai momentum untuk menyatukan hati:

1. Mendoakan keselamatan NKRI dari segala ancaman disintegrasi.

2. Memohon kekuatan bagi Presiden Prabowo agar dikuatkan pundaknya memikul beban negara.

3. Mengharap keadilan dan kemakmuran menjadi kenyataan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Saatnya kita berhenti saling menjatuhkan dan mulai saling mendoakan. Sebab, ketika pintu langit telah diketuk dengan ketulusan aktivis dan doa rakyat, tidak ada kekuatan fitnah manapun yang mampu membendung kehendak-Nya untuk menjaga negeri ini. ****

EDITOR : AS

Mudik Selalu Macet di Gerbang Tol, Pengamat Soroti Sistem Tap Jadi Biang Masalah

0

Redaksi.co, Jakarta | Kemacetan panjang di pintu tol saat arus mudik kembali terjadi tahun ini, menegaskan bahwa persoalan utamanya bukan sekadar lonjakan jumlah kendaraan, melainkan hambatan struktural pada sistem transaksi di gerbang tol. Sistem pembayaran berbasis tapping e-money dinilai menjadi titik krusial yang menurunkan kapasitas jalan secara signifikan.

Pengamat transportasi dari Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal, Anton Budiharjo, menjelaskan bahwa dalam teori lalu lintas, gerbang tol merupakan “bottleneck” atau titik penyempitan kapasitas akibat kendaraan harus melambat bahkan berhenti.

“Dengan waktu layanan per kendaraan sekitar 4-5 detik, ketika volume lalu lintas meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat saat mudik, akumulasi antrean menjadi tidak terhindarkan,” ujarnya, Kamis 19 Maret 2026.

Ia menambahkan, selisih waktu beberapa detik saja dalam kondisi arus puncak dapat berkembang menjadi antrean panjang yang bahkan meluber hingga ke lajur utama. Dampaknya, arus lalu lintas terganggu secara sistemik dan kepadatan tidak hanya terjadi di gerbang tol, tetapi juga merambat ke ruas jalan sebelumnya.

Menurut Anton, solusi untuk mengatasi persoalan ini perlu dibagi menjadi jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek, optimalisasi operasional menjadi langkah utama, seperti penambahan gardu tol, termasuk gardu satelit di titik-titik krusial seperti Cikampek Utama dan Kalikangkung.

Selain itu, rekayasa lalu lintas seperti contraflow, pengaturan lajur, hingga kebijakan open barrier saat puncak arus dinilai efektif untuk mengurangi antrean. Ia juga menekankan pentingnya penambahan mobile reader serta pengelolaan distribusi kendaraan ke rest area agar tidak terjadi penumpukan di satu titik.

Namun secara struktural, solusi paling efektif adalah menghilangkan titik henti di jalan tol. “Inti masalahnya ada pada friction point di gerbang tol. Jika ini dihilangkan, arus lalu lintas bisa menjadi free flow,” kata Anton.

Ia mendorong penerapan sistem pembayaran nirsentuh dan nirhenti atau multi lane free flow (MLFF) sebagai solusi jangka panjang. Sistem ini memungkinkan kendaraan melintas tanpa berhenti, sehingga kapasitas jalan meningkat tanpa perlu ekspansi fisik.

Sebagai tahap transisi, ia menyarankan penerapan single lane free flow sebelum implementasi penuh MLFF. Dengan menghilangkan hambatan di gerbang tol, arus lalu lintas diharapkan dapat mengalir lebih lancar dan mengurangi kemacetan klasik saat musim mudik.

Bagaimana cara kerja Multiline Free Flow?

Secara prinsip, kata Anton MLFF bekerja dengan mendeteksi pergerakan kendaraan secara otomatis. Rencana implementasi di Indonesia akan berbasis teknologi terkini, yaitu Global Navigation Satellite System (GNSS) yang terhubung dengan aplikasi di smartphone.

Melalui sistem ini:
• Kendaraan akan terdeteksi secara otomatis

• Sistem akan melakukan matching dengan jaringan jalan tol

• Tarif dihitung berdasarkan jarak tempuh

• Dan saldo akan dipotong secara elektronik melalui aplikasi.

Di sisi lain, pemantauan juga dilakukan menggunakan kamera ANPR (Automatic Number Plate Recognition). Kamera ini mampu mendeteksi dan membaca plat nomor kendaraan dengan presisi tinggi, bahkan pada kecepatan tinggi (hingga 100-150 km/jam), serta dalam berbagai kondisi seperti hujan, malam hari, maupun siang hari.

Selain kamera ANPR, terdapat pula sensor tambahan yang berfungsi sebagai mekanisme verifikasi dan kontrol.

Seluruh proses dalam sistem MLFF berjalan secara real time tanpa menghentikan kendaraan. Dengan demikian, gerbang tol untuk transaksi tapping tidak lagi diperlukan. Kendaraan dapat melintas secara bebas (free flow) tanpa harus berhenti, sehingga tidak ada lagi hambatan di titik pembayaran tol.

Efektivitas MLFF

Secara teoritis maupun praktik, tambah Anton, MLFF mampu mengeliminasi gejala bottleneck di gerbang tol. Studi dan praktik internasional menunjukkan bahwa sistem open road tolling ini dapat meningkatkan kecepatan rata-rata kendaraan dan menurunkan delay.

Adapun Negara-negara yang sudah menerapkan sistem ini, seperti Hungaria, Singapura, dan lainnya, mencatat penurunan delay di gerbang tol hingga lebih dari 90%. Artinya, masalah antrean akibat sistem pembayaran tapping seperti yang saat ini digunakan di Indonesia berpotensi hilang.

Namun demikian, efektivitas ini masih sangat bergantung pada dua faktor utama.

Pertama, akurasi sistem identifikasi kendaraan.

Kedua, kekuatan law enforcement di lapangan.Identifikasi kendaraan akan bergantung pada satu sistem terintegrasi, baik melalui pemantauan kamera ANPR maupun dukungan sistem back office yang kuat.

“Tanpa dua hal tersebut, yakni akurasi identifikasi dan penegakan hukum potensi kesalahan transaksi serta pelanggaran dapat mengurangi manfaat yang diharapkan,” tambah dia.

Selain itu, dengan tidak adanya gerbang tol, potensi pelanggaran seperti saldo minus, kosong, atau tidak mencukupi juga harus diantisipasi dan dieliminasi melalui sistem yang efektif.

Uji Coba

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, proyek MLFF pada dasarnya tetap berjalan meskipun sebelumnya sempat menghadapi sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan bersama berbagai pihak terkait.

“MLFF itu tetap berproses. Ada sedikit masalah teknis dan nonteknis, tetapi itu sudah dibereskan semua. Namun karena melibatkan banyak pihak, tentu perlu waktu untuk merapikannya,” ujar Dody dalam media gathering persiapan mudik Lebaran 2026 di Pendopo Kementerian PU, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Menurut dia, penyelesaian kendala tersebut tidak hanya melibatkan jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, tetapi juga berbagai pemangku kepentingan lain yang terlibat dalam pengembangan sistem pembayaran tol tanpa gerbang tersebut. Karena itu, proses penyempurnaan membutuhkan koordinasi lintas lembaga.

Dody menegaskan bahwa pengujian sistem akan terus dilanjutkan. Tahap pengujian berikutnya akan dilakukan untuk memastikan kesiapan teknologi sebelum implementasi yang lebih luas.

MLFF merupakan sistem pembayaran tol tanpa gerbang yang memungkinkan kendaraan melintas tanpa harus berhenti atau memperlambat laju kendaraan di gardu tol. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran lalu lintas sekaligus mengurangi antrean kendaraan di jalan tol.

MLFF diinisiasi sejak 10 tahun lalu atau tepatnya pada saat kunjungan PM Hungaria Victor Orban ke Indonesia pada 2016. Proyek ini digarap oleh perusahaan teknologi asal Hungaria, Roatex Ltd. melalui anak usahanya, PT Roatex Indonesia Toll System (RITS). Pendanaan untuk proyek MLFF sepenuhnya bersumber dari pemerintah Hungaria senilai US$300 juta atau setara dengan Rp4,65 triliun.

Pawai Ogoh-Ogoh Menggema di Karossa, Polisi Turun Tangan Kawal di Tengah Riuh Nyepi

0

Redaksi.co MATENG.: Dentuman semangat tradisi menggema di Desa Benggaulu, Kecamatan Karossa. Di tengah gegap gempita pawai Ogoh-ogoh yang digelar umat Hindu menyambut Hari Raya Nyepi, aparat kepolisian tak tinggal diam, turun langsung mengawal setiap langkah, memastikan perayaan sakral ini tak berubah menjadi kekacauan.

Sekitar 50 Kepala Keluarga atau hampir 200 umat Hindu tumpah ruah di jalanan desa. Dengan penuh antusias, mereka mengarak Ogoh-ogoh, simbol pengusiran roh jahat, dalam balutan semangat budaya yang membara. Namun di balik kemeriahan itu, pengamanan ketat menjadi sorotan utama.

Kapolsek Karossa, IPTU Didik Prihanto, memimpin langsung operasi pengamanan. Bersama personelnya, termasuk Briptu Rokirex, mereka menyisir rute pawai, mengendalikan arus lalu lintas, hingga memastikan tak ada celah gangguan yang bisa merusak jalannya acara.

Kehadiran aparat bukan sekadar formalitas. Ini adalah sinyal tegas, negara hadir, menjaga tradisi tetap hidup tanpa mengorbankan keamanan.

“Ini bukan hanya pengamanan, tapi komitmen kami menjaga kedamaian dan toleransi,” tegas IPTU Didik Prihanto.

Di lokasi, Kepala Desa Benggaulu dan para tokoh agama Hindu turut menyaksikan jalannya pawai. Kolaborasi antara masyarakat dan aparat menciptakan suasana yang bukan hanya aman, tapi juga sarat makna persatuan.

Meski sempat berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas, situasi tetap terkendali. Polisi sigap mengurai arus kendaraan, menghindari gesekan yang bisa memicu konflik di tengah keramaian.

Hasilnya? Pawai berlangsung tertib, meriah, dan penuh energi kebersamaan.

Di tengah keberagaman yang kerap diuji, Benggaulu justru menunjukkan wajah Indonesia yang sesungguhnya, tradisi berjalan, keamanan terjaga, dan toleransi berdiri kokoh.

Namun satu pesan jelas tersirat: tanpa pengawalan serius, euforia bisa berubah jadi petaka. Dan kali ini, Polsek Karossa memastikan itu tidak terjadi. (ZUL)

Forkopimda Purworejo Monitoring Posko Idul Fitri 1447 H/2026

0

PURWOREJO || Redaksi.co – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan monitoring Posko Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 di sejumlah titik wilayah Kabupaten Purworejo, Rabu sore (18/3/2026).

Kegiatan monitoring diawali dari Posko Dinas Perhubungan, dilanjutkan ke Posko Terpadu depan BRI Kutoarjo, Posko Ketawang, dan berakhir di Posko Nampurejo. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana prasarana, serta sinergitas lintas instansi dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Monitoring tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, S.H. Hadir dalam kegiatan itu unsur Forkopimda dan pejabat terkait, di antaranya Dandim 0708/Purworejo yang diwakili Pasiter Kapten Inf Afik Sutanto, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom, Sekda Kabupaten Purworejo Suranto, S.T., S.Sos., M.P.A., Kepala Pengadilan Negeri Purworejo Purnomo Widiarto, S.H., Kajari Purworejo yang diwakili Kasubbagbin Murdi Harwanto, S.H., serta para kepala dinas.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan meninjau secara langsung kondisi posko pengamanan dan pelayanan yang telah disiapkan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Purworejo.

Dandim 0708/Purworejo melalui Pasiter Kapten Inf Afik Sutanto menyampaikan bahwa monitoring ini merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh posko siap melaksanakan tugas pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama masa mudik Lebaran.

“Melalui kegiatan monitoring ini, kami ingin memastikan kesiapan seluruh personel di lapangan, baik dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, maupun instansi terkait lainnya, agar pelaksanaan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Kapten Inf Afik Sutanto.

Ia menambahkan, sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam mendukung keberhasilan pengamanan Lebaran, terutama dalam menghadapi potensi kepadatan arus lalu lintas, gangguan keamanan, maupun kebutuhan pelayanan cepat bagi masyarakat.

BACA JUGA: Kodim Purworejo Laksanakan Pengamanan Eksternal Angkutan Lebaran 2026 di Stasiun Kutoarjo

“Dengan adanya koordinasi dan kerja sama yang baik antara seluruh unsur Forkopimda dan instansi pendukung, kami berharap masyarakat dapat merasakan keamanan dan kenyamanan selama perjalanan mudik maupun saat merayakan Idul Fitri di wilayah Purworejo,” tambahnya.

Sementara itu, kegiatan monitoring ini juga menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Purworejo bersama Forkopimda dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026. (*/WS)

Sumber: Forkopimda Purworejo

Publisher: Wahidun

Kodim Purworejo Laksanakan Pengamanan Eksternal Angkutan Lebaran 2026 di Stasiun Kutoarjo

0

PURWOREJO || Redaksi.co — Dalam rangka memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran serta libur Nyepi tahun 2026, anggota Koramil 05/Kutoarjo Kodim 0708/Purworejo melaksanakan kegiatan Pengamanan Eksternal Angkutan Lebaran di Stasiun Besar KAI Kutoarjo, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, pada Rabu (18/03/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan adalah Pengamanan Eksternal Angkutan Lebaran Tahun 2026 guna menjaga stabilitas keamanan para pemudik. Pengamanan dilakukan oleh personel gabungan dari Koramil 05/Kutoarjo, Kodim 0708/Purworejo, Polsek Kutoarjo, serta Brimob Kutoarjo.
Kegiatan berlangsung pada hari Rabu, 18 Maret 2026.

Bertempat di Stasiun Besar KAI Kutoarjo, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo.
Pengamanan ini dilakukan sebagai upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik Lebaran dan libur Hari Raya Nyepi.
Personel gabungan melaksanakan pemantauan dan pengamanan secara terpadu di area stasiun serta sekitarnya, memastikan arus penumpang berjalan lancar. Berdasarkan hasil pemantauan, arus mudik penumpang baik dari arah barat maupun timur terpantau aman dan terkendali.

BACA JUGA: Wujudkan Impian Lebaran, 130 Anak Yatim di Purworejo Terima Santunan dan Pakaian Baru

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di wilayah Stasiun Kutoarjo terpantau aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antar aparat keamanan diharapkan terus terjaga guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya para pemudik pada momen Lebaran tahun 2026. (*/WS)

Sumber: Humas Kodim purworejo

Publisher: Wahidun

Wujudkan Impian Lebaran, 130 Anak Yatim di Purworejo Terima Santunan dan Pakaian Baru

0

PURWOREJO || Redaksi.co — Suasana haru dan kebahagiaan mewarnai kegiatan Grebeg Takjil Ramadan bertajuk “Ramadan Happy” yang digelar di Pendopo Khasnu, Desa Sambeng, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Rabu, 18/3/2025.

Kegiatan sosial yang rutin digelar setiap tahun ini kembali menghadirkan senyum bagi ratusan anak yatim dari berbagai desa. Setidaknya ada anak-anak yatim piatu dari 7 desa di sekitar Desa Sambeng.

Panitia kegiatan sekaligus pemilik Pendopo Khasnu, Musyafa, mengatakan bahwa kegiatan santunan ini sengaja dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri, tepatnya pada pekan terakhir bulan Ramadan.

“Ini kegiatan rutin tahunan. Kami sengaja mengadakannya di akhir Ramadan dengan harapan anak-anak yatim bisa merasakan kebahagiaan menjelang Lebaran, terutama memiliki baju baru seperti anak-anak lainnya,” ujar Musyafa saat ditemui di lokasi acara pada Selasa (17/3/2026).

Ia mengungkapkan, kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi anak yatim yang sering kali tidak memiliki kesempatan yang sama, terutama dalam menyambut hari raya.

“Kami tidak ingin ada anak yatim di sekitar kita yang tidak bisa membeli baju baru. Itu yang menjadi perhatian kami. Maka dari itu, selain santunan berupa uang, kami juga memberikan pakaian baru,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 130 anak yatim menerima santunan. Mereka berasal dari 12 desa di sekitar Kecamatan Bayan, Kecamatan Gebang, serta sebagian wilayah Purworejo.

“Awalnya kami menargetkan sekitar 150 anak, tetapi ada beberapa yang berhalangan hadir. Nantinya tetap akan kami salurkan di kesempatan lain,” tambah Musyafa

Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari masyarakat, organisasi, hingga para donatur yang secara sukarela berkontribusi.

“Ini murni kolaborasi. Banyak pihak yang terlibat, meskipun tidak semua ingin disebutkan. Intinya, ini bentuk kepedulian bersama terhadap sesama,” katanya.

 

Selain santunan, kegiatan ini juga dikemas dengan suasana kebersamaan yang menyenangkan, sesuai dengan tema “Ramadan Happy”. Ada juga Motivasi sekaligus hiburan yang di isi oleh ustadz Khotibul Umam, S.Pd kepala SD Al Madina Purworejo, dengan harapan kegiatan ini tidak hanya memberi bantuan materi, tetapi juga membangun semangat positif bagi anak-anak yatim.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Purworejo, Rudi Hartono, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif sosial yang dilakukan panitia.

“Alhamdulillah, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Banyak elemen masyarakat yang terlibat, dan yang paling penting adalah adanya kepedulian terhadap anak-anak yatim,” ujarnya.

Rudi menilai, kegiatan seperti ini memiliki dampak positif yang besar bagi masyarakat, terutama dalam mempererat hubungan sosial dan meningkatkan kepedulian antarwarga.

Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan saat Ramadan, tetapi juga dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk kegiatan sosial lainnya di luar bulan suci.

Menurut dia, momen Ramadan memang menjadi waktu yang tepat untuk berbagi, tetapi semangat kepedulian sosial seharusnya terus dijaga sepanjang waktu.

Di sisi lain, rasa syukur juga disampaikan oleh salah satu orang tua penerima manfaat, Mabruroh, warga Desa Seren. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Kegiatan ini sangat membantu dan memberikan kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak yatim,” tuturnya.

Ia menceritakan, anaknya merasa sangat senang karena bisa buka puasa bersama, mendapat baju dan mendapatkan hadiah tambahan karena bisa menjawab pertanyaan.

“Tadi sampai rumah langsung cerita, senang sekali karena dapat hadiah setelah bisa menjawab pertanyaan. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi anak saya,” ungkapnya, menutup liputan kami. (*/WS)

Reporter: Wahidun