Top 5 This Week

Related Posts

PLN Bantah Dugaan Pungli BPBL di Mamasa: “Program Gratis, Tidak Ada Unsur Paksaan”

Redaksi.co MAMUJU : PLN (Persero) akhirnya buka suara terkait dugaan pungutan liar dalam Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Melalui klarifikasi resmi, PLN menegaskan bahwa informasi mengenai adanya pungutan dalam program listrik gratis tersebut tidak benar.

Assistant Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Mamuju, Adi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran langsung bersama pemerintah Desa Pamoseang dan Desa Indobanua guna memastikan informasi yang beredar tetap objektif dan akurat.

“Hasil penelusuran kami menunjukkan bahwa informasi terkait adanya pungutan dalam program BPBL tidak benar. Biaya yang pernah dikeluarkan masyarakat merupakan biaya pemasangan listrik mandiri sebelum program BPBL berjalan dan dilakukan tanpa unsur paksaan,” tegas Adi dalam keterangannya.

PLN menjelaskan, Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) merupakan program pemerintah yang dilaksanakan sesuai ketentuan dan data penerima yang telah diverifikasi berdasarkan mekanisme resmi. Karena itu, seluruh penerima bantuan dipastikan tidak dipungut biaya.

Sebagai bentuk transparansi, PLN juga mengungkapkan bahwa sebelum penyambungan listrik dilakukan di Desa Pamoseang dan Desa Indobanua, PLN UP3 Mamuju bersama PLN UP2K Sulawesi Barat telah lebih dahulu menggelar sosialisasi Program Listrik Desa pada 15 Januari 2025.

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman terbuka kepada masyarakat terkait rencana pembangunan jaringan listrik desa, mekanisme pelayanan kelistrikan, hingga berbagai program bantuan pemerintah di sektor ketenagalistrikan.

Dalam sosialisasi itu, PLN juga menegaskan bahwa proses pembangunan jaringan dan penyalaan listrik dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan administrasi, teknis, serta ketentuan yang berlaku.

Pada saat sosialisasi berlangsung, Program BPBL Tahun 2025 memang belum dimulai. Karena itu, masyarakat yang ingin menikmati listrik lebih awal memilih melakukan pemasangan mandiri sesuai kebutuhan masing-masing,” jelasnya.

PLN menyebut masyarakat menyambut baik hadirnya program listrik desa tersebut karena dinilai mampu membuka akses dan meningkatkan kualitas hidup warga, terutama di bidang pendidikan, ekonomi, dan pelayanan sosial.

Sebagai perusahaan negara di bidang kelistrikan, PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan listrik yang andal hingga ke daerah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T) di Sulawesi Barat.

PLN akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, stakeholder, dan masyarakat demi mempercepat pemerataan akses listrik serta pembangunan infrastruktur kelistrikan untuk kesejahteraan masyarakat,” tutup Adi. (ZUL)

Popular Articles