Aceh Barat .Redaksi.co
Pemilik armada truk pengangkut batubara yang bekerja di bawah vendor mitra PT AJB, Teuku Aldrin Arifin, menyampaikan rasa kekecewaannya atas aksi penghadangan oleh sejumlah pemuda di Desa Alue Tampak yang menahan beberapa unit truk bermuatan penuh. Sabtu, 12/4/25
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes dan tuntutan kompensasi dari pihak perusahaan PT Agra budi Jasa Bersama (AJB) yang hingga kini belum terealisasi.
Teuku Aldrin menjelaskan bahwa kedatangannya ke lokasi kejadian pada Sabtu malam 12/4, bertujuan untuk bernegosiasi secara baik-baik dengan warga setempat, menyusul adanya penahanan salah satu unit miliknya. Namun, situasi sempat memanas saat dirinya mempertanyakan langsung alasan penahanan tersebut.
“Tujuan saya datang ini, bukan bermaksud untuk mencari keributan, tetapi saya datang hanya ingin menyampaikan keberatan dan meminta penjelasan. Setelah saya menjelaskan maksud kedatangan, suasana kembali kondusif dan warga bisa memahami posisi kami,” Ujarnya
Ia menegaskan bahwa para pemilik truk seperti dirinya bukan karyawan PT AJB, melainkan hanya mitra kerja dari vendor. Oleh karena itu, menurutnya tindakan penghentian dan penahanan unit justru salah sasaran.
“Kami sangat menyayangkan aksi ini. Kami memahami masyarakat sedang menuntut haknya, namun langkah menahan unit kami sangat merugikan. Mobil yang bermuatan penuh tidak bisa terparkir terlalu lama karena bisa menyebabkan kerusakan serius pada sistem kendaraan, seperti per daun, sasis, as roda, hingga ban,” jelas Aldrin.
Selain itu, ia juga menambahkan bahwa mayoritas sopir truk yang bekerja di proyek tersebut berasal dari masyarakat lokal Aceh Barat, dan sangat bergantung pada pekerjaan ini untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka.
“Kalau tuntutannya kepada PT AJB, seharusnya yang ditahan adalah kendaraan milik perusahaan, bukan kendaraan harian lepas milik rakyat kecil. Kami sudah beberapa kali memohon agar unit dilepas, dan bila tidak bisa dimusyawarahkan secara baik-baik, kami juga siap menanggung segala risikonya. Namun, kami berharap semua diselesaikan dengan cara kekeluargaan agar tidak ada yang merasa dirugikan,” tuturnya
Teuku Aldrin juga mencurigai bahwa aksi tadi malam telah ditunggangi oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab yang memiliki kepentingan lain, namun dirinya tidak ingin mempermasalahkan hal itu lebih jauh.
“Kami hanya ingin unit kami dilepas. Setelah itu, silakan akses hauling ditutup kembali jika itu keputusan warga. Kami berharap masalah ini tidak terulang lagi, dan jika ada tuntutan, sampaikanlah langsung ke pihak perusahaan PT AJB, bukan dengan menahan unit kami. Musyawarah adalah jalan terbaik,” pungkasnya.
Situasi saat ini dilaporkan telah kembali kondusif, meski proses mediasi antara pihak warga dan perwakilan pemilik unit masih terus berlangsung untuk mencari solusi damai dan berkeadilan bagi semua pihak ****






