JEMBER, redaksi.co – Pemerintah Desa Mayangan bersama pihak terkait telah memulai proses pemasangan klep di wilayah Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas. Langkah ini merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan masuknya air laut yang selama ini menggenangi lahan persawahan masyarakat.
Dengan terpasangnya klep tersebut, masyarakat Desa Mayangan dan Desa Kepanjen kini dapat lebih tenang, karena lahan pertanian yang sebelumnya terdampak air laut diharapkan dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
Pemerintah desa bersama warga setempat optimis bahwa sawah yang sempat tidak produktif akan segera bisa dikelola kembali dan ditanami padi. Kehadiran klep ini diharapkan mampu meningkatkan kembali produktivitas pertanian serta menunjang kesejahteraan petani di wilayah pesisir Gumukmas.

Salah satu warga Desa Kepanjen, Sugianto (52), menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pemasangan klep tersebut. “Kami para petani sangat lega. Selama ini sawah kami sering tergenang air laut, sehingga tidak bisa ditanami. Dengan adanya klep ini, kami berharap bisa segera kembali menanam padi dan memperoleh hasil panen,” ujarnya.
Direksi Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur, Mulyadi, menegaskan bahwa pemasangan klep ini merupakan bentuk perhatian pemerintah provinsi terhadap kebutuhan masyarakat. “Kehadiran klep ini adalah solusi teknis yang kami upayakan agar lahan sawah warga kembali produktif. Pemerintah provinsi berkomitmen mendukung penguatan infrastruktur pertanian, sehingga ketahanan pangan daerah tetap terjaga,” tegasnya.
Reporter: Uswa