Musrenbang Bonehau 2027 Resmi Digelar: Infrastruktur Jalan Jadi Sorotan, Wabup Dorong Lompatan Ekonomi Baru

0
12

Redaksi.co MAMUJU : Suasana khidmat dan penuh harap menyelimuti halaman Kantor Camat Bonehau, Selasa (10/2/2026), saat Pemerintah Kabupaten Mamuju menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Bonehau untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Forum strategis ini menjadi panggung penting bagi masyarakat Bonehau untuk menyuarakan kebutuhan prioritas, sekaligus ajang konsolidasi arah pembangunan daerah di tengah keterbatasan fiskal.

Musrenbang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana, didampingi Kepala Bappeda H. Budianto Muin, jajaran Kepala OPD, Camat Bonehau Sabri, unsur KUA, Danpos, Binmas, para Kepala Desa, serta tokoh masyarakat se-Kecamatan Bonehau.

Dalam sambutannya, Camat Bonehau, Sabri, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati dan rombongan. Dengan gaya santai namun penuh makna, ia menyisipkan aspirasi utama masyarakat: perbaikan jalan.

Aspirasi utama warga kami masih tetap sama, yakni akses jalan. Izin Pak Wakil, tadi dalam perjalanan ke sini, Bapak pasti sudah ‘berolahraga’ di mobil. Ke kanan kena lubang, ke kiri juga kena,” ujarnya disambut senyum peserta forum.

Pernyataan itu bukan sekadar humor. Jalan poros kecamatan disebut sebagai urat nadi ekonomi Bonehau yang hingga kini membutuhkan perhatian serius dan berkelanjutan.

Kepala Bappeda Kabupaten Mamuju, H. Budianto Muin, menegaskan bahwa Musrenbang tahun ini mengusung tema “Memperkuat Peningkatan Daya Saing Daerah”. Ia mengingatkan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini tidak sepenuhnya longgar.

“Forum ini bukan sekadar daftar keinginan. Kita harus menentukan skala prioritas. Usulan desa harus sinkron dengan RPJMD Kabupaten 2025–2029,” tegasnya.

Menurutnya, RKPD 2027 harus berbasis data riil dan terintegrasi, agar setiap program yang direncanakan benar-benar berdampak pada ekonomi rakyat dan bukan sekadar proyek administratif.

Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana, dalam arahannya menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk stagnasi pembangunan. Ia mendorong seluruh OPD dan kepala desa untuk lebih kreatif dalam menggali potensi lokal.

Saya melihat potensi besar pada budidaya ikan air tawar yang secara historis pernah berjaya di Bonehau. Ini bisa kita hidupkan kembali sebagai lumbung ekonomi baru,” ujarnya.

Selain revitalisasi sektor perikanan, Wabup juga menekankan pentingnya memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pendapatan desa melalui unit usaha yang riil dan produktif.

Tak hanya itu, pemerintah juga berkomitmen mendorong perbaikan sarana telekomunikasi dan layanan kesehatan. Menurutnya, konektivitas digital yang baik dan masyarakat yang sehat adalah fondasi kesejahteraan jangka panjang.

Dari hasil pembahasan, Musrenbang Bonehau 2027 merumuskan sejumlah fokus utama:

1. nfrastruktur: Perbaikan jalan poros kecamatan sebagai penggerak utama ekonomi.

2. Kemandirian Ekonomi: Revitalisasi budidaya ikan air tawar dan penguatan BUMDes.

3. Pelayanan Dasar: Peningkatan akses internet serta kualitas layanan kesehatan di pelosok.

4. Sinkronisasi Program: Menjamin usulan desa sejalan dengan visi besar Kabupaten Mamuju 2025–2029.

Acara ditutup dengan diskusi panel antara tokoh masyarakat dan jajaran OPD guna mematangkan daftar usulan prioritas yang akan dibawa ke tingkat kabupaten.

Musrenbang Bonehau kali ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi momentum penegasan arah: infrastruktur dibenahi, ekonomi lokal dibangkitkan, dan pelayanan dasar diperkuat demi Bonehau yang lebih berdaya saing pada 2027 mendatang. (ZUL)