LAKUT Purworejo 2026: Menyiapkan Kader Paripurna di Tengah Tantangan Zaman & Teknologi

0
74

Purworejo || Redaksi.co – Sebuah tonggak sejarah baru saja terukir bagi organisasi pelajar Nahdlatul Ulama di Kabupaten Purworejo. Untuk pertama kalinya, PC IPNU – IPPNU Purworejo resmi menggelar Latihan Kader Utama (LAKUT). Acara pembukaan yang berlangsung khidmat ini digelar di Yayasan Khasanah Nusantara (KHASNU), Kecamatan Bayan, dan dihadiri oleh puluhan peserta serta tamu undangan pada Kamis (15/01).

Ketua PC IPPNU Purworejo, Rekanita Debi Saktiyani, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya LAKUT perdana ini. Meski mengakui masih ada ruang evaluasi untuk penyempurnaan di masa mendatang, ia berharap kegiatan ini menjadi kawah candradimuka bagi pemimpin masa depan.

​”Semoga para calon kader utama ini mampu melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan PC IPNU – IPPNU Purworejo dengan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Selaku tuan rumah, Bapak Muhammad Musyafa (Ketua MA IPNU Purworejo/Ketua Yayasan KHASNU) memberikan pesan mendalam mengenai peran kader dalam melayani umat. Beliau menekankan pentingnya kepekaan sosial terhadap tantangan nyata seperti narkoba dan judi online. Menurutnya, IPNU-IPPNU harus menjadi wadah yang aman dan nyaman bagi pelajar agar terhindar dari pengaruh negatif lingkungan.

Hadir pula Bapak Muhaimin, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, yang menyoroti relevansi kaderisasi di era digital. Beliau mengingatkan bahwa meski Kecerdasan Buatan (AI) lebih cepat dan tepat dalam mengolah data, kebijaksanaan tetap menjadi hak prerogatif manusia.

​”Kita harus berpikir global dan bertindak lokal. Kompetitor kalian bukan lagi sesama anak negeri, melainkan pemuda dari Jepang hingga Amerika. Jadilah pemimpin yang berani mengambil risiko, karena setiap peran di dunia ini pasti ada tanggung jawabnya,” tegas beliau.

Mewakili Ketua PCNU Purworejo, Drs. Fathurrohman, M.M. (Wakil Ketua PCNU) secara resmi membuka kegiatan ini. Beliau menjelaskan bahwa LAKUT ini merupakan rangkaian peringatan Harlah 100 Tahun NU. Ia menekankan bahwa pemimpin hebat lahir dari dua hal: kematangan alami melalui proses organisasi dan penempaan manajemen serta penguatan ideologi Aswaja secara mendalam.

Rangkaian acara ditutup dengan Mauidzoh Hasanah dan doa bersama yang dipimpin oleh Rais Syuriah PCNU Purworejo, KH Dawud Maskuri. Sebagai simbolisasi dimulainya pelatihan, dilakukan penyematan tanda peserta serta penyerahan mandat dari PC IPNU – IPPNU Purworejo kepada Tim Instruktur & Pelatih PW IPNU – IPPNU Jawa Tengah yang akan mengawal proses pengkaderan hingga selesai. (WS)