Top 5 This Week

Related Posts

Bukan Sekadar Kisah Anak yang Pulang, Desember Jani Hadirkan Drama Keluarga Penuh Luka dan Harapan

JAKARTA – Film Desember Jani karya sutradara Ariani Darmawan memasuki babak baru menuju penayangannya di bioskop Indonesia. Palari Films resmi memperkenalkan trailer dan poster film yang menjadi debut film panjang Ariani Darmawan setelah sebelumnya dikenal sebagai seniman visual sekaligus pendiri Kineruku Bandung.

Film yang mengangkat kisah keluarga tiga generasi ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 10 Desember 2026.

Sebelumnya, Desember Jani telah mendapat perhatian di panggung internasional setelah menjadi bagian dari program Asian Future Competition pada Tokyo International Film Festival 2026.

Dalam materi trailer yang dirilis, Desember Jani memperlihatkan cerita yang dekat dengan kehidupan keluarga, terutama tentang hubungan ibu, anak, saudara, serta luka dan perasaan yang kerap tidak terucapkan.

Cerita berpusat pada Winnie, seorang ibu yang telah lama menanti kepulangan putrinya, Jani. Setelah Jani pergi dari rumah tanpa pamit, berbagai persoalan keluarga perlahan muncul ke permukaan.

Kepulangan Jani kemudian menjadi momentum bagi keluarga untuk kembali berhadapan dengan masa lalu, persoalan komunikasi, sekaligus perasaan yang selama ini tersimpan.

“Dari luar mungkin kita akan melihat bahwa ini cerita tentang keluarga tiga generasi. Ada satu anaknya yang pergi dari rumah dan bagaimana mereka menunggu sang anak pulang. Sambil menunggu, kemudian mereka saling terkoneksi satu sama lain. Tapi lebih dari itu, saya pikir Desember Jani juga tentang perasaan-perasaan terdalam mereka,” ujar Ariani Darmawan.

Ariani mengatakan setiap karakter dalam film ini membawa luka dan pengalaman masing-masing. Karena itu, hubungan antar karakter tidak semata-mata dibangun melalui konflik besar, melainkan melalui percakapan, sikap, dan hal-hal kecil yang terjadi di dalam keluarga.

“Semua orang pasti punya lukanya masing-masing. Bahkan yang paling kecil pun juga sudah memiliki lukanya sendiri,” tuturnya.

Film ini mempertemukan Sigi Wimala sebagai Winnie, Chempa Puteri sebagai Jani, Hyori Mika sebagai Julia, serta Tutie Kirana yang tampil sebagai Omo. Kehadiran para pemain tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan dinamika keluarga yang menjadi jantung cerita.

Bagi Sigi Wimala, karakter Winnie merupakan sosok ibu yang berusaha menjaga keluarganya tetap utuh meski menghadapi persoalan yang tidak sederhana.

Sebagai orang tua tunggal, Winnie digambarkan harus menjalani kehidupan di rumah sekaligus menghadapi tekanan pekerjaan. Kepulangan Jani kemudian membuka kembali persoalan keluarga yang selama ini berusaha ia kelola.

“Aku berharap orang tua yang menonton bisa sedikit lebih lembut pada diri sendiri. Lelah itu manusiawi, salah bicara juga bisa terjadi. Yang penting, kita masih mau mencoba bicara lagi dengan anak kita,” kata Sigi.

Pesan mengenai pentingnya komunikasi juga menjadi salah satu kekuatan Desember Jani. Sigi menilai orang tua tidak harus selalu memiliki semua jawaban, tetapi perlu memberikan ruang agar anak merasa didengar dan dipahami.

Selain Sigi Wimala, Chempa Puteri tampil sebagai Jani, sementara Hyori Mika memerankan Julia. Tutie Kirana juga memberikan warna berbeda melalui karakter Omo yang hangat sekaligus jenaka.

Desember Jani diproduksi oleh Meiske Taurisia dengan Luna Maya sebagai produser eksekutif. Film ini menjadi proyek penting bagi Palari Films sekaligus penanda perjalanan Ariani Darmawan dari dunia film pendek dan dokumenter menuju film panjang.

“Sebagai film kesebelas Palari Films, Desember Jani lahir dari kepemimpinan kreatif perempuan dan kolaborasi istimewa. Ini bukan tentang keluarga yang sempurna, melainkan tentang keluarga yang terus mencoba,” ujar Meiske Taurisia.

Sebelum menyapa penonton Indonesia, Desember Jani telah mencatat perjalanan internasional melalui Tokyo International Film Festival 2026. Film tersebut menjadi bagian dari Asian Future Competition dan meraih perhatian melalui Asian Future Special Mention.

Selain peluncuran trailer dan poster, Palari Films juga berkolaborasi dengan CapCut menghadirkan kompetisi film pendek bertajuk Stories of Her. Program tersebut ditujukan bagi kreator perempuan berusia 18 tahun ke atas untuk mengangkat pengalaman dan perspektif perempuan dalam lingkup keluarga, termasuk relasi ibu-anak, saudara, dan lintas generasi.

Kompetisi berlangsung pada 26 Oktober–22 November 2026, dengan pengumuman pemenang dijadwalkan pada 25 November 2026. Peserta juga mendapatkan pembekalan materi dari produser Desember Jani, Meiske Taurisia, sutradara Mouly Surya, serta panduan teknis dari CapCut.

Melalui trailer dan poster yang kini diperkenalkan kepada publik, Desember Jani menawarkan drama keluarga yang intim dan personal. Bukan sekadar kisah tentang seorang anak yang pergi dan kemudian pulang, film ini mencoba mengajak penonton melihat kembali bagaimana sebuah keluarga menghadapi kehilangan, jarak, luka, dan kesempatan untuk kembali saling memahami.
Desember Jani dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 10 Desember 2026.

Popular Articles