Top 5 This Week

Related Posts

MoU DKP Mamuju–UNIMAJU sebagai langkah strategis membangun kolaborasi pemerintah dan akademisi

Redaksi.co MAMUJU : Pemerintah Kabupaten Mamuju melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mulai memperkuat langkah strategis dalam membangun sektor perikanan budidaya yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Salah satu upaya yang dilakukan yakni meningkatkan kapasitas pembudidaya ikan skala mikro melalui pelatihan terpadu sekaligus menjalin kerja sama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Mamuju (UNIMAJU).

Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menjawab berbagai persoalan yang selama ini membayangi pembudidaya ikan, mulai dari tingginya harga pakan, keterbatasan sumber daya manusia, minimnya penguasaan teknologi, hingga lemahnya kelembagaan kelompok, akses pasar, dan permodalan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju, Muhammad Yusuf, S.H., M.H., mengatakan bahwa pembudidaya ikan skala mikro memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, potensi perikanan budidaya di Kabupaten Mamuju harus didukung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi teknologi, serta pendampingan yang berkelanjutan agar mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen memperkuat sektor tersebut, pada pembukaan kegiatan juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNIMAJU.

Penandatanganan kerja sama ini menjadi fondasi kolaborasi jangka panjang antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan riset terapan, inovasi teknologi budidaya, pendampingan kelompok pembudidaya, serta pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kerja sama tersebut, DKP Mamuju dan UNIMAJU akan mendorong sejumlah program strategis, di antaranya pengembangan teknologi budidaya adaptif, formulasi pakan mandiri berbahan baku lokal, serta pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai alternatif bahan pakan ikan.

Inovasi ini diharapkan dapat membantu pembudidaya mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial yang selama ini menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam usaha budidaya ikan.

Selain inovasi pakan, kerja sama juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendampingan teknis kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), pelaksanaan program Merdeka Belajar dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, serta pendampingan penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).

Kedua pihak juga membuka ruang pertukaran data dan kajian potensi perikanan budidaya sebagai dasar pemetaan potensi daerah dan penyusunan kebijakan pemerintah yang berbasis data serta kebutuhan nyata masyarakat.

Untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan peserta, pelatihan ini menghadirkan empat narasumber dari unsur pemerintah provinsi, akademisi, lembaga pelatihan kerja, dan perbankan.

Materi pertama disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat dengan tema “Arah Kebijakan dan Strategi Akselerasi Perikanan Budidaya Sulawesi Barat: Penguatan Kampung Perikanan Budidaya dan Pokdakan Mandiri Penopang Ketahanan Pangan.”

Materi ini membahas arah kebijakan pemerintah provinsi, pengembangan kawasan budidaya terintegrasi, penerapan standar CBIB, serta mekanisme memperoleh akses bantuan dan program prioritas pemerintah.

Materi kedua menghadirkan akademisi atau dosen Fakultas Perikanan UNIMAJU dengan tema “Inovasi Budidaya Efisien dan Adaptif: Implementasi Pakan Mandiri Lokal, Maggot BSF, dan Manajemen Pembenihan Berbasis Teknologi Kolam Terpal.”

Peserta akan mendapatkan pengetahuan terapan mengenai pembuatan pakan alternatif berbahan lokal, pemanfaatan maggot BSF, teknik manajemen pembenihan, pengelolaan kolam terpal, hingga penggunaan probiotik untuk menjaga kualitas air dan meningkatkan kelangsungan hidup ikan.

Materi ketiga disampaikan oleh Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Mamuju dengan tema “Peningkatan Keahlian dan Kemandirian Pembudidaya: Tata Kelola Keuangan Sederhana dan Pemasaran Digital bagi Kelompok Perikanan.”

Pembahasan difokuskan pada keterampilan pengelolaan keuangan usaha, pencatatan pembukuan, pengaturan arus kas, penguatan kelembagaan Pokdakan, serta pemanfaatan media sosial dan platform pemasaran digital untuk memperluas pasar hasil budidaya.

Sementara materi keempat menghadirkan Kepala Cabang PT Bank Sulselbar Mamuju dengan tema “Fasilitasi Pembiayaan dan Akses Kredit Perbankan dalam Mendukung Penguatan Usaha Mikro Kelompok Pembudidaya Ikan di Kabupaten Mamuju.”

Materi ini memberikan pemahaman mengenai skema pembiayaan perbankan, persyaratan pengajuan kredit usaha, akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) sesuai ketentuan yang berlaku, serta peningkatan literasi keuangan bagi kelompok pembudidaya dan pelaku UMKM sektor perikanan.

Program pelatihan dan kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendukung Program Tematik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), khususnya percepatan pengembangan Kampung Perikanan Budidaya berbasis kearifan lokal.

Di sisi lain, langkah ini menjadi bagian dari dukungan terhadap visi Mamuju KEREN melalui penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kesejahteraan pembudidaya, serta pembangunan tata kelola sektor kelautan dan perikanan yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

DKP Mamuju berharap kegiatan ini tidak berhenti sebatas pelatihan dan penandatanganan kerja sama, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pendampingan langsung, penerapan teknologi, penguatan kelembagaan, dan pembukaan akses pembiayaan bagi kelompok pembudidaya.

Dengan kolaborasi pemerintah, akademisi, lembaga pelatihan, dunia usaha, dan sektor perbankan, pengembangan perikanan budidaya di Kabupaten Mamuju diharapkan semakin terarah dan mampu menciptakan pembudidaya yang mandiri, produktif, serta memiliki daya saing.

Pada akhirnya, penguatan sektor perikanan budidaya bukan hanya tentang meningkatkan jumlah produksi ikan, tetapi juga bagaimana menghadirkan kesejahteraan bagi pembudidaya, memperkuat ketahanan pangan, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kabupaten Mamuju. (ZUL)

Popular Articles