Redaksi.co MAMUJU : Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Barat menyerukan peran aktif generasi muda untuk mengubah wajah media sosial dan dunia maya dari ruang konfrontasi menjadi sarana perdamaian.
Di tengah gelombang informasi yang kerap memicu perpecahan, Ketua FKUB Sulbar Nur Salim Ismail menegaskan bahwa anak muda memegang posisi strategis untuk melawan arus narasi kebencian yang kian mendominasi algoritma digital saat ini.
“Sebab hari ini, aktivitas digital kita semakin tergiring pada kegaduhan. Bahkan berujung pada narasi kebencian. Tentu ini tidak elok ketika telah menjadi algoritma berpikir generasi muda,” ujar Nur Salim dalam momentum Hari Sumpah Pemuda 2026 yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.
Menurutnya, gerakan masif menyebar pesan kerukunan lewat kekuatan digital jauh lebih efektif menjangkau masyarakat luas di era modern. Karena itu, FKUB Sulbar mendorong agar platform digital tidak lagi dijadikan arena untuk mempertajam perbedaan di tengah masyarakat majemuk Sulawesi Barat.
Pesan persatuan ini, lanjut Nur Salim, dapat disandarkan pada tiga pilar utama Sumpah Pemuda:
- Patriotik: Wujud cinta tanah air dan komitmen menjaga keutuhan bangsa.
- Gigih: Ketangguhan menghadapi tantangan zaman, yang salah satunya diwujudkan lewat peningkatan literasi digital.
- Berempati: Kepedulian untuk menghargai sesama tanpa ada dominasi pihak tertentu.
“Kita tentu tidak cukup hanya menautkan harapan agar bangsa ini tetap rukun dan damai. Tapi generasi muda punya ruang strategis untuk menjadi jembatan kerukunan di ruang digital,” pungkasnya. (ZUL)

