Top 5 This Week

Related Posts

PMII Mamuju Turun ke Jalan, Sampaikan 15 Tuntutan di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Redaksi.co MAMUJU : Simpang Lima Mamuju membara! Memperingati dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ratusan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju turun ke jalan mengepung pusat kota, Kamis (22/10/2026).

Aksi unjuk rasa berlangsung panas saat massa membongkar 15 rapot merah pemerintah, mulai dari krisis BBM, gurita korporasi tambang, hingga bobroknya pengawasan miras dan penyimpangan sosial yang dinilai mengancam nyawa generasi muda di Sulawesi Barat.

Di tengah kepulan asap dan kibaran bendera organisasi, orator aksi membakar semangat massa dengan kritik menohok yang langsung mengarah ke Istana Negara.

Fergiawan Rai Zacky, aktivis PMII dari Komisariat IKB ST Fatimah Mamuju, tampil garang menyuarakan ancaman maut di balik wacana eksplorasi Logam Tanah Jarang (LTJ) di Sulawesi Barat. Ia mengecam keras logika pemerintah yang membenturkan pembukaan lapangan kerja dengan kehancuran ekologis.

“Sebagai kepala negara tertinggi, Presiden harus melihat bencana ekologis dan biologis yang mengintai! Jangan tamak membual soal lapangan kerja kalau ujung-ujungnya merusak mata pencaharian dan mengancam nyawa warga lokal. Setelah pengerukan selesai, bagaimana reboisasinya? Jangan tinggalkan racun untuk rakyat!” tegas Fergiawan dalam orasinya yang membakar suasana.

Tak berhenti di situ, Fergiawan menelanjangi realita kelam yang menjangkiti pemuda Sulbar, mulai dari ancaman lonjakan HIV/AIDS hingga peredaran minuman keras (miras) ilegal yang makin tak terkendali dan menelan korban jiwa.

“Tahun 2026 ini saja, sudah empat kali anak sekolah kecelakaan tragis akibat bebas membeli miras di jam sekolah, masih memakai seragam lengkap! Bahkan memicu kasus pembunuhan mengerikan di Mamuju. Pemerintah ke mana?! Kita butuh aturan tegas menyelamatkan anak sekolah!” serunya.

Soal isu HIV/AIDS yang merebak, PMII menegaskan garis keras terhadap fenomena LGBT. “Kita tidak menolak perbedaan, tapi kita menolak penyimpangan! Tidak ada toleransi untuk hal yang merusak moral dan kesehatan generasi muda,” tambah Fergiawan.

Menutup orasinya, PMII mengirimkan pesan menohok dan tanpa kompromi kepada duet Prabowo-Gibran agar tidak tutup mata terhadap penderitaan rakyat di daerah.

“Saya minta Presiden dan Wakil Presiden ingat sumpah jabatannya! Jangan cuma garang di mimbar. Takutlah kepada Tuhanmu, bukan takut kepada spanduk yang mengkritikmu!” pungkasnya disambut gemuruh teriakan merdeka dari ribuan massa.

15 Tuntutan Poin Panas Aksi PMII Mamuju:

1. Selesaikan Krisis BBM: Desak penuntasan kelangkaan BBM yang mencekik warga Sulbar.

2. Karut-Marut Bansos: Tuntaskan penetapan data desil penerima bansos yang tidak tepat sasaran.

3. Bencana Nasional: Tetapkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai bencana nasional.

4. Rapot Merah MBG: Evaluasi total pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

5. Transparansi Kopdes: Buka data pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) tanpa ada yang ditutupi.

6. Konflik Agraria: Tuntaskan perampokan tanah dan sengketa agraria di daerah.

7. RUU Perampasan Aset: Desak DPR dan Pemerintah segera sahkan RUU Perampasan Aset Koruptor!

8. Infrastruktur Sekolah: Perbaiki sekolah-sekolah terisolir di daerah terpencil Sulbar.

9. Sapu Bersih Miras: Perketat regulasi dan larang total penjualan miras ke anak di bawah umur.

10. Setop Lingkar Tambang Jaya: Hentikan seluruh aktivitas Lingkar Tambang Jaya (LTJ) di Sulbar.

11. Usut Mafia KIP: Bongkar dugaan penyalahgunaan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

12. Darurat HIV/AIDS: Penanganan serius dan aturan tegas terkait penyebaran HIV/AIDS.

13. Usir Korporasi Serakah: Hentikan eksploitasi kekayaan alam Indonesia oleh korporasi asing/asingan.

14. Perang Lawan Stunting: Penanganan konkret angka stunting yang masih tinggi.

15. Buka Lapangan Kerja: Sediakan lapangan kerja nyata yang bermartabat untuk rakyat lokal. (ZUL)

Popular Articles