Redaksi.co MAMASA : Perjuangan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Pitu Ulunna Salu memasuki babak baru yang monumental. Ratusan warga yang mengatasnamakan Wilayah III Kabupaten Mamasa bergerak mengepung Gedung DPRD Mamasa untuk mengawal langsung penyerahan proposal serta dokumen studi kelayakan pemekaran wilayah tersebut, Kamis (1/10/2026).
Suasana di Gedung Paripurna DPRD Mamasa, Desa Osango, terasa bergelora sejak pukul 10.00 WITA. Tak kurang dari 500 warga konvoi menggunakan armada roda dua dan roda empat dengan membentangkan spanduk perjuangan bertema “Penguatan Sinergi dan Konsolidasi Perjuangan dalam Percepatan Pembentukan Daerah Otonom Baru Kabupaten Pitu Ulunna Salu.”
Aksi simpatik dan tertib ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Mamasa Drs. H. Sudirman, Ketua DPRD Mamasa Agum Syaputra, Wakil Ketua DPRD Arwin, S.H., jajaran legislator, tokoh adat, para kepala desa se-Wilayah III, hingga tokoh masyarakat setempat.
Ketua Komite Pembentukan DOB Kabupaten Pitu Ulunna Salu, Muhammad Syahrir, S.T., M.AP., menyerahkan langsung berkas persyaratan dukungan yang memuat hasil musyawarah desa dan rembuk warga dari 7 kecamatan dan 89 desa/kelurahan se-Wilayah III.
“Kami datang dengan hormat dan membawa harapan besar seluruh masyarakat Pitu Ulunna Salu. Proposal ini adalah amanah murni dari rakyat yang merindukan pemerataan,” tegas Syahrir di hadapan jajaran pimpinan DPRD.
Syahrir juga menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas, persatuan, dan keamanan selama mengawal proses politik dan administratif ini.
Sekretaris Umum Komite, Drs. Wellem, DP., meluruskan bahwa gerakan pemekaran ini murni demi pemangkasan rentang kendali pelayanan dan peningkatan kesejahteraan publik, bukan didasari oleh kekecewaan terhadap Kabupaten Mamasa.
Kedatangan rombongan rakyat Wilayah III disambut hangat oleh pimpinan dan anggota Dewan. Ketua DPRD Mamasa, Agum Syaputra, mengonfirmasi bahwa seluruh dokumen telah diterima secara resmi dan siap ditindaklanjuti melalui mekanisme legislatif.
Wakil Ketua DPRD Mamasa, Arwin, S.H., menambahkan bahwa lembaga legislatif memiliki ikatan historis yang kuat dengan masyarakat Pitu Ulunna Salu. Ia berjanji berkas ini akan segera dibahas dalam rapat internal DPRD.
Dukungan politik juga mengalir deras dari lintas fraksi:
- Fraksi PDI Perjuangan: Yohannes Karatong dan Mangguali menyuarakan respon positif dan mengajak seluruh elemen memelihara kebersamaan selama proses berlangsung.
- Fraksi Kebangkitan Gerakan Indonesia Raya (PKB, Gerindra, PSI): Reski Mesran menegaskan komitmen fraksinya untuk mengawal pembahasan sesuai aturan hukum.
- Fraksi Golkar: Andik Nursam Parakkasi mengapresiasi momentum ini sebagai pilar sejarah penting bagi perjuangan rakyat Pitu Ulunna Salu.
Sementara itu, Wakil Bupati Mamasa Drs. H. Sudirman, yang juga bertindak sebagai Penasehat Komite, berharap agar DPRD dapat merespon cepat aspirasi ini demi pemerataan pembangunan, seraya meminta masyarakat Wilayah I dan II untuk memberikan pemahaman serta dukungan penuh.
Penyerahan berkas ini menjadi tonggak sejarah baru dalam peta politik dan administratif Kabupaten Mamasa. Bola kini berada di tangan DPRD Kabupaten Mamasa untuk melakukan pengkajian internal, pembahasan komisi, hingga penerbitan rekomendasi resmi sebelum melangkah ke tingkat provinsi dan pusat.
Masyarakat Pitu Ulunna Salu kini menanti keputusan historis dari para wakil rakyat mereka di Gedung Osango. (ZUL)

