Top 5 This Week

Related Posts

CALON KADES, JANGAN ANDALKAN AI UNTUK PENCITRAAN

CALON KADES, JANGAN ANDALKAN AI UNTUK PENCITRAAN

lombok barat-Redaksi.co Sampaikan Kondisi, Visi, Misi dan Program Sesuai Kenyataan
Lombok Barat — Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), para calon kepala desa diingatkan agar tidak terlalu mengandalkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam membuat materi promosi yang justru dapat memberikan gambaran berbeda dari kondisi sebenarnya.
Rohadi Wijaya SH.CPLA selaku praktisi hukum dan pemerhati demokrasi mengatakan, teknologi pada dasarnya dapat digunakan sebagai alat bantu untuk membuat desain, menyusun tulisan maupun menyampaikan informasi. Namun, penggunaan AI tidak boleh mengubah substansi dan kenyataan tentang calon maupun program yang ditawarkan kepada masyarakat.
“AI itu hanya alat. Jangan sampai karena ingin membuat promosi terlihat hebat, kemudian kondisi sebenarnya dibuat seolah-olah sempurna. Masyarakat desa membutuhkan informasi yang nyata, bukan sekadar tampilan yang bagus,” ujar Rohadi.
Menurutnya, seorang calon kepala desa harus berani menyampaikan siapa dirinya, apa yang menjadi visi dan misinya, program apa yang akan dilaksanakan, serta sejauh mana kemampuan dan sumber daya desa dapat mendukung program tersebut.
Sebab, pemilihan kepala desa adalah proses demokrasi yang nyata. Calonnya nyata, pemilihnya nyata, dan persoalan masyarakat yang akan dihadapi juga nyata.
“Jangan sampai masyarakat memilih karena melihat promosi yang begitu bagus, tetapi setelah calon terpilih ternyata apa yang disampaikan tidak sesuai dengan kenyataan. Pada akhirnya pemilih yang bisa kecewa,” tegasnya.
Rohadi juga mengingatkan agar penggunaan teknologi tidak menjadi sarana untuk menciptakan pencitraan yang berlebihan, informasi yang menyesatkan, ataupun janji yang tidak realistis.
Menurutnya, keterbukaan justru menjadi bagian penting dalam demokrasi desa.
“Tidak perlu ada yang ditutup-tutupi. Sampaikan apa adanya. Kalau ada kekurangan, masyarakat juga berhak mengetahuinya. Kalau ada program, jelaskan bagaimana program itu akan diwujudkan. Jangan hanya bagus di gambar dan tulisan,” katanya.
Ia berharap para calon kepala desa dapat memanfaatkan teknologi secara proporsional dan bertanggung jawab. AI boleh membantu dalam membuat materi publikasi, tetapi isi dan substansinya harus tetap berdasarkan fakta, kondisi nyata, gagasan serta komitmen calon itu sendiri.
“Pemilihan adalah nyata untuk calon dan pemilih. Karena itu jangan sampai demokrasi kita hanya bagus dalam promosi, tetapi tidak sesuai dengan kenyataan setelah pemilihan. Masyarakat harus diberikan informasi yang jujur agar dapat menentukan pilihannya secara bebas dan berdasarkan informasi yang mereka miliki,” pungkas Rohadi Wijaya SH.CPLA, praktisi hukum dan pemerhati demokrasi.

Jurnalis : suhaili

Redaksi.co

Suhaili .
Suhaili .
Nama : H.suhaili Umur : 47 tahun Pekerjaan : Pers Asal : Taman ayu gerung lombok barat ntb

Popular Articles