Top 5 This Week

Related Posts

Literasi Digital Jadi Tantangan, IKM Monjok Barat Mulai Beralih ke Transaksi QRIS

Literasi Digital Jadi Tantangan, IKM Monjok Barat Mulai Beralih ke Transaksi QRIS

MATARAM, Redaksi.co – Perkembangan transaksi digital belum sepenuhnya dirasakan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Mataram. Di Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, sebagian besar pelaku IKM masih mengandalkan transaksi secara tunai.

Dari 91 unit IKM yang terdata di wilayah tersebut, sekitar 90 persen masih menggunakan sistem pembayaran tunai. Padahal, hampir seluruh IKM di Monjok Barat bergerak di sektor kuliner, sehingga memiliki potensi transaksi yang cukup besar untuk dikembangkan melalui sistem pembayaran digital.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mataram. Tim yang diketuai Ida Ayu Putri Suprapti, bersama anggota Taufik Chaidir, Akhmad Jufri, St Maryam dan Gusti Ayu Arini, melaksanakan pelatihan dan pendampingan penggunaan sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada 30 Juli 2026 dan 14 Agustus 2026, dengan menyasar pelaku IKM di Kelurahan Monjok Barat.

Tim pengabdian menjelaskan, perkembangan teknologi digital seharusnya dapat membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan transaksi sekaligus omzet penjualan. Namun, manfaat tersebut belum maksimal apabila tingkat literasi digital dan keuangan masyarakat masih rendah.

Sejumlah kendala ditemukan di lapangan, mulai dari rendahnya literasi keuangan digital, keterbatasan jaringan internet yang stabil, kekhawatiran terhadap keamanan transaksi digital, kebiasaan menggunakan uang tunai, hingga belum adanya pendampingan secara berkelanjutan.

Karena itu, kegiatan tidak hanya dilakukan dalam bentuk sosialisasi. Para peserta juga mendapatkan pelatihan teknis mengenai mekanisme penggunaan QRIS, pendampingan pembukaan rekening perbankan, pemasangan QRIS hingga monitoring terhadap penggunaan sistem pembayaran tersebut.

Materi yang diberikan mencakup sistem pembayaran tunai dan non-tunai berbasis QRIS, pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi QRIS, manfaat QRIS bagi konsumen dan merchant, serta langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko dalam transaksi digital.

Sebanyak 25 pelaku IKM mengikuti kegiatan tersebut. Antusiasme peserta terlihat selama proses pelatihan. Berdasarkan hasil evaluasi, sekitar 80 persen peserta mampu menjelaskan kembali materi yang telah diberikan.

Meski demikian, tantangan masih terlihat ketika peserta memasuki tahap praktik. Sekitar 50 persen peserta mengalami kesulitan dalam memahami penggunaan QRIS. Faktor tingkat pendidikan dan minimnya pengalaman menggunakan sistem pembayaran non-tunai menjadi salah satu kendala yang ditemukan tim di lapangan.

Pendampingan kemudian dilakukan secara lebih intensif. Hasilnya, tiga orang mitra telah resmi menjadi nasabah bank, sementara satu orang mitra lainnya masih dalam proses pemasangan QRIS.

Capaian tersebut menjadi salah satu langkah awal dalam mendorong transformasi digital bagi pelaku IKM di Monjok Barat.

Tim pengabdian berharap ke depan lembaga keuangan perbankan dapat terlibat secara langsung dengan turun ke lokasi untuk membantu masyarakat dalam proses pembukaan rekening dan pemasangan QRIS.

Selain itu, pendampingan secara berkelanjutan dinilai penting agar pelaku IKM tidak hanya mampu menggunakan QRIS, tetapi juga memiliki pemahaman dan kepercayaan terhadap transaksi non-tunai.

Kegiatan tersebut juga disebut berkontribusi terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) 2 dan IKU 7 Universitas Mataram. Mahasiswa dilibatkan dalam kegiatan sehingga memperoleh pengalaman di luar kampus, sementara hasil pengabdian dapat dimanfaatkan sebagai studi kasus dalam proses pembelajaran di kelas.

Transformasi digital bagi pelaku IKM dengan demikian tidak hanya berkaitan dengan menyediakan teknologi, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki pengetahuan, pendampingan dan kepercayaan untuk menggunakannya dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Jurnalis: Suhaili
Media Nasional Investigasi–Redaksi.co

Suhaili .
Suhaili .
Nama : H.suhaili Umur : 47 tahun Pekerjaan : Pers Asal : Taman ayu gerung lombok barat ntb

Popular Articles