Redaksi.co, Sukabumi — Revitalisasi SDN 1 Pawenang, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, tidak hanya membawa pembenahan fisik sekolah. Program yang bersumber dari Bantuan Pemerintah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tahun Anggaran 2026 itu juga melibatkan komite, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar dalam pelaksanaannya.
Pembangunan dilaksanakan secara swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Keterlibatan warga sekolah tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program revitalisasi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Berdasarkan papan informasi kegiatan di lokasi, program tersebut memiliki nilai bantuan Rp917.624.630 yang bersumber dari APBN 2026, dengan waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender.
Ketua P2SP SDN 1 Pawenang, Nana Sujana, mengatakan program tersebut menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memperbaiki sejumlah fasilitas yang kondisinya membutuhkan penanganan.
“Program ini sangat membantu kami untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan belajar siswa. Ruang kelas serta fasilitas lainnya yang sebelumnya rusak akan direhabilitasi secara menyeluruh,” kata Nana, Kamis (3/9/2026).
Warga Ikut Mengerjakan
Berbeda dengan pola pekerjaan yang sepenuhnya diserahkan kepada pihak luar, pembangunan di SDN 1 Pawenang dilaksanakan dengan melibatkan unsur komite, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar.
Nana menyebut tenaga kerja yang terlibat berasal dari lingkungan sekitar sekolah. Begitu pula dengan kebutuhan material yang diupayakan diperoleh dari wilayah sekitar.
“Semuanya sudah sesuai rencana. Pelaksana adalah komite dan orang tua siswa. Pekerja juga 100 persen orang tua siswa dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Menurut Nana, keterlibatan masyarakat diharapkan tidak hanya membantu kelancaran pembangunan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas sekolah yang nantinya digunakan bersama.
Ia berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai perencanaan dengan tetap memperhatikan ketentuan dan kualitas pembangunan.
Tiga Ruang Kelas hingga Pagar Direhabilitasi
Program revitalisasi mencakup sejumlah fasilitas. Di antaranya rehabilitasi tiga ruang kelas, satu ruang administrasi, satu unit toilet, serta pembangunan pemagaran sepanjang 61 meter dengan tinggi 210 sentimeter.
Selain pekerjaan fisik tersebut, program juga mencakup pengadaan satu set mebelair untuk ruang administrasi.
Kepala SDN 1 Pawenang, Vera Widya Nurmalita, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, peningkatan sarana pendidikan merupakan bagian dari upaya memberikan layanan pembelajaran yang lebih baik.
“Program revitalisasi satuan pendidikan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Kami berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan, memperhatikan kualitas pekerjaan, serta memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah,” kata Vera.
Vera mengatakan revitalisasi tersebut telah lama dinantikan warga sekolah. Karena itu, ia mengapresiasi dukungan pemerintah dan seluruh pihak yang ikut terlibat dalam proses pembangunan.
“Alhamdulillah, keinginan semua warga sekolah kini bisa terwujud. Terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu untuk mewujudkan pembangunan ini,” ujarnya.
Kualitas dan Pemeliharaan Jadi Perhatian
Bagi pihak sekolah, keberhasilan revitalisasi tidak berhenti ketika pekerjaan pembangunan selesai. Fasilitas yang telah diperbaiki juga perlu dirawat agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Vera menegaskan pihak sekolah akan berupaya memastikan pelaksanaan pembangunan tetap mengacu pada perencanaan dan ketentuan yang berlaku.
“Kami akan konsisten sesuai rencana pembangunan yang telah dibuat, sehingga hasil revitalisasi ini dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Dengan keterlibatan warga sekolah dan masyarakat, revitalisasi SDN 1 Pawenang diharapkan menghasilkan fasilitas pendidikan yang lebih layak sekaligus memperkuat kepedulian bersama terhadap lingkungan sekolah.
Pada akhirnya, pembangunan fisik tersebut diharapkan bermuara pada tujuan yang lebih besar: menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi siswa serta mendukung proses pembelajaran secara berkelanjutan. (Opik)***

