Top 5 This Week

Related Posts

Hasut: Saat Pikiran Sendiri Berubah Menjadi Teror, Siapa yang Bisa Dipercaya?

JAKARTA, Redaksi.co — Bagaimana jika sumber ketakutan terbesar bukanlah hantu, melainkan pikiran sendiri? Pertanyaan itu menjadi salah satu daya tarik utama film horor psikologis “Hasut”, karya terbaru Tuta Films yang siap membawa penonton masuk ke wilayah abu-abu antara kenyataan, sugesti, dan rasa percaya.

Film ini menandai langkah pertama Ilya Sigma sebagai sutradara setelah sebelumnya dikenal sebagai penulis, Alih-alih menjadikan kemunculan makhluk gaib sebagai pusat cerita, “Hasut” justru membangun teror melalui hubungan manusia yang perlahan kehilangan kendali.

Kisahnya mengikuti empat sahabat—Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova—yang memilih melakukan perjalanan ke sebuah kawasan hutan untuk menjalani meditasi.

Tujuannya terdengar sederhana: mencari ketenangan sekaligus menghadapi luka yang selama ini mereka pendam.

Tetapi suasana berubah ketika proses penyembuhan justru membuka ruang bagi kecurigaan, Komunikasi yang semula menjadi penghubung mulai berubah menjadi sumber kegelisahan, Suara dari perangkat komunikasi seperti HT menghadirkan informasi yang sulit dipastikan kebenarannya.

Di titik tersebut, “Hasut” mulai memainkan pertanyaan yang lebih berbahaya: apakah ancaman itu benar-benar ada, atau justru tercipta karena mereka mulai saling mencurigai?

Ketegangan semakin diperkuat melalui poster teaser yang menampilkan Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova dalam kondisi terkulai, sementara Karina Salim terlihat masih terjaga. Visual tersebut menyisakan ruang tafsir mengenai apa yang sebenarnya menimpa keempat karakter tersebut.

Bagi Ilya Sigma, “Hasut” tidak semata-mata dirancang untuk menghadirkan rasa takut, Film ini juga menyentuh persoalan luka pribadi, kepercayaan, serta batas antara niat menyembuhkan dan keinginan untuk mengendalikan orang lain.

Sementara itu, Karina Salim melihat teror dalam film ini dapat muncul dari sesuatu yang sangat sederhana,Bukan penampakan, melainkan suara, informasi yang tidak jelas, dan ketidakpastian yang membuat seseorang mulai mempertanyakan orang di sekelilingnya.

Pendekatan tersebut membuat “Hasut” memiliki ruang horor yang berbeda, Penonton tidak hanya diajak menunggu kapan sosok menyeramkan muncul, tetapi juga dipaksa mempertanyakan setiap informasi yang diterima sepanjang cerita.

Film produksi Tuta Films ini diproduseri Putrama Tuta dan Siera Tamihardja, “Hasut” dijadwalkan tayang di jaringan bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.

Pada akhirnya, film ini menawarkan satu kemungkinan yang justru lebih mengganggu daripada kehadiran hantu: ketika rasa percaya telah hilang, siapa yang bisa memastikan bahwa orang di samping kita bukanlah sumber teror sebenarnya?

Popular Articles