Top 5 This Week

Related Posts

SEJARAH BERDIRINYA PAGUYUBAN KOMUNITAS PKRPP PAKUREJO

KILAS BALIK AWAL PERJALANAN PAKUREJO

**Pakurejo bukan sekadar sebuah nama. Ia lahir dari sebuah perjalanan, dari persaudaraan, gagasan, budaya, dan ketulusan beberapa orang yang ingin menyatukan keluarga Purworejo dalam satu wadah.**

Awal perjalanan Pakurejo bermula dari sebuah momen yang hingga kini menjadi bagian penting dari sejarahnya. **Pakurejo dibentuk oleh Pakde Santo pada Kamis malam Jumat Kliwon, 14 Juli 2016.**

oplus_8388608

Pada awalnya, komunikasi masih dilakukan secara interaktif melalui telepon. Dari obrolan-obrolan sederhana itu kemudian berkembang sebuah gagasan besar. Pakde Santo meminta dibuatkan **Lagu Mars Pakurejo**, sebagai salah satu identitas dan penyemangat bagi perjalanan paguyuban.

Perjalanan itu semakin menemukan *jatidirinya* ketika **Pakde Santo datang ke Bandung pada 14 Januari 2017**. Untuk pertama kalinya kami bertiga bertemu secara langsung:

**Bambang Gatutkaca,

Ibu Hartuti Sri Wuryandari,

dan Pakde Santo.**

Selama **tiga hari di Bandung**, kami bertiga duduk bersama, berdiskusi, bertukar pikiran, dan membicarakan bagaimana Pakurejo ke depan. Masing-masing membawa wawasan dan pemikiran yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama.

oplus_8388608

Pakde Santo membawa **sejarah dan gagasan tentang Pakurejo**.

Saya, Bambang Gatutkaca, membawa **wawasan budaya Jawa dan Purworejo**.

Sementara Ibu Hartuti Sri Wuryandari berperan dalam menyusun **AD/ART dan tata aturan organisasi**.

Tiga pemikiran tersebut kemudian dipadukan menjadi satu. Sedikit demi sedikit, konsep Pakurejo mulai tersusun.

Namun perjalanan tidak selalu berjalan mulus. Di tengah proses tersebut, Pakde Santo sempat jatuh sakit sehingga pembahasan harus berhenti sejenak. Setelah beliau sembuh, perjuangan kembali dilanjutkan. Komunikasi berlanjut melalui **WhatsApp dan telepon**, bahkan sering berlangsung hingga larut malam.

Kami bertiga kembali berembuk, menyatukan gagasan, dan membicarakan bagaimana **melegalkan Pakurejo sebagai sebuah paguyuban**. Semua dilakukan dengan semangat kebersamaan dan keyakinan bahwa Pakurejo harus memiliki landasan yang kuat untuk melangkah ke masa depan.

Dari kebersamaan kami bertiga itulah kemudian lahir sebuah nama khusus yang saya berikan:

### **BAHAROTO**

**BA** dari **Bambang**,

**HA** dari **Hartuti**,

dan **RO* karo *TO* SUSANTO** yang merujuk pada **Susanto (Pakde Santo)**.

Nama BAHAROTO menjadi simbol bahwa pada masa awal perjalanan Pakurejo, ada tiga orang yang duduk bersama, berbagi pemikiran, dan berusaha meletakkan dasar bagi perjalanan paguyuban.

Bukan hanya nama, saya kemudian membuat **Lagu BAHAROTO**. Lagu tersebut selesai dibuat pada **Kamis malam Jumat Kliwon, tepat pukul 00.00**.

oplus_8388608

Setelah berbagai pembahasan selesai, perjalanan Pakurejo kemudian berlanjut menuju **notaris dan proses legalisasi di Kementerian Hukum dan HAM**. Mengenai tanggal Jumat Kliwon dalam proses tersebut, bulan tepatnya masih perlu dicocokkan kembali dengan dokumen **SK tahun 2020**.

Yang kemudian menjadi sebuah renungan menarik adalah ketika kami meneliti kembali perjalanan Pakurejo. Ada beberapa momentum penting yang ternyata bertepatan dengan **Jumat Kliwon**.

Awalnya semua itu tidak pernah direncanakan. Tidak pernah pula kami sengaja mencari atau menentukan Jumat Kliwon sebagai waktu khusus. Namun ketika perjalanan tersebut dilihat kembali dari awal, muncul sebuah pertanyaan:

oplus_8388608

**“Mengapa kok banyak sekali yang bertepatan dengan Jumat Kliwon? Ada apa dengan Pakurejo?”**

Bagi sebagian orang mungkin itu hanya sebuah kebetulan. Namun bagi kami yang menjalani prosesnya, rangkaian tersebut terasa memiliki makna tersendiri.

oplus_8388608

Pakurejo tumbuh bukan hanya dari sebuah ide, tetapi dari **pertemuan, persaudaraan, budaya, perjuangan, doa, dan ketulusan**.

Dari sebuah komunikasi melalui telepon, kemudian bertemu darat di Bandung, berembuk selama tiga hari, melewati masa sakit, kembali berdiskusi melalui telepon dan WhatsApp, menyusun AD/ART, menciptakan Mars Pakurejo, melahirkan BAHAROTO, hingga akhirnya melangkah menuju legalitas organisasi.

**Itulah kilas balik awal perjalanan Pakurejo.**

Sebuah perjalanan yang dimulai dari langkah kecil, tetapi kemudian berkembang menjadi sebuah paguyuban yang membawa nama **Purworejo**, menjaga tali silaturahmi, serta menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan.

oplus_8388608

Dan ketika semua perjalanan itu kita renungkan kembali, mungkin ada satu kalimat yang tepat untuk menggambarkannya:

**“Pakurejo tidak sekadar didirikan, tetapi dilahirkan dari sebuah proses panjang yang penuh persaudaraan, perjuangan, dan misteri perjalanan yang hingga kini masih menyimpan cerita.”**

**Pakurejo… dari kita, oleh kita, untuk persaudaraan dan nama baik Purworejo.**

Popular Articles