Top 5 This Week

Related Posts

​Muhammad Taufik Prihatin Krisis Air Mata Ie, Skema Giliran Disiapkan untuk 14 Ribu Pelanggan

​​ACEH BESAR — Kepala Cabang Perumda Tirta Mountala Darul Imarah menyatakan keprihatinan mendalam atas krisis air bersih yang melanda 14.000 pelanggan di wilayah kerjanya. Kemarau panjang yang terjadi saat ini menyebabkan sumber air baku utama di Mata Ie mengering total dan mengganggu suplai air ke masyarakat.

​Kondisi tersebut berdampak langsung pada pelayanan air bersih yang tidak bisa lagi mengalir secara kontinu di empat kecamatan, yaitu Darul Imarah, Darul Kamal, Lhoknga, dan Peukan Bada.

​”Kami sangat prihatin dan merasakan betul kesulitan yang dialami belasan ribu keluarga di empat kecamatan ini. Sebagai pengelola di lapangan, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat fenomena alam ini,” ujar  Muhammad Taufik Kepala Cabang Perumda Tirta Mountala Darul Imarah.

​Peran Teknis dan Langkah Darurat

​Di tengah keprihatinan tersebut, Kepala Cabang mengambil sejumlah tindakan teknis untuk mengantisipasi krisis yang kian memburuk:

​Pengelolaan Pompa Tunggal: Dari seluruh armada mesin yang ada, saat ini hanya 1 unit pompa distribusi yang dapat beroperasi karena keterbatasan debit air. Kepala Cabang mengawal langsung skema kerja pompa ini agar tidak mengalami kerusakan fatal.

​Penerapan Sistem Pengaliran Bergilir: Mengatur ulang jadwal distribusi secara proporsional agar sisa air yang dipompa dapat menjangkau secara bergantian ke rumah-rumah warga di 14.000 titik pelanggan.

​Kesiapsiagaan Tim Lapangan: Menginstruksikan petugas teknis cabang untuk memantau fluktuasi debit air baku di Mata Ie serta keandalan pompa yang bekerja selama 24 jam.

​Koordinasi Suplai Tangki: Berkoordinasi dengan manajemen pusat Perumda Tirta Mountala untuk menyiapkan opsi penyaluran air bersih melalui truk tangki ke wilayah yang paling kritis.

​Pihak cabang mengimbau seluruh pelanggan di empat kecamatan terdampak untuk menghemat penggunaan air serta menampung air saat jadwal pengaliran bergilir berlangsung.

Popular Articles