JALAN TOBURI–TAMPABULU BELUM GENAP SATU TAHUN SUDAH RUSAK, “PIJAR KEADILAN RAKYAT SULAWESI TENGGARA “ DESAK INSPEKTORAT DAN KEJARI BOMBANA TURUN TANGAN
REDAKSI.Co, SULAWESI TENGGARA, Bombana, kamis, 27 juli 2026 — Kondisi ruas jalan Toburi-Tampabulu, Kecamatan Tampabulu, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, menuai sorotan serius. Jalan yang dibangun dengan anggaran kurang lebih Rp853.220.000,00 tersebut dilaporkan telah mengalami kerusakan di sejumlah titik, meskipun belum genap satu tahun sejak pekerjaan selesai.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas pekerjaan dan penggunaan anggaran publik. Dengan nilai anggaran yang mencapai ratusan juta rupiah, masyarakat tentu memiliki hak untuk mendapatkan infrastruktur jalan yang layak, berkualitas, dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang wajar.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya kerusakan pada sejumlah bagian jalan. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa terdapat persoalan yang perlu diperiksa secara serius, baik terkait kualitas pekerjaan, ketebalan lapisan aspal, mutu material, maupun kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan kontrak yang telah ditetapkan.
Menanggapi hal tersebut, Ahmad Asyrof Athoilah T. menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi jalan Toburi – Tampabulu.
“Saya Ahmad Asyrof Athoilah T. turut prihatin melihat kondisi jalan Toburi – Tampabulu yang belum genap satu tahun selesai dikerjakan, tetapi sudah mengalami banyak kerusakan. Apalagi anggaran yang digunakan kurang lebih mencapai Rp853.220.000,00. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Menurutnya, kerusakan jalan dalam waktu yang relatif singkat tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Pemerintah dan aparat pengawasan harus memastikan apakah pekerjaan tersebut benar-benar telah dilaksanakan sesuai dengan standar teknis dan ketentuan kontrak.
“Pertanyaannya sederhana: apakah pekerjaan ini sudah sesuai dengan spesifikasi teknis? Apakah ketebalan aspal dan material yang digunakan benar-benar memenuhi standar? Atau ada persoalan lain dalam proses pelaksanaannya? Semua itu harus dijawab melalui pemeriksaan yang objektif dan transparan,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, ia mendesak Inspektorat Kabupaten Bombana dan Kejaksaan Negeri Bombana untuk segera turun langsung ke lokasi guna melakukan pengecekan dan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pekerjaan jalan Toburi–Tampabulu.
Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk mengetahui penyebab kerusakan secara objektif, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap kualitas dan ketebalan lapisan aspal, material yang digunakan, metode pelaksanaan pekerjaan, serta kesesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan dokumen kontrak dan spesifikasi teknis.
“Kami meminta Inspektorat Kabupaten Bombana dan Kejaksaan Negeri Bombana tidak hanya menunggu laporan di meja. Turun langsung ke lapangan, lihat kondisi jalan, lakukan pemeriksaan teknis, dan pastikan ke mana anggaran ratusan juta rupiah tersebut digunakan,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menggunakan uang negara harus dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai masyarakat kembali dirugikan akibat pembangunan jalan yang cepat mengalami kerusakan, sementara anggaran yang digunakan cukup besar.
“Uang rakyat harus menghasilkan pembangunan yang berkualitas. Jika memang ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam pekerjaan, maka harus ada langkah tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai kerusakan jalan seperti ini dianggap hal biasa,” tambahnya.
“JANGAN BIARKAN UANG RAKYAT HABIS UNTUK PEMBANGUNAN YANG HANYA BERTAHAN SEUMUR JAGUNG”
JALAN TOBURI-TAMPABULU BELUM GENAP SATU TAHUN RUSAK, DESAK INSPEKTORAT & KEJARI BOMBANA TURUN TANGAN PERIKSA.

