Top 5 This Week

Related Posts

Publikasi Podcast”Karneni Talk”

TULUNGAGUNG REDAKSI CO 13 Juli 2026 – Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan era digital yang kian kompleks, keluarga dituntut untuk kembali mengambil peran sentralnya sebagai benteng pertama dan utama bagi anak. Menyadari krusialnya fenomena tersebut, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Campurdarat Kabupaten Tulungagung kembali menggelar program edukasi publik andalannya, yakni live streaming Podcast “Karneni Talk” pada Kamis (2/7/2026). Program Podcast “Karneni Talk” ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap bulan oleh RSUD Campurdarat. Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk komitmen nyata rumah sakit dalam memperluas jangkauan edukasi dan menyebarkan informasi kesehatan yang akurat, terpercaya, serta relevan dengan dinamika sosial yang sedang dihadapi oleh masyarakat Kabupaten Tulungagung dan sekitarnya.Pada edisi kali ini, “Karneni Talk” mengangkat tema besar “Peran Keluarga Terhadap Perkembangan Anak”. Diskusi interaktif yang dimulai sejak pukul 12.00 WIB ini tidak hanya meninjau dari satu sisi, melainkan membedah persoalan secara komprehensif dengan menghadirkan kolaborasi narasumber lintas sektor. Mulai dari perspektif medis dan kesehatan anak, pencegahan bahaya narkoba, hingga dinamika sosial kepemudaan. Dampak Stres Rumah Tangga Terhadap Fisik Anak di IGDDari sudut pandang medis, dr. Faradila Praginta selaku Dokter Umum IGD RSUD Campurdarat memaparkan fakta krusial mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan stimulasi tumbuh kembang yang tepat selama fase golden age (usia emas) anak. Fase ini menjadi fondasi penting yang akan menentukan kualitas hidup anak di masa depan. Lebih lanjut, dr. Faradila mengungkapkan korelasi yang jarang disadari masyarakat antara keharmonisan rumah tangga dengan kesehatan fisik anak. Berdasarkan pengalamannya di ruang IGD, tidak sedikit anak-anak yang mengalami penurunan imunitas atau gejala psikosomatis akibat paparan stres atau kurangnya perhatian di lingkungan keluarga. “Keluarga adalah sistem pendukung pertama. Orang tua harus menjadi pihak pertama yang mengenali tanda bahaya (red flags) kesehatan anak, baik gangguan fisik maupun perubahan psikis. Jangan tunggu sampai kondisi anak kritis baru dibawa ke IGD. Kepekaan awal dari rumah adalah kunci pertolongan pertama,” tegas dr. Faradila saat menjawab alur pertanyaan diskusi. Pola Asuh Terbuka sebagai Tameng Utama dari Jeratan NarkobaTantangan anak di luar rumah tidak kalah besar. Pergaulan bebas dan ancaman zat adiktif mengintai generasi muda jika ketahanan di dalam rumah rapuh. Hal ini ditegaskan oleh Penanggung Jawab BNN, Dinar Mayasari, S.K.M., yang hadir sebagai narasumber kedua. Menurut Dinar, pola asuh di dalam keluarga menjadi faktor penentu paling dominan apakah seorang anak akan terjerumus atau terhindar dari lingkaran setan narkoba. Ia mengimbau para orang tua di Kabupaten Tulungagung untuk membangun komunikasi dua arah yang terbuka dan tidak menghakimi. Orang tua harus mampu mengenali ciri-ciri perubahan perilaku anak yang patut diwaspadai, seperti perubahan emosi yang drastis atau penurunan prestasi. “Ketika fungsi ketahanan keluarga berjalan dengan baik, anak tidak akan mencari pelarian di luar rumah. Namun, jika orang tua telanjur mendeteksi adanya indikasi awal penyalahgunaan zat pada anak, langkah pertamanya bukanlah kemarahan, melainkan pendekatan persuasif. Rangkul mereka, ajak bicara secara terbuka, dan segera koordinasikan dengan pihak profesional atau BNN untuk mendapatkan langkah rehabilitasi yang tepat,” jelas Dinar Mayasari. Sinergi Kontrol Keluarga dan Ruang Ekspresi Positif Pemuda bersama Lembaga 212Menyikapi ruang gerak remaja di luar lingkungan rumah, Rahmat Putra Perdana selaku perwakilan dari Lembaga 212 “Loro Siji Loro” sekaligus Tokoh Penggerak Pemuda, memberikan pandangan yang berimbang. Menurutnya, membatasi ruang gerak anak secara berlebihan di era sekarang bukanlah solusi bijak. Hal yang dibutuhkan saat ini adalah sinergi yang ideal antara kontrol ketat dari keluarga dengan pemberian kebebasan yang bertanggung jawab bagi anak untuk berorganisasi. Rahmat menilai, lingkungan pertemanan dan organisasi kepemudaan memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam membentuk karakter remaja. Jika diarahkan ke wadah yang tepat, potensi dan energi besar yang dimiliki anak muda dapat disalurkan menjadi prestasi. “Orang tua harus menjadi fasilitator bagi minat bakat anak. Di Tulungagung sendiri, melalui wadah seperti Lembaga 212 ‘Loro Siji Loro’, kami terus berupaya menyediakan ruang berekspresi serta program-program positif yang sehat bagi anak muda. Tugas orang tua adalah mendorong dan mendukung anak-anak mereka untuk aktif di lingkungan positif semacam ini. Ini adalah langkah preventif paling efektif untuk memutus rantai kenakalan remaja di tengah masyarakat,” urai Rahmat. Komitmen Bulanan RSUD Campurdarat untuk Generasi Emas TulungagungDiskusi yang dipandu oleh Intan Faizatun, Amd.Kep ini berjalan sangat dinamis dan interaktif. Di akhir sesi, jalannya podcast yang dicatat secara runut oleh Notulen Hendra Ivan Martono ini menghasilkan satu kesimpulan mutlak: optimalisasi perkembangan anak yang berkarakter tidak bisa berjalan parsial. Diperlukan keterikatan yang kuat antara pengawasan kesehatan yang baik, proteksi dari bahaya narkotika, serta ruang berekspresi yang difasilitasi oleh organisasi kepemudaan. Sebagai penutup, masing-masing narasumber menyampaikan closing statement berupa tips ringkas yang menekankan satu esensi penting, yaitu pentingnya meluangkan waktu berkualitas (quality time) di tengah kesibukan sehari-hari demi masa depan anak-anak dan pemuda di Kabupaten Tulungagung. Melalui kehadiran rutin Podcast “Karneni Talk” setiap bulannya, RSUD Campurdarat berkomitmen untuk tidak sekadar menjadi pusat layanan penyembuhan (kuratif), tetapi juga menjadi motor penggerak literasi kesehatan (promotif dan preventif) yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pewarta. Joko miswanto

 

Popular Articles