Redaksi.co MAMASA : Ketua Forum Gerakan Mahasiswa Merdeka (FGMM), Fergiawan Rai Zacky, melontarkan kritik keras terhadap Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat terkait belum dibayarkannya gaji guru di Kabupaten Mamasa selama empat bulan.
Menurut Fergiawan, sejak Februari hingga akhir Juni, banyak guru di Kabupaten Mamasa belum menerima hak mereka. Kondisi tersebut dinilai sebagai bentuk kelalaian yang tidak boleh dibiarkan karena menyangkut nasib para tenaga pendidik yang menjadi ujung tombak pembangunan sumber daya manusia.
“Guru hanya menuntut hak mereka sebagaimana mestinya. Jangan pernah bermain-main dengan hak guru. Tanpa guru dan tenaga pengajar, mustahil dunia pendidikan dapat maju, bahkan regenerasi tenaga pendidik di masa depan bisa terancam karena semakin sedikit orang yang mau mengabdi sebagai guru,” tegas Fergiawan.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Mamasa bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat segera memberikan penjelasan sekaligus menyelesaikan persoalan keterlambatan pembayaran gaji tersebut. Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan menyangkut keberlangsungan pendidikan dan kesejahteraan para pendidik.
FGMM menilai keterlambatan pembayaran gaji guru dapat berdampak langsung terhadap kebutuhan hidup para tenaga pengajar dan berpotensi mengganggu kualitas pelayanan pendidikan di daerah.
Fergiawan juga mengingatkan agar pemerintah tidak menganggap remeh persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa apabila dalam waktu dekat tidak ada respons dan langkah konkret dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat, FGMM akan mengambil langkah lebih tegas.
“Jika tidak ada respons dalam waktu dekat, kami dari FGMM tidak akan tinggal diam. Kami siap menggelar aksi sebagai bentuk protes atas lambannya penyelesaian hak-hak guru di Kabupaten Mamasa,” pungkasnya. (ZUL)

