*Pembongkaran Bak Sampah Swadaya Warga di Kel. Wowawanggu Kec. Kadia Kota Kendari Ditolak Masyarakat dan menuai polemik
Kendari – Pembongkaran bak sampah di RT 04 RW 02, Kelurahan Wowawanggu, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, mendapat penolakan dari sejumlah warga setempat. Masyarakat menilai pembongkaran sebaiknya jgn dulu di bongkar
hingga program pengangkutan sampah langsung dari rumah ke rumah benar-benar terbukti berjalan efektif.
Menurut warga, bak sampah tersebut selama ini menjadi fasilitas penting dalam mendukung kebersihan lingkungan. Selain itu, fasilitas tersebut dibangun secara swadaya menggunakan dana masyarakat, sehingga keberadaannya masih dianggap dibutuhkan selama masa transisi sistem pengelolaan sampah yang baru.
Salah satu warga setempat, yg jga sebagai ketua RT 04 mengatakan bahwa masyarakat pada dasarnya mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan persampahan. Namun, ia berharap pembongkaran tidak dilakukan secara terburu-buru sebelum sistem pengganti berjalan optimal.
“Kami tidak menolak program pemerintah. Kami hanya berharap pembongkaran bak sampah ditunda terlebih dahulu sampai program pengangkutan sampah dari rumah ke rumah benar-benar terbukti efektif dan berjalan konsisten,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini pengangkutan sampah masih terkadang mengalami keterlambatan. Selain itu, layanan pengangkutan tidak beroperasi pada hari Minggu, sehingga warga khawatir akan terjadi penumpukan sampah apabila bak sampah yang selama ini digunakan dibongkar terlebih dahulu.
Warga juga mengaku belum mendapatkan sosialisasi dan dialog yang memadai terkait rencana pembongkaran tersebut. Informasi yang diterima masyarakat sejauh ini lebih banyak disampaikan melalui imbauan kepada pengurus lingkungan tanpa adanya pertemuan langsung yang melibatkan warga.
Menurut Ketua RT 04 (Abdul Syukur, SE) Kel. Wowawanggu beserta warga dan masyarakat tidak menolak perubahan sistem pengelolaan sampah apabila terbukti mampu memberikan pelayanan yang lebih baik. Namun, warga berharap pemerintah memberikan waktu untuk melihat efektivitas program tersebut sebelum menghapus fasilitas yang masih digunakan masyarakat.
“Kami hanya ingin ada masa evaluasi terlebih dahulu. Kalau program baru ini sudah terbukti berjalan baik dan tidak ada lagi kendala di lapangan, tentu masyarakat akan lebih mudah menerima perubahan tersebut,” katanya.
Warga berharap Pemerintah Kota Kendari di bawah kepemimpinan Wali Kota Kendari, , dapat mengevaluasi kebijakan tersebut secara komprehensif. Menurut mereka, peningkatan sistem pelayanan persampahan perlu dilakukan tanpa menghilangkan fasilitas yang masih dianggap bermanfaat oleh masyarakat, terlebih fasilitas tersebut dibangun secara mandiri melalui kontribusi warga.
Warga RT 04 RW 02 berharap pemerintah dapat mempertimbangkan aspirasi masyarakat dan mengedepankan musyawarah dalam setiap kebijakan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan warga. Mereka menilai keberadaan bak sampah saat ini masih diperlukan sebagai fasilitas pendukung selama proses transisi menuju sistem pengelolaan sampah yang baru.

