Top 5 This Week

Related Posts

Suhardi Duka Buka Pameran Budaya Pancasila 2026: “Pancasila Itu Perilaku Sehari-hari, Bukan Formalitas!”

Redaksi.co MAMUJU : Halaman Rumah Adat Mamuju mendadak semarak. Gubernur Sulawesi Barat, Dr. H. Suhardi Duka, MM., secara resmi membuka gelaran akbar Pameran Budaya Pancasila 2026. Acara yang sarat akan nilai sejarah dan budaya ini menjadi panggung refleksi pentingnya menjaga ideologi bangsa di tengah gempuran modernisasi.

Pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Sulbar, Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana, S.T., Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Mamuju Ariady Iksan, ST., serta jajaran dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat.

Dalam sambutannya yang berapi-api, Gubernur Suhardi Duka mengingatkan kembali esensi lahirnya Pancasila. Ia menegaskan bahwa dasar negara ini bukan sekadar hafalan di atas kertas, melainkan akar budaya yang berhasil merekatkan ribuan perbedaan suku, bahasa, dan pulau di Indonesia.

Suhardi Duka juga menyoroti bagaimana ideologi ini kerap diuji oleh zaman, mulai dari penyelewengan hingga pengkhianatan sejarah yang melahirkan momentum Hari Kesaktian Pancasila.

“Pemahaman terhadap Pancasila jangan hanya dimaknai sebagai suatu kewajiban formal, tetapi harus dimaknai sebagai suatu proses budaya yang harus ditanamkan di setiap generasi. Pemahaman kita kepada Pancasila harus lebih bermakna dalam tingkah laku kita sehari-hari,” tegas Gubernur Sulbar.

Langkah taktis diambil oleh Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Barat dalam menyukseskan acara ini. Mereka menggandeng Pemuda Pancasila Sulawesi Barat untuk mengawal keterlibatan aktif generasi muda.

Apresiasi tinggi pun datang dari Gubernur atas kolaborasi ini. Menurutnya, melibatkan generasi muda secara langsung adalah cara paling efektif agar nilai-nilai luhur Pancasila tidak luntur dan tetap relevan bagi generasi Z dan milenial.

Pameran Budaya Pancasila 2026 ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan dengan menyajikan berbagai kegiatan menarik yang memadukan unsur edukasi, seni, dan pelestarian budaya lokal.

Beberapa agenda unggulan yang siap menyedot perhatian masyarakat antara lain:

Pameran Kebudayaan: Eksplorasi sejarah dan artefak budaya yang digelar di dalam Museum Rumah Adat Mamuju.

Lomba Tari Tradisional: Panggung unjuk bakat pemuda dalam melestarikan tarian khas daerah.

Lomba Mewarnai: Ruang kreasi bagi anak-anak usia dini untuk menanamkan rasa cinta tanah air sejak belia.

Masyarakat Mamuju dan sekitarnya diimbau untuk hadir dan meramaikan festival budaya ini, guna menyelami kembali kekayaan identitas bangsa yang berlandaskan Pancasila. (ZUL)

Popular Articles