πππππ§ππ π’ππ£πππ©ππ© πΌπ£π¬ππ§ ππππ£π πππππ£ππ πππ₯ππ ππ€π‘π πππ¨ππ€π£ππ‘ π½ππ§ππ¨ππ‘ πππ§π πΎππ ππ’π₯ππ .
βπππ₯ππͺππ‘π ( π₯πππππ¦π.ππ’) — Dunia sepak bola di wilayah Kecamatan Cikampek, khususnya pada era 1980-an hingga 1990-an, menyimpan memori kolektif yang sangat membanggakan. Jauh sebelum adanya pemekaran wilayah yang membagi Cikampek Utara menjadi Desa Cikampek Utara, Cikampek Kota, dan Cikampek Barat, lapangan hijau telah menjadi pemersatu sekaligus kawah candradimuka bagi talenta-talenta muda.
βGeliat PORDES dan Lahirnya P.S. PERCITA di tingkat desa hingga PESAT di tingkat Kecamatan.
Dalam upaya menggali potensi remaja di bidang olahraga, Desa Cikampek Utara secara rutin menyelenggarakan Pekan Olahraga Desa (PORDES) setiap tahunnya. Ajang ini bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan proses seleksi yang sangat ketat. Panitia dengan teliti memilih pemain-pemain terbaik untuk mengisi skuad P.S. PERCITA (Persatuan Cikampek Utara). Klub kebanggaan desa ini kemudian mewakili Cikampek Utara dalam kompetisi antar desa tingkat Kecamatan Cikampek.
Atmosfer pertandingan selalu mencapai puncaknya di Lapangan PEβI, Desa Cikampek Selatan, yang menjadi saksi bisu rivalitas sehat antar desa di wilayah Kabupaten Karawang.
Kompetisi akar rumput yang dikelola dengan baik terbukti menjadi lumbung pemain berbakat. Beberapa penggawa P.S PERCITA berhasil mencuri perhatian dan direkrut oleh Persika Karawang.
Mereka kemudian memperkuat skuad Persika 1951 Karawang dalam ajang kompetisi Perserikatan Divisi II PSSI.
βCatatan emas terukir pada periode 1985-1987. Saat itu, Persika Karawang tampil perkasa dan berhasil promosi ke Divisi I. Salah satu momen yang tak terlupakan adalah ketika Persika melumat Persimaros dengan skor telak 6-1.
Langkah Persika menuju 4 besar Divisi I PSSI pun nyaris tercapai, meski akhirnya harus mengakui keunggulan tuan rumah PSIM Yogyakarta dengan skor tipis 2-1 dalam laga yang dramatis.
βππ§π ππππ’ππ¨ππ£ ππ πππ£πππ₯ππ§πππ£ππ¨π
Sejarah sepak bola Karawang takkan lengkap tanpa menyebut nama-nama legenda seperti Ejan Risbara, Sarkadi, Murbahri, Ade Harun, Pupung, Endang Sodikin dan kawan-kawan.
Salah satu pencapaian yang paling dikenang oleh masyarakat adalah ketika Persika mampu menahan imbang raksasa Persib Bandung di Stadion Singaperbangsa.
βKala itu, Persib Bandung merupakan “Sang Jawara” PSSI Perserikatan yang diperkuat oleh pemain-pemain label nasional seperti Adjat Sudrajat, Wawan Karnawan, Adeng Hudaya, ππππ π³πππ ππ hingga Jajang Nurjaman. Namun, determinasi anak-anak Karawang mampu meladeni permainan bintang-bintang Bandung tersebut dengan skor imbang (0:0) ππππππ ππππ ππππππππ.
βπππ¨ππ£ πͺπ£π©πͺπ πππ¨π πΏππ₯ππ£
Kisah sukses dari masa lalu ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua: bahwa prestasi sepak bola daerah hanya bisa diraih jika akar rumput di tingkat desa dikelola dengan metode kompetisi yang benar dan berkelanjutan.
Dari kompetisi tingkat bawah inilah, bintang-bintang baru akan lahir dan kembali mengharumkan nama daerah di kancah nasional. (ππ)
πππ£πͺπ‘ππ¨: ππ¦πππ£πππ πππππ£

