Top 5 This Week

Related Posts

Parah.! Ulat Dalam Ompring Siswa, Skandal MBG Arallle Meledak: FPPM Desak Penutupan Total!

Redaksi.co MAMASA : Skandal keamanan pangan mengguncang dunia pendidikan di Kecamatan Aralle. Temuan ulat belatung dalam makanan ompreng program MBG bukan lagi sekadar insiden memalukan, melainkan alarm keras atas dugaan kegagalan sistemik yang mengancam kesehatan siswa.

Ketua FPPM Kabupaten Mamasa, Ahyar Anwar, melontarkan kritik tajam dengan menyeret pihak BGN ke pusat sorotan. Ia menegaskan, program MBG di Aralle harus segera dihentikan dan izin operasionalnya wajib dicabut tanpa kompromi. “Ini bukan kesalahan teknis. Ini bukti nyata adanya kelalaian serius dalam menjamin keamanan pangan,” tegasnya.

Situasi semakin memanas setelah pernyataan Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Aralle yang menyebut kejadian tersebut sebagai sesuatu yang “biasa”. Alih-alih meredam polemik, pernyataan itu justru memicu kemarahan publik. Sikap yang dianggap permisif ini dinilai berbahaya karena berpotensi menormalisasi pelanggaran standar kebersihan di lingkungan sekolah.

Di sisi lain, klarifikasi dari penyedia makanan tak mampu meredakan kecurigaan. Alasan bahwa ulat tidak mungkin muncul dari proses memasak bersuhu tinggi maupun dari luar karena wadah tertutup rapat, justru memunculkan pertanyaan baru: jika bukan dari dua kemungkinan itu, lalu dari mana asal kontaminasi tersebut?

Desakan transparansi pun menguat. Publik menuntut investigasi terbuka dan berbasis fakta, bukan sekadar pernyataan sepihak. Tanpa kejelasan, krisis kepercayaan terhadap program MBG kian dalam.

Ahyar Anwar menegaskan bahwa langkah konkret harus segera diambil. Ia mendesak dilakukannya investigasi independen menyeluruh terhadap seluruh rantai distribusi makanan, dari dapur produksi hingga sampai ke tangan siswa.

Lebih jauh, ia menilai penutupan sementara program MBG di Aralle adalah langkah darurat yang tak bisa ditunda. “Keselamatan siswa tidak boleh dipertaruhkan. Evaluasi total harus dilakukan tanpa kompromi,” ujarnya.

Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi komitmen pihak terkait dalam menjamin keamanan pangan di sekolah. Pertanyaan besar pun menggantung: apakah keselamatan siswa benar-benar menjadi prioritas, atau hanya sebatas formalitas di atas kertas? (ZUL)

Popular Articles