
Jakarta, -Komunitas Unik Bakti Inklusi (UBI) menggelar acara buka puasa bersama yang dihadiri para anggotanya. Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan itu digelar di Farah Karpet, dengan dukungan penuh dari pihak tuan rumah.
publik Figur Lolly Unyu menyampaikan bahwa akses ruang dan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas masih terbatas, bahkan di kota besar seperti Jakarta. Ia berharap semakin banyak pihak—baik swasta maupun instansi pemerintah—yang membuka ruang inklusif agar komunitas disabilitas mendapat kesempatan yang setara.
Menurut Lolly, UBI ke depan akan memprioritaskan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pemberdayaan anggota. Langkah ini diperkuat oleh Ketua UBI, Raka, yang menegaskan bahwa fokus pendidikan bukan karena menyamaratakan kemampuan anggota, melainkan berdasarkan realita bahwa sebagian dari mereka belum sempat menempuh pendidikan tinggi akibat pengalaman perundungan dan marginalisasi di masa lalu.
“Masih ada stigma bahwa teman-teman kami hanya cocok di dunia hiburan. Itu yang ingin kami tembus. Pendidikan membuka lebih banyak pilihan—bekerja di perusahaan, berdagang, atau bidang lain untuk meraih penghidupan yang layak,” ujar Raka. UBI juga telah menjalankan berbagai pelatihan keterampilan meski masih bertahap. Program ini turut didukung kolaborasi mahasiswa yang berbagi ilmu melalui kegiatan pengajaran dan riset. Ke depan, komunitas ini membuka peluang kolaborasi lebih luas agar transfer pengetahuan bisa berkelanjutan. Sebagai publik figur, Lolly aktif memanfaatkan media sosial dan jejaring profesionalnya untuk memperluas eksposur komunitas. Ia ingin masyarakat melihat anggota UBI dari kemampuan dan prestasi, bukan sekadar kondisi fisik. “Kami ingin dikenal karena skill dan karya. Bukan dianggap lucu semata. Kami punya kemampuan yang bisa dibanggakan,” tegasnya.
UBI juga mulai membangun sistem administrasi dan database anggota yang memuat profil, biodata, serta keahlian masing-masing. Pendataan ini ditujukan untuk mempermudah penyusunan portofolio profesional saat menjalin kerja sama dengan perusahaan. Salah satu anggota bahkan berhasil menembus lingkup nasional setelah berawal dari dunia kreator konten. Ia mendapat kesempatan bekerja sama dalam program kepemudaan dan pekerja seni di lingkungan Istana Kepresidenan, usai dipertemukan dengan Rafi Ahmad dalam sebuah program televisi.
Menutup acara, komunitas menyampaikan pesan inspiratif: perbedaan bukan alasan untuk merasa rendah diri. Justru dari keberagaman itulah lahir kekuatan dan kebanggaan.






