Fakfak, Redaksi.co – Bupati Fakfak memastikan ketersediaan obat di seluruh Puskesmas akan diperkuat melalui kerja sama dengan distributor obat dari Jakarta. Hal ini disampaikan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik di Bomberay, Kamis, 25 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan bahwa selama ini masih terdapat kendala terkait ketersediaan obat dan bahan habis pakai di sejumlah Puskesmas. Untuk itu, pemerintah daerah mengambil langkah strategis dengan menggandeng distributor yang akan membuka cabang di Fakfak.
“Kita sudah melakukan kerja sama dengan salah satu distributor obat di Jakarta. Nanti dia buka cabang di sini,” ujarnya di hadapan peserta Musrenbang.
Bupati juga menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan agar segera berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pak Sekda, untuk menyiapkan nota kesepahaman (MoU) sehingga kerja sama tersebut bisa segera ditandatangani.
Dalam skema yang dirancang, distributor akan melayani seluruh Puskesmas di Kabupaten Fakfak. Jika stok obat atau bahan habis pakai di Puskesmas menipis atau habis, pihak Puskesmas cukup menghubungi distributor yang telah ditunjuk. Selanjutnya, distributor akan melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan sebelum mendistribusikan obat secara langsung.
Dengan sistem ini, petugas maupun kepala Puskesmas tidak perlu lagi turun langsung untuk mengambil obat. Proses pengantaran akan dilakukan oleh pihak distributor setelah mendapatkan persetujuan dari Dinas Kesehatan.
Meski demikian, Bupati menegaskan agar penggunaan obat harus benar-benar sesuai aturan dan tidak disalahgunakan.
“Tidak boleh ada jual beli obat. Obat ini khusus untuk digunakan dan diberikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap kebijakan ini dapat mempercepat pelayanan kesehatan serta menjamin ketersediaan obat bagi masyarakat hingga ke wilayah distrik.







