Hari Ketiga Pencarian Nelayan Jatuh di Perairan Majene, SAR Perluas Area hingga 40 Mil Laut

0
69

Redaksi.co MAJENE : Harapan masih menggantung di tengah laut Majene. Seorang nelayan dilaporkan jatuh dari kapal saat melaut dan hingga kini belum ditemukan. Memasuki hari ketiga pencarian, Sabtu (31/1/2026), tim Search and Rescue (SAR) gabungan memperluas area penyisiran hingga 40 mil laut di Perairan Majene, Sulawesi Barat.

Nelayan tersebut diketahui bernama Muh. Rifai (32), warga Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene. Tiga hari berlalu sejak peristiwa naas itu terjadi, namun keberadaan korban masih menjadi misteri.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mamuju kembali mengerahkan seluruh kekuatan sejak pukul 07.00 WITA. Personel dibagi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi jatuhnya korban, menggunakan perahu karet dan Rigid Inflatable Boat (RIB).

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Unit Siaga SAR Majene, TNI Angkatan Laut, Polsek Tubo Sendana, BPBD Majene, Mapala Unsulbar, hingga masyarakat setempat yang turut membantu. Beragam peralatan dikerahkan, termasuk kendaraan operasional, perahu karet, RIB, serta perlengkapan navigasi, komunikasi, medis, dan evakuasi.

Cuaca di wilayah pencarian terpantau cerah berawan dengan kecepatan angin berkisar 1–20 kilometer per jam. Kondisi tersebut dinilai cukup bersahabat dan menjadi peluang bagi tim SAR untuk memaksimalkan upaya pencarian.

Kansar Mamuju menegaskan operasi SAR akan terus dilanjutkan secara intensif, dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel, hingga korban berhasil ditemukan. (ZUL)