REDAKSI.CO – Labuha, 20 Januari 2025, Aliansi Revolusi Agromaritim yang terdiri dari mahasiswa Bacan Barat dan Obi menyoroti persoalan rute kapal Venecia yang dinilai tidak berpihak pada kebutuhan mobilitas masyarakat kepulauan. Sorotan tersebut disampaikan sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan transportasi laut yang dianggap merugikan warga.
Mahasiswa menilai rute kapal Venecia saat ini menyulitkan akses masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian dan perikanan serta mobilitas penumpang antara wilayah. Kondisi ini berdampak langsung pada perekonomian masyarakat di wilayah Bacan Barat dan Obi yang sangat bergantung pada transportasi laut.
Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Revolusi Agromaritim mendesak pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun instansi perhubungan, agar segera mengevaluasi rute kapal Venecia. Mereka menilai perlu adanya penyesuaian rute yang lebih efektif dan merata demi menjamin hak dasar masyarakat atas transportasi yang layak.
“Transportasi laut adalah urat nadi masyarakat kepulauan. Jika rute kapal tidak memperhatikan kebutuhan rakyat, maka yang dirugikan adalah petani, nelayan, dan masyarakat kecil. Kami juga berharap kapal Venecia jangan hanya berangkat ke Ternate Singga di bacan barat, tetapi balik dari Ternate juga dia Singga.,” tegas perwakilan aliansi saat bertemu dengan wakil bupati Halmahera Selatan.
Aliansi juga menekankan bahwa persoalan ini bukan hanya soal jarak tempuh, tetapi menyangkut keadilan akses dan keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir. Mereka berharap aspirasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti agar pelayanan transportasi laut di wilayah Bacan Barat dan Obi menjadi lebih optimal.







