Pelestarian Budaya Perkuat Kerukunan, Kades Semboro Ajak Warga Hidup Rukun Lewat Spirit Wayang

0
233

JEMBER,redaksi.co – Dalam rangka memperingati Hari Wayang Sedunia yang jatuh pada 7 November, Pemerintah Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, menggelar Pagelaran Wayang Wong dan Wayang Kulit di halaman balai desa pada Sabtu malam (1/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung semalam suntuk itu menghadirkan 127 talent, terdiri atas 60 siswa SD dan MI serta 67 warga dan perangkat desa, dengan lakon “Sumilake Pedhut Mandura.

Meski hujan sempat mengguyur deras sebelum acara dimulai, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Ratusan warga bertahan di lokasi demi menyaksikan pagelaran budaya yang sarat pesan moral tersebut.
Puncak acara terjadi saat Kepala Desa Semboro, Antony, turut naik panggung memerankan tokoh Arjuna, sosok ksatria yang melambangkan kebajikan dan kedamaian.

Tak hanya menampilkan Wayang Wong, acara juga dimeriahkan oleh dua dalang kondang, Ki Inung Djatmiko dan Ki Wahyu Widodo, serta dalang cilik Ki Wangga Bagus Wibowo. Hadir pula pelawak Banyuwangi Gandu Pentul yang menambah semarak malam budaya dengan guyonan khas rakyat.

Dalam sambutannya, Kades Antony menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana memperkuat wawasan budaya, mempererat persaudaraan, dan menanamkan nilai cinta damai di tengah masyarakat.

“Budaya adalah jembatan persaudaraan. Di dalamnya ada nilai gotong royong, penghormatan, dan kedamaian. Bila masyarakat memahami makna budaya, tidak akan ada perpecahan, karena budaya mengajarkan kita untuk hidup saling menghargai,” ujar Antony.

Ia juga menegaskan bahwa pelestarian budaya menjadi benteng bagi generasi muda agar tidak kehilangan jati diri di tengah arus modernisasi.

“Melalui budaya, kita belajar menahan ego dan menjaga harmoni. Kalau masyarakat mencintai budayanya, maka kedamaian akan tumbuh dari hati, bukan dari aturan,” imbuhnya.

Pagelaran bertema “Sesaji Manunggaling Nirbita” ini juga mendapat apresiasi dari Camat Semboro, Ahmad Fauzi, yang hadir secara langsung di lokasi.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai edukatif, hiburan, sekaligus berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Kegiatan seperti ini memberi efek ganda. Ada nilai pendidikan, pelestarian budaya, hiburan rakyat, dan pergerakan ekonomi UMKM. Ini contoh positif yang patut dicontoh oleh desa lain,” ungkapnya.

Selain panggung seni, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik, termasuk seekor kambing, sebagai bentuk apresiasi bagi warga yang hadir.
Suasana kebersamaan dan kegembiraan tampak menyelimuti hingga larut malam, ketika gamelan dan tembang dolanan anak mengalun menutup pertunjukan.

Dengan semangat gotong royong dan cinta budaya, Desa Semboro menunjukkan bahwa warisan leluhur bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga dijaga dan dihidupkan.
Melalui budaya, kerukunan tumbuh, perbedaan dipersatukan, dan kedamaian menjadi kenyataan.

Reporter: Sofyan