JEMBER, redaksi.co – Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Sabtu malam (1/11/2025), tak menghalangi semangat ratusan warga untuk berkumpul di halaman Balai Desa Semboro.
Malam itu, Pemerintah Desa Semboro menggelar Pagelaran Wayang Wong dan Wayang Kulit dalam rangka menyambut Hari Wayang Sedunia yang diperingati setiap 7 November.
Sebanyak 127 talent, terdiri dari 60 anak-anak siswa SD/MI serta 67 warga dan perangkat desa, tampil memukau membawakan lakon “Sumilake Pedhut Mandura.” Alunan gamelan berpadu dengan tembang dolanan anak, menghadirkan suasana sakral sekaligus penuh makna.
Puncak pertunjukan terjadi ketika Kepala Desa Semboro, Antony, turut memerankan tokoh Arjuna. Dalam adegan pertarungan melawan Bala Kurawa, penonton larut dalam tepuk tangan dan sorak kekaguman.
Tak hanya Wayang Wong, kegiatan budaya yang berlangsung semalam suntuk ini juga menghadirkan dua dalang kondang, Ki Inung Djatmiko dan Ki Wahyu Widodo, serta dalang cilik berbakat Ki Wangga Bagus Wibowo.
Sementara pelawak Gandu Pentul dari Banyuwangi turut menambah semarak suasana dengan guyonan khasnya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Semboro Antony menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kecintaan terhadap seni dan budaya warisan leluhur yang telah diakui dunia.
“Wayang bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana pendidikan moral, sosial, dan spiritual. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya bangsa, terutama kepada generasi muda,” ujarnya.
Antony menambahkan, Pemdes Semboro mempersiapkan acara tersebut secara matang, mulai dari tata panggung, pencahayaan, hingga hiburan rakyat yang menemani warga sepanjang malam.
“Panitia juga menyiapkan beragam doorprize menarik, termasuk seekor kambing, sebagai wujud kebersamaan dan apresiasi kepada masyarakat,” tambahnya.
Pagelaran bertajuk “Sesaji Manunggaling Nirbita” ini diharapkan menjadi momentum kebersamaan dan pelestarian seni tradisional.
Selain menumbuhkan semangat budaya, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi para seniman lokal untuk mengekspresikan karya dan bakatnya.
Sementara itu, Camat Semboro Ahmad Fauzi, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan yang digagas Pemdes Semboro.
Menurutnya, acara semacam ini memiliki dampak yang luas bagi masyarakat.
“Kegiatan seperti ini memberikan efek ganda: ada nilai edukasi, hiburan, pelestarian budaya, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Ini contoh luar biasa yang patut ditiru,” ujarnya.
Fauzi juga menyoroti keterlibatan anak-anak dalam pertunjukan sebagai bentuk nyata regenerasi pelaku seni.
“Kami bangga melihat banyak anak terlibat. Ini bukti bahwa warisan budaya tidak berhenti di generasi tua, tapi terus hidup di tangan generasi muda,” pungkasnya.
Malam itu, Semboro bukan sekadar desa tetapi menjadi panggung jiwa budaya, tempat masyarakat meneguhkan kembali jati dirinya melalui seni wayang, simbol kearifan, dan cermin nilai kehidupan.






