Kemenko PMK Dorong Kebijakan Presisi untuk Bangun SDM Unggul Sejak Dini

0
79

Redaksi.co, Jakarta | Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, menegaskan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul sejak usia dini melalui kebijakan yang presisi dan berbasis data. Hal itu disampaikannya dalam acara Pra-Peluncuran Sistem Monitoring dan Evaluasi (Sismonev) Ceria Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) di Gedung Kemenko PMK, Jakarta, Senin (27/10).

Menurut Woro, pembangunan manusia harus dimulai sejak masa kanak-kanak, bahkan sebelum kelahiran. Ia menekankan bahwa 90 persen perkembangan otak manusia terjadi dalam lima tahun pertama kehidupan.

“Kalau kita ingin menciptakan SDM unggul dan berdaya saing, maka intervensinya harus dimulai sejak dini,” ujar Woro.

Saat ini, terdapat lebih dari 29 juta anak usia dini di Indonesia. Woro menjelaskan, investasi pada masa awal kehidupan akan memberikan dampak besar di masa depan. Meski demikian, ia menyoroti masih adanya tantangan di lapangan, seperti kurangnya fokus indikator, lemahnya peta kebutuhan spesifik di setiap bidang layanan, serta koordinasi lintas sektor yang belum optimal.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemenko PMK bersama mitra pembangunan memperkenalkan Sismonev Ceria, sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengintegrasikan data dari lima bidang layanan utama bagi anak usia dini. Sistem ini tidak hanya mencatat capaian, tetapi juga menganalisis data untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Sismonev Ceria juga meraih penghargaan Anugerah Inovasi Data Nasional 2025 dari Lembaga Tiga Radar. Woro menyebut pencapaian ini sebagai hasil nyata kolaborasi lintas sektor dan mitra internasional seperti UNICEF.

“Mari jadikan Sismonev Ceria bukan sekadar platform digital, tapi wadah kolaborasi nyata untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia,” tutupnya.