JEMBER, redaksi.co – Proyek normalisasi sungai di Pondokwaluh, Kabupaten Jember, makin menimbulkan tanda tanya besar. Setelah sebelumnya disorot karena tanpa papan informasi dan pengerjaan asal-asalan, kini alat berat jenis excavator yang menjadi tulang punggung pekerjaan justru sudah raib dari lokasi.
Pantauan lapangan padaJum’at siang (19/9/2025) menunjukkan tidak ada lagi aktivitas pengerjaan. Yang tersisa hanya tumpukan sedimen hasil kerukan di tepi sungai, menumpuk tanpa penanganan jelas. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa pekerjaan dihentikan tiba-tiba tanpa dasar yang transparan.
“Baru beberapa hari lalu ada excavator di sini, sekarang sudah hilang. Proyek ini jelas tidak tuntas, tapi kami tidak tahu siapa yang bertanggung jawab,” ungkap seorang warga.
Absennya excavator membuat publik semakin curiga: apakah proyek memang sudah dianggap selesai, atau justru mandek karena masalah anggaran ?
Ketiadaan papan proyek menutup ruang bagi masyarakat untuk mengetahui batas waktu pekerjaan maupun sumber dana.
Pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Surabaya, yang disebut sebagai penanggung jawab, hingga kini masih bungkam. Danang, nama yang dikaitkan dengan proyek oleh Juru Bendung Pondokwaluh, Yuyut juga belum bisa dihubungi untuk dimintai klarifikasi, Meskipun panggilan WhatsApp berdering, namun tidak ada respon.
Situasi ini membuat warga mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan. “Ini proyek negara, tapi dikerjakan seperti proyek siluman. Tidak transparan, tidak jelas, dan berpotensi merugikan rakyat. Kalau dibiarkan, jelas ini permainan,” tegas Her seorang tokoh masyarakat setempat.
Reporter: Sofyan







