Tambang Emas Ilegal Sungai Mas,Di Salahkan ,Namun Keberadaannya Menyelamatkan Kehidupan Warga

0
100

Aceh Barat.Redaksi.co
Aktivitas tambang emas ilegal di Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, kian marak dan menyulut perdebatan publik. Isu pencemaran lingkungan akibat penggunaan merkuri hingga kerusakan ekosistem sungai dan lahan pertanian menjadi sorotan utama media, termasuk infoaceh.net.

Namun, narasi itu tak sepenuhnya diterima oleh semua pihak. Tatam, tokoh muda dan mantan aktivis mahasiswa Aceh Barat, justru mempertanyakan keakuratan informasi yang beredar. Ia menilai, pemberitaan tentang Sungai Mas perlu diuji lebih dalam dengan fakta di lapangan.

“Jangan hanya menulis dari jauh tanpa cek langsung ke lokasi. Banyak informasi yang tidak sesuai kenyataan,” tegas Tatam saat ditemui di Meulaboh.

Menurutnya, pemberitaan yang hanya menyorot sisi negatif tambang justru menciptakan stigma dan ketidakadilan sosial bagi warga yang menggantungkan hidup dari sektor ini. Tatam mengakui adanya risiko lingkungan, namun menekankan pentingnya melihat dimensi ekonomi dan kemanusiaan.

“Berapa banyak tenaga kerja lokal yang terserap? Banyak keluarga kini bisa menyekolahkan anak, memperbaiki rumah, dan memenuhi kebutuhan harian dari tambang ini,” ungkapnya.

Di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan, tambang emas—meski ilegal—menjadi solusi ekonomi bagi banyak keluarga di Sungai Mas. Aktivitas ini menyerap puluhan tenaga kerja lokal dan mengangkat taraf hidup masyarakat desa yang sebelumnya terjebak dalam kemiskinan.

Meski demikian, Tatam tidak menampik risiko penggunaan merkuri dan dampaknya terhadap lingkungan. Namun ia menilai pelarangan total bukanlah solusi. Ia mendorong pengelolaan tambang yang lebih manusiawi dan bertanggung jawab.

“Risikonya ada, tapi mari kita pikirkan solusi jangka panjang. Edukasi, pengawasan, dan pembinaan harus melibatkan masyarakat, bukan semata pendekatan represif,” tambahnya.

Tatam berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum membuka ruang dialog dengan warga. Kolaborasi lintas pihak, menurutnya, bisa menjadi jalan tengah menjaga lingkungan sekaligus mempertahankan sumber penghidupan rakyat kecil.

Fenomena tambang emas ilegal di Sungai Mas mencerminkan dilema klasik: antara kebutuhan ekonomi dan tuntutan pelestarian lingkungan. Tatam mengajak seluruh pihak untuk bersikap objektif dan mencari solusi yang berkelanjutan.

“Masalah ini bukan sekadar soal tambang, tapi soal hidup. Mari cari jalan tengah yang adil bagi masyarakat dan alam,” tutupnya ****