YPTKIS, BP2MI MATARAM, DAN DISNAKER PROVINSI NTB BERSINERGI DALAM PEMULANGAN PMI
Mataram – | Redaksi.Co – YPTKIS (Yayasan Peduli Tenaga Kerja Indonesia Sejahtera) bersama BP2MI Mataram dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkuat kemitraan strategis dalam pelayanan pemulangan pekerja migran Indonesia dari berbagai negara penempatan. Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk menghadirkan layanan kepulangan yang cepat, tepat prosedur, dan berorientasi pada pelindungan PMI.

Ketua YPTKIS, Bpk. Henly Sunardi, menyampaikan bahwa yayasan yang dipimpinnya terus hadir membantu pemerintah daerah di NTB dalam mendampingi PMI setelah tiba di tanah air. Pendampingan tersebut meliputi penjemputan di bandara, fasilitasi kelengkapan administrasi, hingga komunikasi dengan keluarga PMI agar seluruh proses berjalan lancar dan manusiawi.

Di sisi pemerintah, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Provinsi NTB menegaskan bahwa sinergi dengan YPTKIS dan BP2MI Mataram sejalan dengan mandat undang-undang tentang pelindungan pekerja migran. Disnaker Provinsi bersama tim pengawas Disnaker Provinsi NTB secara aktif melakukan verifikasi data, pengawasan prosedur pemulangan, serta memastikan tidak ada hak PMI yang terabaikan.
Kabid Penempatan Tenaga Kerja menjelaskan, Disnaker mengambil beberapa peran kunci. Antara lain penerbitan rekomendasi kepulangan, koordinasi lintas instansi ketika PMI membutuhkan penanganan lanjutan, serta pengawasan terhadap mitra pelaksana agar sesuai regulasi. Dalam kasus PMI sakit maupun pemulangan jenazah, Disnaker Provinsi NTB turun bersama BP2MI Mataram untuk mengawal tahapan resmi hingga alamat tujuan.

Menurutnya, keterlibatan tim pengawas Disnaker Provinsi NTB menjadi elemen krusial dalam menjaga profesionalitas layanan. Tim ini memonitor sejak kedatangan, pengecekan dokumen, sampai fasilitasi transportasi darat. Model kerja terpadu tersebut dinilai mampu memangkas hambatan birokrasi yang selama ini kerap memperlambat proses kepulangan PMI.
Sementara itu, pihak BP2MI Mataram menyebut bahwa dukungan YPTKIS dan Disnaker Provinsi membuat ekosistem pelindungan PMI di NTB semakin utuh. Mekanisme koordinasi yang terbangun memungkinkan setiap kasus ditangani secara terukur, sehingga keluarga PMI memperoleh kepastian informasi dan rasa aman.

Bpk. Henly Sunardi kembali menegaskan bahwa YPTKIS bekerja sebagai mitra sosial tanpa orientasi keuntungan. Yayasan juga mendorong edukasi pra-keberangkatan serta literasi hukum bagi calon PMI. Upaya pencegahan ini diharapkan berjalan seiring dengan layanan pemulangan agar persoalan pekerja migran dapat ditekan dari hulu.
Pemerhati pekerja migran mengapresiasi kemitraan tiga lembaga ini sebagai contoh praktik baik di tingkat nasional. Transparansi layanan, koordinasi terpadu, dan pengawasan prosedur membuat NTB memiliki pola penanganan PMI yang semakin profesional dan berpihak pada kepentingan pekerja.
Pemulangan PMI adalah cermin kehadiran negara kepada warganya. Di Mataram, cermin itu terjaga melalui langkah seirama YPTKIS (Yayasan Peduli Tenaga Kerja Indonesia Sejahtera), BP2MI Mataram, dan Disnaker Provinsi NTB yang saling menopang demi nama baik pelindungan pekerja migran Indonesia.
Sumber : Redaksi.Co
Abach Uhel






