Redaksi.co MAMASA : Sebuah aib besar baru saja meledak di jantung Kecamatan Aralle. Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi tumpuan harapan, berubah menjadi horor menjijikkan bagi siswa MI Uhaidao. Bukan gizi yang mendarat di perut anak-anak, melainkan ulat dan bakteri dari dapur yang jauh dari kata manusiawi.
Langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang resmi melempar bom suspensi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aralle Utara menjadi bukti sahih adanya praktik “kotor“. Penutupan ini mengungkap fakta yang bikin bulu kuduk merinding, SPPG tersebut nekat beroperasi tanpa Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Sertifikat Halal. Mereka bermain api dengan nyawa anak-anak demi operasional yang serampangan.
Inilah bagian paling provokatif dari skandal ini. Hanya berselang satu hari setelah ulat-ulat itu ditemukan menggeliat di nasi siswa, Satuan Tugas (Satgas) turun ke lapangan melakukan sidak. Dengan retorika manis, mereka meyakinkan publik bahwa semuanya “aman dan sesuai standar.”
Nyatanya? Itu hanyalah omong kosong besar. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pengawasan mereka tumpul, atau mungkin sengaja dibuat buta?
“Ini bukan sekadar kelalaian administratif, ini adalah bentuk pembiaran yang berpotensi membunuh masa depan anak-anak kita secara perlahan!” kecam Musliadi dengan nada yang bergetar karena geram.
Musliadi menuding Koordinator Wilayah (Korwil) dan Satgas MBG telah menunjukkan ketidakbecusan tingkat dewa. Bagaimana mungkin makanan berulat bisa lolos dari dapur hingga masuk ke mulut siswa jika bukan karena sistem pengawasan yang sudah busuk dari dalam?
4 Tuntutan Panas yang Mengguncang Mamasa:
* Bongkar Rezim Pengawas: Evaluasi total kinerja Satgas dan Korwil MBG Mamasa. Tidak ada tempat untuk pejabat yang hobi tidur saat bertugas!
* Investigasi Telanjang: Publik menuntut hasil investigasi ulat dalam makanan dibuka selebar-lebarnya. Jangan ada fakta yang disumpal!
* Sikat Pelaku: Jangan hanya sanksi teguran. Pihak yang lalai atau sengaja bermain standar harus diseret ke meja hukum!
* Sapu Bersih SPPG Ilegal: Hentikan seluruh operasional SPPG yang tidak mengantongi izin nasional. Tanpa kompromi!
Kasus ini adalah alarm kematian bagi birokrasi di Mamasa yang hobi main-main dengan program publik. Piring-piring penuh ulat di MI Uhaidao adalah bukti nyata bahwa nyawa anak-anak sedang dipertaruhkan di atas meja proyek yang asal-asalan.
Kini, bola panas ada di tangan otoritas. Publik tidak butuh permintaan maaf, publik butuh pertanggungjawaban nyata. Siapa yang akan dikorbankan atas skandal menjijikkan ini? Kursi siapa yang akan segera melayang? Rakyat sedang menonton. (ZUL)
