REDAKSI.CO, KEDIRI – Tasyakuran Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222 hari ini bertajuk “Kediri Berbudaya, Kediri Berdaya” di laksanakan dengan sederhana namun penuh makna di lapangan belakang komplek kantor Pemerintahan Kabupaten Kediri.
Berbagai Acara dan Prosesi ini diikuti seluruh jajaran pegawai dari tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tamu undangan dan juga masyarakat Kabupaten Kediri. Berbeda memang dengan tahun sebelumnya, namun kali ini Acara di selenggarakan dalam komplek Kantor Pemkab bukan di Pendopo Panjalu Jayati.
“Ini ditempatkan di Kantor Pemkab supaya orang – orang yang mau bersilaturahmi bisa melihat kondisi Pemkab yang saat ini sedang di bangun kambali pasca kerusuhan pada tahun lalu, hari ini saya rasa sudah semakin baik, bangunan sudah kembali berdiri,” kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Bangunan gedung di komplek perkantoran Pemkab Kediri sebelumnya hangus terbakar akibat aksi anarkis massa pada Agustus 2025, ini menjadi momentum pada hari jadi ini menjadi penyemangat baru untuk guyub rukun dan bangkit tanpa meninggalkan jati diri, warga masyarakat Kabupaten Kediri.
Pada Tasyakuran Hari Jadi Kabupaten Kediri ini diawali dengan penyerahan santunan kepada disabilitas dan anak yatim yang dipimpin langsung oleh MasBup,Sapaan akrab “Hanindhito Himawan Pramana beserta istri Eriani Annisa” atau Mbak Cicha dan diikuti Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa serta Forkopimda.
Walaupun dalam kesederhanaan, menurut MasBup mengatakan yang terpenting prosesi tersebut tidak meninggalkan esensi hari jadi. Dalam prosesi ini, diadakan pembacaan Prasasti Harinjing yang menjadi cikal bakal Hari Jadi Kabupaten Kediri.
Selesainya pembacaan Prasasti Harinjing, tidak lupa pula MasBup menyerahkan gunungan darı hasil bumi kepada wakilnya menjadi simbol sinergitas dan kerukunan pimpinan daerah Kediri
“Harapan kami di ulang tahun Kabupaten Kediri ke-1222 ini tetap menjadi kabupaten yang guyub rukun, ayem tentrem, gemah ripah loh jinawi,” tegasnya”







