Top 5 This Week

Related Posts

Suara dari Tajug dan Pesantren: Merajut Kedamaian Bangsa Lewat Dzikir Nasional

Redaksi.Co, Palabuhanratu Sukabumi  || Hari ketujuh Agustus bukan sekadar bilangan kalender. Ia adalah momentum spiritual yang bergerak mengalir seperti air, membasuh jiwa bangsa yang rindu akan ketenteraman. Di tengah riuh rendah dinamika global yang tak menentu, ada satu kekuatan yang tak pernah gagal menyatukan nurani Nusantara: getaran doa, untaian sholawat, dan gema ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Mari kita ubah sunyi menjadi harmoni. Dari tajug kecil di kaki gunung, mushola di sudut gang, mesjid perkotaan, hingga pesantren dan hanggar-hanggar luas, biarkan suara langit bergema tanpa putus, dalam rilis diterima redaksi Jumat (07/08/2026).

Dzikir adalah jangkar di tengah badai, Sholawat adalah pelipur lara jiwa yang lelah, Al-Qur’an adalah cahaya pemandu kegelapan.

Ketika perkampungan dan metropolitan bersatu dalam frekuensi yang sama, nusantara sedang merajut benteng spiritualnya sendiri. Sebuah benteng yang tidak kasat mata, namun kokoh menjaga kedamaian bangsa.

Doa untuk Pemimpin dan Penjaga Kedaulatan

Filsafat kepemimpinan mengajarkan bahwa kekuasaan tanpa bimbingan langit akan kehilangan kompas utamanya. Oleh karena itu, di hari ketujuh yang khidmat ini, doa-doa terbaik dipanjatkan secara tulus, untuk :

* Presiden Prabowo Subianto: Semoga senantiasa dikaruniai kekuatan fisik, kesehatan yang prima, kesabaran seluas samudra, serta kebijaksanaan mutlak untuk menakhodai negeri di tengah ombak perubahan global.

* Garda Terdepan Penjaga Kedaulatan NKRI: Doa khusus mengalir untuk Menkopolhukam, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN. Semoga mereka selalu diberikan petunjuk dan perlindungan dalam menjaga martabat serta keutuhan tanah air.

Keselamatan untuk Seluruh Rakyat

Pada akhirnya, muara dari segala sujud dan dzikir ini adalah rakyat. Kita mengetuk pintu langit agar seluruh masyarakat Indonesia dianugerahi keberkahan yang melimpah, ketenangan hati, dan keselamatan dari segala marabahaya. Amiin Ya Rabbal Alamin.

Seruan mulia ini digerakkan oleh nurani bersama tokoh bangsa: Anto Kusumayuda (Ketum PPJNA 98)Aam Abdul Salam (Sekjen PPJNA 98)KH. Apev Sambas & HM Fikrie (Majelis Sholawat Cahaya Nusantara)Dede Heri (Rumah Literasi Merah Putih)Siti Ratna Maymunah (Sinergi Media Merah Putih). (Rd.Haraqi Siliwangi)***

Editor : AS

Popular Articles